Top News :
Home » » Sejarawan: Islam Indonesia Lebih Baik daripada di Arab Saudi

Sejarawan: Islam Indonesia Lebih Baik daripada di Arab Saudi

Posted on Saturday, 13 June 2015 | garis 14:30

Muslimedianews.com ~  Pemerintah meluncurkan buku “Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia” (SKII) yang disusun Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud untuk menunjukkan bahwa Islam Indonesia adalah moderat dan melindungi.

“Islam Indonesia itu lebih baik daripada Islam di Arab Saudi, karena tidak melahirkan ISIS, Alqaeda, dan gerakan lain yang suka mengkafirkan sesama Islam. Itu konyol,” kata sejarahwan Prof Taufik Abdullah, di Surabaya, Kamis. 11 Juni 2015.

Dalam peluncuran SKII yang dilakukan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Prof Kacung Maridjan MA dan bedah buku SKII di Rektorat Unair Surabaya itu, seperti dilansir Antara, ia menjelaskan Islam Indonesia itu bukan Islam di Indonesia, tapi Islam ala Indonesia.

“Saya mengapreasi buku SKII ini, karena biasanya buku tentang Islam Indonesia adalah Jawa, tapi SKII ini betul-betul tentang Islam Indonesia yang disusun dalam lima jilid, yang dimulai akar historis, tradisi intektual, institusionalisasi, sastra/seni, dan khazanah budaya bendawi,” katanya.

Salah seorang dari 30-an penulis SKII itu mengatakan ada tiga proses dalam Islamisasi Indonesia itu yakni kedatangan orang Islam ke Indonesia pada abad 9, ada makam orang Islam pada abad 11 (makam di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur), dan ada kekuasaan (penguasa) Islam pada abad 13.

“Kalau orang Portugis dan Belanda yang menjajah Indonesia menyatakan jejak Islam Indonesia mulai ada pada abad 13, baik di Pariaman (Sumatera) maupun pantai utara (Jawa),” kata mantan orang nomer satu di LIPI itu.

Namun, hal menarik yang khas Indonesia adalah perkembangan Islam bermulai dari Raja Talo dan Perdana Menteri Gowa, lalu ada tiga ulama Makassar/Minangkabau yang mengembangkan Islam di Bone (Sulawesi), Bima (NTB), Kutai (Kalimantan), dan seterusnya.

“Jadi, Islam di Indonesia berkembang bukan karena Belanda, namun ikatan kebersamaan antar-raja atau antar-sultan, seperti umat Islam Banjarmasin yang merasa di-Islam-kan oleh Sultan Demak, atau umat Islam Minangkabau yang mengenal konsep surau dari Aceh,” katanya. (mam/ahay)

sumber santrinews

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News