Top News :
Home » , » Pesantren dan Kitab Kuning - #AyoMondok

Pesantren dan Kitab Kuning - #AyoMondok

Posted on Tuesday, 2 June 2015 | garis 00:11

Muslimedianews.com ~ Kultwit ini sebagai bentuk apresiasi atas launching @ayomondok oleh RMI atau Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Bismillah kita mulai...

1. Secara historis, Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang multifungsi. Artinya ada perpaduan antara pengetahuan agama dan sains.

2. Menurut AM fatwa, pesantren dismping sbagai Indigenous culture Indonesia, ia jg sbgai pusat penyiaran Islam yg berlangsung ratusan tahun

3. Namun walau begitu, dalam perkembangannya pesantren yang dulunya hanya berbasis pada penyiaran Islam secara tradisional,

4. lambat laun pesantren mengalami proses perkembangan yang signifikan, baik dari segi kurikulum maupun dari segi metode pembelajaran.

5. kesemuanya itu dikemas secara modern sehingga mampu menjawab tantangan zaman, baik dalam wilayah kognitif, mapun emosional-spritual.

6. Walhasil, dari proses transformasi dan pembaharuan inilah, banyak kita temukan para santri mampu berbahasa Inggris secara aktif dan pasif

7. Di samping itu santri saat ini sudah piawai dalam mengolah kata lewat karya sastranya, pandai bermain musik,

8. serta mampu mengoperasikan alat komunikasi yang kian hari kian canggih, semisal smartphone, netbook, dan alat komunikasi lainnya.

9. Lebih dari itu, peran santri dalam bidang politik misalnya, tdk bisa dipandang sebelah mata, mengingat saat ini kiprah mrka sdh terbukti,

10. sehingga sebagian besar mereka sudah berhasil menjadi tokoh nasional, dan internasional sesuai dengan disiplin ilmu yang digelutinya.

11. Jika mau bersikap objektif mengenai kiprah pesantren dalam mencerdaskan bangsa, kiranya kita bisa melihat beberapa bukti kongkrit,

12. bagaimana lembaga yg menurut asumsi sebagian orang sbgai lembaga tradisional dan kolot trsebut, mampu mencetak tokoh2 hebat yg disegani.

13. Semisal KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, KH. Wahid Hasyim, Cak Nur, Gus Dur, KH. Maemoen Zubair, KH. sahal Mahfud, dan lain2.

14. Menurut KH. Sahal Mahfud dalam “Nuansa Fiqih Sosial”, pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia.

15. Berdasar pada pendapat KH. Sahal Mahfudz tersebut para ahli sejarah menyatakan, pesantren tertua terletak di Ampel asuhan Sunan Ampel.

16. Etimologi Pesantren Menurut Dr. Zamakhsyari Dhafir adalah berasal dari kata “Santri” yang mendapat awalan “pe” dan akhiran “an”.

17. Jadi, menurut pengertiannya secara etimologis pesantren berarti tempat tinggal para santri.

18. Dalam hal ini pengertian santri tdk hanya secara ansich bermakna sebagai murid sebagaimana anggapan yg beredar di tengah2 masyarakat.

19. Menurut Cliffort Bert bahwasanya santri di samping mempunyai arti yang luas, juga mempunya arti yang sempit.

20. Jikalau kata santri ini diartikan secara sempit, maka maknanya adalah seorang murid sekolah agama yang disebut pondok atau pesantren.

21. Sedangkan makna santri secara luas adalah masyarakat yang memeluk agama Islam secara benar dan Istiqomah.

22. Menurut Mastuhu dalam buku "Dinamika Pendidikan Pesantren", Secara defenitif, pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam,

21. sekaligus lembaga pendidikan yang murni milik bangsa Indonesia dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam.

22. Dlm proses pendidikan, pesantren ini mempunyai beberapa unsur di antaranya adalah asrama, Kyai, Ajengan atau Tuan Gurudan tempat belajar

23. Dari sekian unsur-unsur yang ada di dalam pesantren, ada satu unsur yang tidak kalah penting dari beberapa unsur tersebut di atas,

24. Yaitu masjid dan surau atau musholla. Ia merupakan pusat kegiatan peribadatan, terlebih ibadah yang bersifat vertikal.

