Top News :
Home » » Peran Ulama dalam Membentuk dan Mempertahankan NKRI

Peran Ulama dalam Membentuk dan Mempertahankan NKRI

Posted on Saturday, 6 June 2015 | garis 07:30

Muslimedianews.com ~ @saidaqil : (1) Apresiasi pr wali & ulama terhadap tradisi & Budaya Nusantara mencerminkn kecintaan mereka pd tanah air atau bumi yg dipijak

(2) Jg adat, tradisi & budaya yg melingkupi. Ini semua merupakan benih & bentuk semangat kebangsaan yg tumbuh sjk zaman kerajaan

 (3) Ktk penjajah Barat datang merusak seluruh tatanan yg sdh ada, mk pr ulama menyebut mereka sebagai kafir

 (4) Penjajah dianggap telah ingkar thdp karunia Allah berupa adat tradisi & budaya serta kemanusiaan. Karenanya pr ulama melawan

(5) Pr ulama menolak budaya yg mrk bawa, ilmu pengetahuan, bahasa & pakaian mrk. Inilah bentuk perlawanan non kooperatif total.


(6) Pd ms perjuangan kemerdekaan, pr ulama berperan tdk hanya sbg juru doa, penyedia logistik, ttp juga mnjadi penasehat perang

(7) Pr pmimpin revolusi spt P' Dirman,Bung Karno,Bung Tomo,Wongsonegoro dtg kpd kyai selain minta restu jg mmbhs strategi perang

(8) Pr ulama itu tahu taktik dan stretegi perang krn mewarisi dr Pangeran Diponegoro & pr muridnya yg bermarkas di bbg pesantren

(9) Itu menjelaskan kenapa hingga saaat ini para ulama pesantren sangat gigih membela NKRI dan Pancasila

(10) Ulama NU trs mpertahankn Pancasila di tgh tekanan gerakn radikal & liberal dgn sgala risiko & nyaris tnpa dukungn pemerintah

 (11) Semuanya atas inisiatif, dan dana sendiri, termasuk risiko ditanggung oleh para ulama itu sendiri

(12) Peran kaum ulama thd perlawanan kolonialisme dimulai dari kerajaan Demak, Samudera Pasai, Mataram hingga Ternate-Tidore.

 (13) 1742 ktk Pakubuwono II dgulingkn pmberontak+Belanda,dia mncari prlindungn di Pesantren Tegalsari Ponorogo (KH Hasan Besari)

(14) Kiai itu yg menyiapkn perebutn kmbali tahta Surakarta. Berkat bantuan Pesantren sang raja bs kembali bertahta pd tahun 1743

(15) Perlawanan dari kaum pesantren yang fenomenal terjadi pd saat Perang Jawa yg dipimpin Pangeran Diponegoro (1825-1830)

(16) Perang Jawa yg cukup membuat Belanda bangkrut tsb juga diikuti oleh kyai2 pesantren, seperti Kyai Sentot, Kyai Mojo, dsb

(17) Perang Jawa bukan hanya perangnya kaum bangsawan vs penjajah, tapi sudah menjadi Jihad Fisabilillah bagi kaum santri

(18) Perang Jawa menjadikan pondok pesantren sebagai basis gerakan perlawanan terhadap Belanda.

(19) Walaupun akhirnya Perang Jawa bisa dipadamkan, tapi semangat cinta tanah air dan bangsa terus berlanjut di kaum pesantren2.

(20) Itu diperlihatkan ktk akhir abad 19 & awal 20, aktivis & pejuang kemerdekaan ttp menggunakan pesantren sbg basis perlawanan

(21) Sukarni salah seorang aktivis muda pergerakan ktk dikejar Belanda, dia bersembunyi dari satu pesantren ke pesantren lain.

 (22) Di pesantren dia tidak hanya berguru pada kiai, tetapi juga memberikan informasi pergerakan nasional kepada para santri.

(23) Semuanya itu sudah dikenal, karena semua pesantren ini berada dalam jaringan Diponegoro yang belum putus hingga saat itu.

