Top News :
Home » , » Abu Bakar Ash-Shiddiq Sang Khalifah Rasulullah

Abu Bakar Ash-Shiddiq Sang Khalifah Rasulullah

Posted on Friday, 3 July 2015 | garis 12:00

Muslimedinews.com ~ Nama lengkap Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Abdullah bin Abi Quhafah Utsman bin Amir bin Amr bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taym bin Murrah bin Lu'ay bin Ghalib, Al Quraisy, At Tamimi. Nasabnya bertemu dengan RaAshsulullah di kakeknya, Murrah.
**

Al Hakim dalam Al Mustadrak dari An-Nazzal bin Sabrah, dia berkata kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib: “Wahai Amirul Mukminin, beritahu kami tentang Abu Bakar.” Sayyidina Ali berkata: “Dia adalah orang yang Allah namakan dengan Ash-Shiddiq lewat lisan Jibril, dengan lisan Muhammad dan dia adalah Khalifah Rasulullah yang rela menjadi pemimpin dalam agama kami, dan kami rela dia menjadi pemimpin untuk dunia kami.”

Ad-Daraquthni dan Al Hakim dari Yahya ia berkata; “Saya tidak ingat lagi berapa kali Sayyidina Ali mengatakan di atas mimbar: "Sesungguhnya Allah menamakan Abu Bakar melalui lisan Nabi-Nya, dan dengan sebutan Ash-Shiddiq.”

Seperti apa gambaran Abu Bakar ?  Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Aisyah seorang laki-laki berkata kepada Aisyah; “Coba sebutkan kepada saya gambaran tentang Abu Bakar!.”

Aisyah berkata: “..Abu Bakar seorang laki-laki dengan kulit putih, kurus, tidak terlalu lebar bentuk tubuhnya, sedikit membungkuk, ia tidak bisa menahan pakaiannya turun dari pinggang, tulang-tulang wajahnya menonjol, kedua matanya cekung, keningnya menonjol, dan pangkal jemarinya datar..”, "Abu Bakar mewarnai rambutnya dengan daun pacar dan katam (nama jenis tumbuhan)”.

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Anas, ia berkata: “Ketika Rasulullah datang ke Madinah, dan tidak ada salah seorang dari sahabat Nabi yang beruban kecuali Abu Bakar, maka ia menyemirnya dengan daun pacar dan katam. Abu Bakar adalah orang yang pertama kali disebut Khalifah, ketika ada sahabat yg memanggil Abu Bakar “Wahai Khalifah Allah!”. Abu Bakar menjawab “ Saya Khalifah Rasulullah, dan saya ridha dengannya”.

Abu Bakar dilahirkan 2 tahun 2 bulan setelah kelahiran Rasulullah, meninggal dalam usia 63 tahun sebagaimana usia Rasulullah SAW. Ayah Abu Bakar meninggal 6 bulan kemudian dalam usia 97 tahun. Ibnu Umar berkata, Abu Bakar menjadi Khalifah selama 2 tahun 7 bulan. 

Abu Bakar adalah sahabat yang selalu menyertai Baginda Nabi bukan hanya dalam satu peristiwa, ia memiliki jejak sejarah yang indah dalam banyak peristiwa.  Saat perang Badar, putra Abu Bakar berada dipihak musuh, tatkala sudah masuk Islam ia berkata pada Abu Bakar; “Ayahku, pada saat itu kau sangat dekat denganku yang memungkinkan aku untuk menyerangmu, namun aku berpaling darimu tidak menyerangmu”. Abu Bakar berkata: “Namun jika itu terjadi padaku, maka aku tidak akan berpaling darimu”.

