Top News :
Home » » Salah Paham, Islam Nusantara dikira 'Menusantarakan Islam'

Salah Paham, Islam Nusantara dikira 'Menusantarakan Islam'

Posted on Thursday, 11 June 2015 | garis 22:10

Bandung, Muslimedianews.com ~ Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Dr.H Eman Suryaman berpadangan bahwa Islam Nusantara yang diusung oleh NU tersebut merupakan ijtihad sosial-politik. Ia merupakan model, dan bukan ajaran atau paham.

"Betul bahwa Islam sebagai ajaran itu tunggal, tapi sebagai model beragam. Sunnatullah sosiologis-demografi itulah yang beragam. Jadi Islam-Nusantara adalah model dari sekian banyak model ke-Islaman di berbagai suku-bangsa dunia. Jadi jangan seperti yang diisukan oleh orang-orang yang mengatakan Nahdlatul Ulama menusantarakan Islam. Ini tidak tepat keliru memahami. Sekali lagi, harus dibedakan antara Islam sebagai ajaran dengan nusantara sebagai demografi," jelasnya kepada NU Online di Bandung, Selasa (9/6).


Eman perlu mengklarifikasi banyaknya berita yang muncul tentang Islam Nusantara yang dianggap "menusantarakan Islam" sehingga seakan-akan mempermainkan Islam. Hal tersebut oleh Eman dianggap salah memahami maksud karena melihat dua hubungan yang berbeda antara Islam sebagai ajaran atau paham dengan Islam (realitas muslim) dalam ruang sosiologis atau ruang demografis.

"Islam Nusantara itu pertama ini menunjukkan bahwa Islam Indonesia berbeda dengan Islam di Timur Tengah. Jadi perbedaannya ya pada realitasnya, bukan pada ajarannya. Ajaran Islam tetap sama, tapi di luar ibadah itu wilayah ijtihadiah, jadi bisa berbeda. Sesuai sunnatullah," terangnya.

Dengan kata lain, Nahdlatul Ulama ingin menunjukkan bahwa Islam itu tidak harus keras sebagaimana Islam di Timur Tengah yang banyak melakukan peperangan, apalagi atas nama agama, dan musuhnya pun sesama orang Islam. Di Indonesia, menurut Eman punya problem yang berbeda. Karena itu pendekatannya pun mesti melihat realitas, melihat sunnatullahnya.

"Kita semua orang Islam berusaha taat pada Allah dan Rasullullah, tapi juga harus melihat sunnatullahnya supaya ketaatan kita pada Allah dan Rasullulullah itu bisa diimplementasikan secara tepat, tidak memaksakan ajaran dengan keadaan, dan bisa berhasil seperti para Walisongo yang dulu punya prestasi membawa model gerakan ke-Islaman di Nusantara tanpa kekerasan," terangnya. (Ferli Husain/Anam)

sumber nu.or.id

Share this post
:
Comments
7 Comments

+ comments + 7 comments

Raqqa bin Ali
12 June 2015 at 19:34

Konyol niih orang, panutan di dalam Islam itu hanya kpd Rasulullah, Khulafa'ur Rasyidin, para Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in. Paham moderat/JIL pencipta paham Islam Nusantara

T Hasbi Idham
15 June 2015 at 06:48

Lain penguasa lain pula seleranya....Islam itu satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan.....tidak ada islam itu..tidak ada islam ini....barang sudah jelas jangan di multi tafsirkan..pemahaman tentang islam boleh berbeda tetapi islam tetap satu juga.....ikutilah dua pusaka yang ditinggalkan Rosulullah yang membawa keselamatan kaum muslimin dunia dan akhirat, kaum muslimin tidak akan tersesat dan tetap istiqomah dalam keislamannya......Dua pusaka Rosulullah itu adalah mengikuti Al_Qur'an dan Ithrah Rosulullah.................................

Roy
21 June 2015 at 23:53

http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2015/06/17/37668/inilah-pandangan-habib-riziq-tentang-konsep-islam-nusantara/

hendy
22 June 2015 at 14:53

Kembalikan pada ajaran Islam yang murni yaitu pada Alquran dan hadist. Menambah-nambah aturan pada agama hanya akan menambah bingung dan menyesatkan. Bukankan Islam agama yang sempurna ? jadi tidak perlu lagi diutak-atik dan ditambah-tambah

Haidar.Idris
1 July 2015 at 00:43

Tilisan bagus. Sayang yg komen banyak yg gagal paham.

Priyo A. Sancoyo
4 July 2015 at 01:27

Emang quran hadits melarang islam nusantara? Sebagai spirit perkembangan berislm di nusantara ini asik dan masuk akal dan setahuku dlam menyebarkan islam pun para khulafaurrasyidin juga sesuai dengan konteks di daerah tersebut. Misal mesir, konstatinopel, mereka berbeda melakukan pengenalan islamnya. Klo mw disempitkan, aku ambil contoh gerakan purifikasi mana yg bsa meniru Muhammadiyah dgn teologi al maunnya? Konteks kah, iya. Yaa memang betul dgn isu ini kita sengaja di adu, agar mereka bsa tertawa ketika melihat islam bubar dan tercabut dri bumi pertiwi

Numpang Lewat
13 July 2015 at 07:47

aneh 2 aneh aja,,, memang negara nusantara itu dimana?

paling istilah Islam Nusantara ini hanya hasil kloning,,,, kreatif donk pak kyai.... hah.

http://hizbut-tahrir.or.id/2011/02/18/sarkozy-kami-hanya-menerima-islam-prancis-bukan-islam-di-prancis/

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News