 (24) Dgn gemblengan kiai & informasi dr aktivis pergerakan, jiwa dan semangat perlawanan pr santri thd penjajah trs berkembang

(25) Kaum santri ini siap mnghadapi penjajah utk membela bangsa & negaranya tanpa pamrih krn itu sudah merupakan kewajiban.

(26) Berbagai tekanan seperti penyiksaan, pembakaran pesantren dilakukan penjajah tetapi tidak membuat para kiai menyerah.

(27) Akhirnya Belanda melakukan pendekaatn persuasif dgn menawarkan gelar bintang tanda jasa kepda KH Hasyim Asy’ari.

(28) Tetapi tawaran itu ditolak oleh Hadratussyaikh karena merasa apa yang dilakukan demi ibadah dan kewajiban menolong warga

(29) Berbagai pondok pesantern, terutama Tebuireng menjadi basis perlawanan melawan penjajahan.

(30) Tidak hanya dari kalangan kyai dan santri tapi juga dari kalangan aktivis pergerakan dari berbagai kesatuan.

(31) Mengingat pesantren sbg benteng paling aman scr geografis, terpencil & stategis karena dibentengi para santri dan rakyat

(32) Peralihan dr Belanda ke Jepang, ulama NU memiliki peran strategis walaupun pernah dipenjara dan disiksa Jepang.

(33) KH. Hasyim Asy'ari mendapatkan kedudukan sentral sebagai Ketua Sumubu (Departemen Agama) dan sekaligus Ketua Ormas Masyumi

 (34) Ormas itu kemudian membentuk kelasykaran yang dipimpin oleh tiga pendekar NU

(35) yakni:KH Zainul Arifin mmimpin Hisbullah,Barisan Sabilillah oleh KH Masykur & Barisan Kiai dipimpin oleh KH Wahab Hasbullah

(36) dimana ke-3 kelompok perjuangan itu anggotanya terdiri dari seluruh elemen umat Islam Indonesia

(37) Tiga kekuatan pasukan ulama inilah yg menjadi inti perlawanan ketika tentara Sekutu menginjak kota Surabaya pd Oktober 1945

(38) mk dgn penuh percaya diri KH Hasyim Asy’ari dan kyai2 yl mngumandangkn Resolusi Jihad melawan Sekutu pada 22 Oktober 1945

(39) yang mewajibkan seluruh bangsa Indonesia, umat Islam khususnya melakukan jihad atau perang melawan panjajah

(40) Seruan itu berpuncak menjadi perlawanan rakyat pada 10 November 1945, yang kemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan

(41) Pasukan santri yang bergabung dengan pasukan lainnya itu berhasil menghalau pasukan Sekutu dari kota Surabaya.

(42) Kemudian th 1946 di Purwakarta, Resolusi Jihad dikumandangkan lg utk menghadapi rencana Agresi Pertama yg dilakukan Belanda

(43) Seruan serupa jg terjadi di Madiun pd th 1947. Utk menghadapi agresi Belanda & mnghadng laju PKI dgn Peristiwa Madiun 1948.

(44) Ketika tahun 1949 Westerling bersekutu dengan Darul Islam Kartosuwiryo mendirikan Negara Islam Indonesia (NII)

(45) Dgn tegas NU mngatakn b/ DI/TII adalah bughot (memberontak) & wajib diperangi krn melawan pemerinth yg sah & tlh disepakati

 (46) Sikap NU ini bukan tanpa resiko, krn KH Wahab Hasbullah, KH Idham Chalid dan lain lain menjadi ancaman pembunuhan,

(47) Hanya K Zainul Arifin yang bisa ditembak saat sedang melaksanakan sembahyang Idul Adha di Masjid Istana bersama Bung Karno.

 (48) Begitu juga ketika th 1958 PRRI/Permesta memberontak di Sumatera, NU dengan tegas menolak pemberontakan tersebut.

(49) Tetapi NU tetap menanggulangi eksesnya, yaitu menyantuni korban, ternasuk menyelamatkan bbp tokoh PRRI dr pembantaian masa.

(50) Hal serupa terjadi dilakukan oleh PKI yg telah lama membuat kisruh terhitung sejak 1948 lalu 1951 hingga pertengahan '60-an

(51) Pasca tragedi 30 September 1965, tgl 1 Oktober 1965 NU menolak dilibatkan menjadi angota Dewan Revolusi ciptaan PKI.