Abu Bakar adalah sahabat yang kokoh di perang Uhud dan Hunain, di mana para sahabat ketika itu bercerai berai dan lari. Sosok keberanian Abu Bakar, Al Bazzar dalam kitab Musnadnya; Sayyidina Ali pernah berkata: Sesungguhnya tatkala peristiwa Badar, kami membikin Bangsal berteduh untuk Rasulullah SAW. Kami kemudian berkata: “Siapakah yang akan tinggal bersama Rasulullah agar tidak ada seorangpun yang mendekatinya? Maka demi Allah, saat itu tidak ada seorangpun yg mendekat kepada kami, kecuali Abu Bakar dengan menghunus pedangnya di dekat Rasul. Dia adalah manusia paling berani”. 


Sayyidina Ali melanjutkan; saya telah melihat Rasul saat diintimidasi oleh orang-orang Quraisy, ada yang mendorong-dorong badannya dari tempat di mana ia duduk.  

“Engkau yang menjadikan Tuhan yang banyak itu menjadi satu Tuhan?!” Hardik orang Quraisy pada Rasulullah.

Lalu Sayyidina Ali melanjutkan: “..Demi Allah, tidak seorangpun dari kamu yang mendekati Rasul kecuali Abu Bakar. Dia memukul salah satu orang Quraisy itu, lalu berkata: Celaka kalian semua!, apakah kalian akan membunuh orang yang mengatakan Tuhanku adalah Allah?” 

Kemudian Sayyidina Ali mengangkat selendang yang dia pakai, dan dia menangis hingga air matanya melinangi jenggotnya. Sayyidina Ali melanjutkan perkataanya: “Semoga Allah selalu menjadikan kalian sehat semangat, apakah seorang mukmin di zaman fir'aun lebih baik, ataukah Abu Bakar?. Orang-orang pada terdiam.  Kemudian Sayyidina Ali berkata: “..tidaklah kalian menjawab apa yg saya tanyakan? Demi Allah, sesungguhnya satu jam bersama Abu Bakar jauh lebih baik dari seribu jam bersama orang mukmin yang ada di masa Fir'aun, orang yang menyembunyikan keimanannya, sedangkan Abu Bakar menyatakan dengan terang-terangan keimanannya..”.

Abdullah bin Amr bin Ash bercerita tentang kejahatan terbesar yang dilakukan oleh kaum musyrikin kepada Rasulullah. “Saya melihat Uqbah bin Abi Mu'ith mendatangi Rasulullah saat beliau sedang Shalat, ia mengikatkan selendangnya pada leher Rasulullah dan mencekiknya dengan dengan cekikan yang sangat keras, kemudian datang Abu Bakar melepaskan selendang itu dari leher Rasulullah..”

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Musa Al Asy'ari dia berkata, Rasulullah sakit, kemudian sakitnya bertambah parah.
Rasulullah berkata, “Suruhlah Abu Bakar agar hendaknya dia menjadi Imam Shalat.”

Aisyah menjawab, “Sesungguhnya dia itu adalah seorang laki-laki yang sensitif (yang hatinya cepat terenyuh) jika dia menempati posisimu, maka dia tidak akan bisa menjadi Imam.” 

Rasulullah berkata, “Suruh dia agar menjadi Imam Shalat.”

Aisyah mengulang apa yang dikatakannya. Rasulullah berkata kembali: “Suruhlah dia menjadi Imam Shalat!.” 

Kemudian datanglah seorang suruhan menemui Abu Bakar, dan dia menjadi Imam pada saat Rasulullah masih hidup. Hadits ini mutawatir, yang juga diriwayatkan dari Aisyah, Ibnu Mas'ud, Ibnu Umar, Abdullah bin Zam'ah, Abu Said, Ali bin Abi Thalib serta Hafsah.

Dalam Hadits Zam'ah, ketika Abu Bakar saat itu tidak ada, lalu Umar bin Khattab maju memimpin Shalat. Rasulullah bersabda, “Tidak, tidak, tidak! Allah dan kaum muslimin tidak suka kecuali Abu Bakar untuk menjadi Imam Shalat.”

Dalam Hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar disebutkan: Umar bin Khattab telah mengucapkan takbir untuk memimpin Shalat lalu Rasulullah mendengar takbirnya, Rasulullah menjulurkan kepalanya melihat dengan marah dan bertanya, “mana Ibnu Abi Qahafah (Abu Bakar)?” 

