Top News :
Home » » Gus Mus: Kaget Soal Islam Nusantara Berarti Tidak Pernah Ngaji

Gus Mus: Kaget Soal Islam Nusantara Berarti Tidak Pernah Ngaji

Posted on Wednesday, 15 July 2015 | garis 21:29

Muslimedianews.com ~ KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus mengungkapkan, saat ini dunia sedang melirik Indonesia sebagai referensi keislaman, sudah tidak lagi melirik ke Islam di Timur-Tengah yang hingga kini masih terjadi banyak keributan.

“Sampean (kalian) jangan bingung, mana yang Islam mana yang bukan Islam. Sana kok membunuh orang, sini kok membunuh orang juga. Sana kok ngebom, sini kok ngebom. Itu Islam dengan sesama Islam, apa non-Islam dengan non-Islam?” ungkap Rais ‘Aam PBNU itu saat menyampaikan tausiyah di Pengajian Pitulasan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Ahad (12/7) malam.


Kiai yang akrab disapa Gus Mus itu merasa bingung karena kondisi Islam di Timur Tengah selama ini sebagai kiblat Islam, khususnya Saudi Arabia, tetapi kenyataannya banyak pihak yang tidak cocok dengan Saudi Arabia.

“Kacau balau, antara politik dan agama sudah campur aduk ora karu-karuan. Akhirnya terjadi di negara-negara yang penduduknya mayoritas tidak muslim timbul Islamophobia. Ketika melihat orang Islam, pada ketakutan karena takut dibunuh, takut dibom,” sindir Gus Mus.

“Pokoknya yang anti Islam semakin lama semakin meningkat gara-gara umat Islam yang tidak mencerminkan keislaman yang rahmatan lil alamin, tapi justru laknatan lil alamin,” tambah Gus Mus di hadapan ratusan hadirin.

Untuk itulah, lanjut Gus Mus, NU membuat tema muktamar tentang Islam Nusantara. “Tapi geger, kaget-kaget bagi orang yang tidak pernah ngaji. Kalau pernah ngaji pasti tahu idhofah (penyandaran) mempunyai berbagai makna, dalam arti mengetahui kata Islam yang disandarkan dengan kata Nusantara,” jelasnya.

Gus Mus mencontohkan istilah “air gelas” apakah maknanya airnya gelas, apa air yang digelas, apakah air dari gelas, apa gelas dari air. padahal bagi santri di pesantren sudah diajari untuk memahami seperti itu.

Secara sederhana, Gus Mus menjelaskan maksud Islam Nusantara yakni Islam yang ada di Indonesia dari dulu hingga sekarang yang diajarkan Walisongo. “Islam ngono iku seng digoleki wong kono (Islam seperti itu yang dicari orang sana), Islam yang damai, guyub (rukun), ora petentengan (tidak mentang-mentang), dan yang rahmatan lil ‘alamin,” terangnya.

Walisongo menurut Gus Mus, memiliki ajaran-ajaran Islam yang mereka pahami secara betul dari ajaran Kanjeng Nabi Muhammad. “Walisongo tidak hanya mengajak bil lisan, tapi juga bil hal, tidak mementingkan formalitas, tetapi inti dari ajaran Islam,” tegas Gus Mus.  (Zidni Nafi’/Fathoni)

sumber nu.or.id

Share this post
:
Comments
22 Comments

+ comments + 22 comments

habib Julkarnain
16 July 2015 at 09:15

masa yang di ajarkan wali songo,
bukan di ajarkan oleh para sahabat,,
itulah islam yang di ajarkan oleh ajaran para wali,,,
bukan yang di ambil dari ajaran kanjeng nabi dan para sahabat,,,,
wali songo itu sudah ada 6 versi dan 6 kali pentikan yang di buat sebagai team dari seluruh negara, jadi bukan sembilan wali lagi tapi 1 wali disebarkan lebih dari 9, dari ke 9 wali itu ada 81 wali yang tersebar,,,
pak kiyai juga harus ngerti sejarahnya dulu,,,
pinter ngaji tapi hanya punya 1 arti,,,
saya bukan KIYAI,saja bukan WALI dan bukanlah USTADZ , , ,
tapi saya paham apa yang anda maksudka

Bambang Khaeroni
16 July 2015 at 11:14

Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi." Maka pelajari mengapa populasi Islam di Nusantara sampai awal Abad 20 mencapai lebih dari 90%. Ya karena Pendekatan KULTURAL yg dilakukan WALISONGO. Tapi akibat pemerintahan Rezim Suharto populasi Islam turun drastis.

sasuke
16 July 2015 at 16:36

tulisan panjang, ga ada dalil.

suka atau tidak, islam diturunkan allah swt di arab, disebarkan ke penjuru dunia dan sebagian malah dicampur adukkan dengan mindset dan budaya sekitar.

di akhir zaman khan islam itu bagaikan buih, udah keliatan khan, ini salah satunya islam nusantara. :D



kembali ke diri masing-masing mau ikut aliran mana.

