Top News :
Home » » Website Syabab HTI Menghina Bendera Negara Sang Merah Putih

Website Syabab HTI Menghina Bendera Negara Sang Merah Putih

Posted on Sunday, 14 June 2015 | garis 09:00

Muslimedianews.com ~ Keinginan politik dari Hizb ut Tahrir untuk memiliki kekuasaan sendiri dalam bentuk negara yang mereka sebut khilafah nubuwwah gencar diserukan oleh syabab-syabab (anggota) mereka, termasuk juga didunia online.

Dalam menyebarkan opini politik mereka, baru-baru ini situs anggota Hizb ut Tahrir Indonesia (HTI) yang beralamat di al-Khilafah org memuat sebuah tulisan yang menyertakan gambar penghinaan dan penodaan terhadap simbol Negara Republik Indonesia.

Dalam tulisan berjudul "Benarkah Bendera Merah Putih Adalah Bendera Rasulullah?" berisi penolakan terhadap bendera Merah Putih Negara Republik Indonesia dan membenturkannya dengan bendera hitam putih bertuliskan kalimat Tauhid (al-Liwa' dan al-Raya').


Tindakan tidak terpuji berupa penodaan (penghinaan) dan tidak menghormati Negara serta para pejuang kemerdekaan yang bersimbah darah memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan bendera Merah Putih itu terjadi pada gambar yang disertakan dalam tulisan tersebut. Dalam tulisan situs tersebut, bendera kebangsaan Republik Indonesia Merah Putih disilang hitam berupa coretan-coretan.

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), pada "Bab V : Kejahatan Terhadap Ketertiban Umum", tindakan syabab HTI itu tergolong dalam tindakan pidana yang diancam kurungan maksimal 5 tahun penjara atau denda 500 juta rupiah.

Sebagaiman dicantumkan dalam situs http://hukumpidana.bphn.go.id

Pasal 154a (UU No. 73 Tahun 1958) berisi :
"Barang siapa menodai bendera kebangsaan Republik Indonesia dan lambang Negara Republik Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat puluh lima ribu rupiah."

Pasal diatas ditambahkan melalui Undang-undang Nomor 73 Tahun 1958 Tentang Menyatakan Berlakunya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Republik Indonesia Tentang Peraturan Hukum Pidana Untuk Seluruh Wilayah Republik Indonesia dan Mengubah Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

UNDANG-UNDANG TERKAIT

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan


Pasal 66
Setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal 68
Setiap orang yang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

 Informasi menyebutkan, situs tersebut dikelola oleh syabab HTI berinisial NS asal Yogyakarta, dan memiliki akun sosial media cahmbudur.

Bendera adalah lambang kebesaran, kewujudan dan kedaulatan sebuah wilayah atau Negara yang tidak boleh sembarangan dihinakan oleh siapapun, pemeluk agama apapun. Lebih-lebih Islam tidak mengajarkan demikian. 

Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawa pernah mengatakan: "Saya mau menghormati bendera karena saya tahu bendera Merah Putih ini didukung oleh darah ratusan ribu syuhada yang menegakkannya"
red. Ibnu Manshur


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News