(52) Bahkan kemudian NU beserta segenap underbow-nya menyerukan agar PKI yang selama ini membuat onar dan kerusuhan dilarang.

(53) Pelarangan hak hidup politik PKI ini sama sekali tidak melangggar HAM atau menodai demokrasi.

(54) Semua ini dilakukan demi menjaga ideologi bangsa, menjaga keutuhan negara dan untuk memperkuat kesejahteraan rakyat.

 (54) Semua ini dilakukan demi menjaga ideologi bangsa, menjaga keutuhan negara dan untuk memperkuat kesejahteraan rakyat.

 (55) Prinsip yang dipegang NU adalah tawasuth (moderat), tawazun (seimbang) serta tasamuh (toleran).

 (55) Prinsip yang dipegang NU adalah tawasuth (moderat), tawazun (seimbang) serta tasamuh (toleran).

 (56) Tetapi kalau ada pihak yang merusak prinsip tersebut, apalagi berakibat pada rusaknya tatanan kehidupan bersama,

(57) terutama kehidupan bernegara, maka NU tidak segan-segan bertindak tegas melakukan amar makruf nahi munkar.

 (57) terutama kehidupan bernegara, maka NU tidak segan-segan bertindak tegas melakukan amar makruf nahi munkar.

 (58) Perlakuan NU terhadap PKI dibenarkan oleh hukum negara dan hukum agama.

 (58) Perlakuan NU terhadap PKI dibenarkan oleh hukum negara dan hukum agama.

(59) Karenanya para ulama NU akan menghadapi dengan tegas Amnesty Internasional, Mahkamah Internasional termasuk Dewan HAM PBB

 (59) Karenanya para ulama NU akan menghadapi dengan tegas Amnesty Internasional, Mahkamah Internasional termasuk Dewan HAM PBB

(60) dan segenap pendukungnya di Indonesia, yang menuduh pemerintah dan NU melakukan pelanggaran HAM berat

(60) dan segenap pendukungnya di Indonesia, yang menuduh pemerintah dan NU melakukan pelanggaran HAM berat

(61) dan mengadukannya ke pengadilan internasional (international tribunal court) seperti yang diupayakan selama ini.

(61) dan mengadukannya ke pengadilan internasional (international tribunal court) seperti yang diupayakan selama ini.

(62) Bg NU ini perang krn itu bkn pelanggaran HAM, sbb itulah cr pr ulama menjaga & mmpertahankn agama, membela Pancasila & NKRI

(62) Bg NU ini perang krn itu bkn pelanggaran HAM, sbb itulah cr pr ulama menjaga & mmpertahankn agama, membela Pancasila & NKRI

(63) Tantangan yang dihadapi bangsa ini bukan bertambah ringan, bahkan semakin berat. Apalagi dengan berlakunaya globalisiasi.

(64) Kelestarian ideologi Pancasila & NKRI trs terancam dr sgala penjuru baik dr radikalisme agama maupun dr radikalisme sekuler

(65) Keduanya adalah teroris yang melakukan rongrongan pada Ideologi negara dan melakukan teror terhadap NKRI.

 (66) Ancaman ideologi juga datang dari kelompok liberal yang menolak NKRI dengan menghendaki negara serikat atau federal.

(67) Pemerintah hrs sungguh2 dlm mnghadapi kelompok radikal Islam (Jamaah Islamiah, Al-qaidah, ISIS+pendukung Khilafah Islamiyah

(68) Karena selama ini seolah-olah NU hanya sendirian menghadang mereka, sebab aparat keamanan hanya menanggulangi dampaknya sj.

(69) Sementara sumber persemaian terorisme yg berupa pesantren & sekolahan Islam radikal dibiarkan berkembang

(70) Uniknya, mereka diberi hak yang sama dengan pesantren pendiri republik yang loyal pada NKRI.

(71) Selama pusat pendidikan Islam radikal diizinkan maka terorisme terus bermunculan, bahkan semakin banyak.