25. Fungsi unsur yang satu ini menurut pengamatan serta pengalaman empiris saya pribadi bukan hanya sebagai tempat ibadah vertikal semata,

26. tapi juga sebagai pusat aktivitas keilmuan dan tradisi intelektual para santri dan ustadz.

27. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan adanya halaqah-halaqah ilmiah yang biasa dilaksanakan sebelum dan sesudah subuh.

28. Salah satu tradisi yang tidak pernah lepas dari pesantren adalah kegiatan pembelajaran kitab yang lazim disebut dengan kitab kuning.

29. Menurut Martin Van Bruinnessen, pengertian kitab kuning adalah buku-buku literatur Arab yang dipakai di lingkungan pesantren.

30. Disebut kitab kuning karena kertas bukunya memang berwarna kuning dan dibawa dari Timur Tengah pada awal abad ke-16.

31. Pembelajaran kitab kuning tersebut merupakan salah satu unsur pembelajaran terpenting yang ada di pesantren dalam proses pembentukan...

32. ... kecerdasan intelektual dan moralitas pada diri santri. Karena pada kenyataannya, pendidikan yang tertumpu pada kitab kuning,


33. mampu membentuk pribadi seseorang yang tidak hanya menguasai disiplin ilmu agama, lebih dari itu adalah penekanan moral dan karakter.

34. Oleh karena itu, dalam hal keterkaitan seorang murid, peserta didik, dan santri dalam memahami kitab kuning dengan baik dan benar,

35. mk diperlukan disiplin ilmu khusus yg membahas secara panjang lebar mengenai tata cara membaca dan memahami isi dari kitab kuning trsbt.

36. Adalah gramatika Bahasa Arab, yang di dalamnya terhimpun beberapa disiplin ilmu yang secara umum terbagi menjadi empat bagian, yaitu...

37. (1) Phonology Science, (2) Morphology Science, (3) Syntactic Sciense, dan (4) Semantic Science.

38. Dalam dunia pesantren, asal-usul penyebutan atau istilah dari kitab kuning belum diketahui secara pasti,

39. mengingat penyebutan ini didasarkan pada sudut pandang yang berbeda-beda. Untuk itu para pakar masih memperdebatkan istilah itu.

40. Salah satu contoh misalnya, di kalangan pesantren sendiri, istilah “kitab kuning”, bukanlah satu-satunya penyebutan yang paten.

41. Di samping itu terdapat juga istilah “kitab klasik”, atau al-Kutub al-Qadimah, krn merujuk pada karya2 tradisional ulama berbahasa Arab.

42. Menurut Prof. Dr. Said Aqil Siraj, MA kitab kuning adalah suatu kitab atau tulisan yang ditulis oleh ulama-ulama asing..

43. ... yang secara turun-temurun menjadi referensi dan pedoman para ulama dahulu hingga sekarang.

44. Masih menurut KH. Said Aqil, Kitab Kuning di Pesantren diklasifikasikan ke dalam 4 kategori, yaitu: (1) Dilihat dari kandungan maknanya.

45. (2) Dilihat dari kadar Penyajiannya, (3) Dilihat dari kreatifitas penulisannya, dan (4) Dilihat dari penampilan uraiannya.

46. Berbeda dengan KH. Said Aqil, Prof. Dr. Nur Chalis Madjid, mengklasifikasikan kitab kuning di pesantren ke dalam 4 macam, yaitu:

47. (1) Cabang Ilmu Fiqh, (2) cabang Ilmu Tauhid, (3) cabang Ilmu Tasawuf, (4) Cabang ilmu Nahwu-Sharaf.

48. Dari ulasan yang telah dikemukakan oleh Prof. Said Aqil dan Prof. Nurcholis Madjid tentang dinamika pembelajaran kitab kuning,

49. maka secara tidak langsung pesantren telah menjadi sebuah institusi yang secara khusus menjaga tradisi intelektual ulama klasik.

50. Menjaga tradisi yang saya maksud adalah melestarikan kegiatan-kegiatan ilmiah yang dahulu pernah menjadi icon kebesaran umat Islam.

51. Demikian yg dapat saya sampaikan dalam kultwit ini, semoga bermanfaat! Selamat buat launching program @ayomondok! Wassalamualaikum wr.wb

Oleh : Mohammad Khoiron @MohKhoiron , 01/06/2015

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News