Imam Ahmad, Abu Daud dan lainnya meriwayatkan dari Sahl bin Sa'ad dia berkata: Terjadi sebuah peperangan antara Bani Amr bin Auf, berita itu sampai kepada Rasulullah SAW. Rasulullah menemui mereka setelah dzuhur untuk mendamaikan mereka. Rasulullah bersabda, “Wahai Bilal jika waktu shalat telah tiba dan saya belum juga datang, maka suruhlah Abu Bakar untuk menjadi Imam.”

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Hafsah bahwa ia berkata: “Jika engkau sakit, engkau selalu menunjuk Abu Bakar.” Rasulullah berkata, “Bukan saya yang menunjuknya, tetapi Allah SWT”.

Beberapa hal penting yang terjadi pada masa kekhilafahan Abu Bakar antara lain: 


Diteruskannya pengiriman 700 tentara Usamah bin Zaid ke negeri Syam, memerangi para pembangkang zakat, dan memerangi Musailamah Al Kadzab yang mengklaim dirinya sebagai Nabi. Musailamah Al Kadzab akhirnya tewas di tangan Wahsyi, ketika itu ia berumur 150 tahun!.

Permasalahan pertama yang muncul ketika Nabi Muhammad wafat adalah di mana beliau akan dimakamkan. Para Ulama berkata: polemik ini adalah masalah pertama dimana terjadi perbedaan antara para sahabat. 


Ketika Nabi Muhammad SAW wafat sebagian Sahabat mengusulkan dan berkata: “Kami akan memakamkan di Makkah, di kota tempat kelahiran beliau”

Sebagian yang lain berkata: Hendaknya disemayamkan di Masjidnya. 

Yang lain berkata: “Beliau dimakamkan di Baqi' saja”.

 Sebagian yang lain berkata: “Hendaknya dimakamkan di Baitul Maqdis, tempat para Nabi disemayamkan”.

Demikianlah yang terjadi, hingga akhirnya Abu Bakar memberitahukan kepada mereka tentang apa yang dia dengar dari Rasulullah: “Saya mendengar Rasul bersabda, tidak ada seorang nabipun yang meninggal kecuali dia harus disemayamkan di tempat pembaringan di mana dia wafat”.

Para sahabat juga berbeda pendapat tentang warisannya, tak seorangpun mengetahui tentang masalah ini, maka berkatalah Abu Bakar: Saya pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kami para Nabi tidak mewariskan (harta), dan apa yang tinggalkan adalah sedekah”.

Untuk mengatasi orang-orang Arab murtad yang merajalela pasca wafatnya Nabi Muhammad, Abu Bakar mengutus beberapa sahabat. Mengutus Ikrimah bin Abu Jahal ke Amman, Khalid bin Walid ke wilayah Bashrah, Amr bin 'Ash diutus ke Syam, Al Ala' bin Hadhrami ke Bahrain. Dll.

Abu Bakar adalah Khalifah yg paling berjasa dalam pengumpulan Al Qur'an.

Perihal wafatnya Abu Bakar, Aisyah berkata; “Awal sakitnya Ayahku ialah pada saat ia mandi pada hari senin tanggal 7 Jumadil Akhir kemudian ia merasa kedinginan seharian terserang demam selama 15 hari dan tidak bisa menghadiri shalat jamaah, dia meninggal pada malam selasa tanggal 22 Jumadil Akhir tahun ke 13 Hijriyah dalam usia 63 tahun, dan disemayamkan sebelum subuh.”

Para Ulama berkata, orang yang pertama kali memangku jabatan khalifah dan ayahnya masih hidup adalah Abu Bakar.  Orang yang pertama kali menamakan lembaran-lembaran Al Qur'an sebagai Mushaf adalah Abu Bakar.


Sekian.
Penulis : Iqbal Kholidi

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News