 (72) Mk tdk aneh kalau org pergi ke Syria gabung dgn ISIS krn mereka diajari radikalisme, latihan sabotase dan perang di sini.

 (73) Bgitu jg banyak ormas yg jelas2 menentang Pancasila & NKRI tp diberi hak hidup, diberi izin & terdaftar sbg ormas resmi.

(74) Bahkan bebas menyelengagarakan Kongres serta parade di Senayan dan di berbagai kota lainnya di Indonesia.

(75) NU menentang organisasi seperti itu, tetapi pemerintah dan aparat keamanan mengizinkan, dgn alasan ini soal agama

(76) Tindakan tsb sdh mengancam ideologi & keamanan negara. Lg pula sikap gamang itu tentu tdk sinkron dgn tujuan kita bernegara

(77) Jangan sampai dgn alasasn demokrasi dan hak asasi, kelompok yang melanggar hukum dan Undang-undang Dasar diberi hak hidup

(78) Ini menyalahi prisip bernegara dalam mengatur hidup bersama.

 (79) Krn itulah NU mndukung langkah pemerintah utk menutup situs2 & media kelompok radikal melanggar kesepakatan hidup bersama

(80) karena selama ini pekerjaan kelompok radikal selalu membid’ahkan, memusyrikkan bahkan mengkafirkan kelompok Islam lain.

(81) NU menghendaki media yg tdk jelas2 membela Pancasila & NKRI hrs segera ditertibkan & dibina, kalau tdk mau hrs dibubarkan.

 (82) Selain itu bangsa ini jg menghadapi serangan dahsyat dr luar yakni narkoba, yg jauh lebih kejam dari terorisme

(83) Selama ini korban teroris msh bs dihitung tp korban narkoba baik yg meninggal maupun yg cacat seumur hdp tdk terhitung

(84) Sementara peredaran narkoba sdh sngat luas, hampir semua sudut sdh dimasuki termasuk sekolah,tempat generasi muda berproses

(85) Dua tantangan besar tsb bs merusak pertahanan bangsa, baik dr sudut ideologi, budaya juga dari sudut genetika dan generasi

(86) Jangan sampai ada yg main dalam kedua musuh besar negara tsb kalau bangsa & negara ini ingin selamat dan maju di masa depan

 (87) Ktk kt sibuk mghadapi 2 tantangan besar tsb,plus muncul konflik lokal antar etnis/agama, tdk terasa kapitalisme menyusup.

(88) mempengaruhi regulasi UU & kebijakan, sehingga sistem politik, aset ekonomi bangsa secara berangsur beralih pihak asing.

 (89) termasuk ke pertahanan keamanan wilayah NKRI kita telah begitu terbuka sehingga sering dilanggar pasukan asing.

 (90) NU berulangkali menyatakan ke pemerintah agar jangan ragu bertindak tegas pada para teroris dan gembong narkoba.'

(91) Sikap lunak pemerintah & aparat keamanan terhadap dua ancaman besar narkoba dan terorisme itu membuat keduanya berkembang.

 (92) itulah cara NU (pr ulama) dlm membela & menyelamatkan bangsa dari kehancuran, baik scrs mental ideologis maupun fisik

(93) Tdk ada pelanggaran hukum apalagi kemanusiaan ktk aparat negara menindak dgn tegas gembong teroris maupun gembong narkoba

 (94) karena keduanya jelas2 dan sangat nyata telah merusak mental dan meruntuhkan martabat bangsa.

(95) NU sangat serius menghadapi tantangan ini, krn itu NU mengajak pemerintah untuk juga serius jangan main-main, jangan gamang

(96) NU berprinsip bahwa berapapun besar biaya dan risiko yg harus dihadapi, keutuhan NKRI harus selalu dijaga.

(97) Demokrasi boleh berkembang tetapi tidak boleh untuk memberangus demokrasi sendiri.

(98) kebebasan blh berkembang ttp tdk boleh utk merusak kerukunan & tatanan hdp bersama dlm berbangsa & bernegara.

@saidaqil : END. "PERAN ULAMA DALAM MEMBENTUK DAN MEMPERTAHANKAN NKRI" oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.
Twit oleh http://chirpstory.com/li/267760

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News