omar
16 July 2015 at 23:11

Ingatlah ketika dialek bahasa qur'an diperselisihkan pda jaman khalifah usman bin afan. Maka solusi beliau utk menyelesaikan perselisihan beliau berijtihad mengumpulkan semua mushaf al qur'an berbagai versi lalu beliau membakarnya dn hanya al qur'an yg berdialek quraisy yg ditetapkan sbg mushaf resmi. Karena al quran diturunkan pada seorang Muhamad yg bersuku quraisy dn al quran pun turun dgn bhs arab dialek quraisy. Maka bagaimana mungkin ada islam nusantara?? Sedangkan org arab saja tdk pernah mendeklarasikan islam arab? Sungguh fitnah besar telah menimpa orang jahil

ginanjar
17 July 2015 at 08:52

Jngan membodohkan orang lain..bsa jdi anda lbih bodoh dri ug anda bdohkan..klo tdak stuju..kmnkasikan lngsung dg otangnya sy siap beradu argumentasi mngnai tema ini scrang 4 mata

bejo
17 July 2015 at 20:46

Islam sudah ada sejak Nabi Adam AS. dan masih banyak Utusan Allah di seluruh dunia/alam semesta yang tidak tercatat/diceritakan oleh AL Quran tetapi Al Quran mengindikasikan bahwa tiap bangsa/peradaban Allah selalu mengutus seorang pemberi peringatan(Nabi/Rasul),

Islam itu bukan Arab saja, kalau identik dengan arab berarti tidak ada utusan Allah untuk bangsa2 lain.

Kun 'Amilan,
18 July 2015 at 00:45

Ngomongin opo toh kalian ini, ngku pada faham, ngaku pada ngerti. Tpi knapa mesti debat.... yg kita ambil intinya yaitu Islam Rahmatan lil 'alamin, skrang tugas kita membuktikan... sekali lagi membuktikan, sudah kah kita melaksanakannya. HARUS DI:
-mulai dari yang TERKECIL
- mulai dari DIRI SENDIRI
- mulai dari SEKARANG

yang tiga ni ja pada blm tntu bsa ngejalanin, coba amalkan makna TABAYYUN dalam mengklarifikasi berita/kabar.
CTA (cukup tau ja) yg penting kita belajar, mengamal dan membuktikan tentang islam yg hakiki. Terima kasih, semoga bisa d renungkan.

Ibnu
18 July 2015 at 01:43

Ngapain orang kayak begini di ikutin, mending baca dulu surat al ahzab 66-68 , kita beragama mengikuti siapa. & kalau mau masuk surga baca surat at taubah ayat 100.

Angga Aryo Wiwaha
19 July 2015 at 04:32

Puncak dari keislaman adalah ihsan/akhlak. Rasul diturunkan utk menyempurnakan akhlak manusia. Jadi kalo ngaku islam tapi lebih banyak nyalahin n mencaci maki orang lain, apalagi seagama, ya semoga kita sama2 menyadari bahwa kita terlepas jauh dari misi Rasulullah atas kita.
Islam nusantara? Sedikit cerita, Rasulullah SAW pernah berkunjung ke suatu wilayah di luar Makkah n Madinah (saya agak lupa detil hadisnya), kemudian disuguhkan makanan khas daerah itu berupa kadal gurun (bukan biawak air lho ya). Rasul tidak memakannya, tp juga tidak mengharamkannya. Alasannya ga makan krna di daerah Rasul ga ada makanan begitu. Tp bkn berarti haram hanya krna Rasul ga mau makan.
Artinya, islam itu bernilai universal selama nilai2 dan esensinya terpenuhi. Islam bukan Arab hanya karena turun di Arab. Islam adalah mereka yg bukan hanya bersyahadat, tp juga menjunjung tinggi keguyuban, gotong royong, cinta damai dan menjunjung akhlak mulia, di manapun tempatnya, apapun suku dan negaranya. Wallahu a'lam...

chafid alwi
21 July 2015 at 08:09

mas habib julkarnain dari pondok pesantren mana????

Sudarmadji
22 July 2015 at 09:02

setuju mas bejo . omar patek iku mung isoke nyalah2ke uwong seolah2 de e wes jeruh ilmu agomone

Eliyana
22 July 2015 at 09:04

tolong dong kalo punya ilmu disebar . jangan didekemi dewe . mbok yo sampean iku nulis ta nggawe buku ngunu neg wes paham bgt sejarah

Nur Kholid
22 July 2015 at 09:05

itu tak lepas dari keputusan suharto melancarkan KB

ari
23 July 2015 at 12:31

Referensimu dari mana nak nak, belajar lagi sana biar gak asal ngomong. Islam itu dibawa sama Rasul yg bernama Muhammad SAW.

Muhammad A. Aidid
23 July 2015 at 20:33

Beliau
Penggagas Islam Sarungan... yang mencoba menciptakan jargon baru kepada
masyarakat karena islam selain "Islam Nusantara", tidak becus membawa
nama Islam ke Kanca perpolitikan International, kesannya Indonesialah
yang paling hebat memperkenalkan Islam ke seantero Dunia...Pak Kiyai
kita ini kadang lupa kalau apa yang telah di capai oleh muslim [pemikir,
cendekia dan ulama] Nusantara adalah juga banyak merujuk pada
metodologi dan karya-karya fuqaha mazhab yang notabenenya orang Arab,
kemudian dengan bangganya memperkenalkan bahwa "Islam Nusantara" lah
yang paling wah dan Jago... terobosan Islam
Nusantara adalah sebuah konsep yang menurut hemat saya adalah
ketidakpuasan dengan apa yang terjadi di dunia arab yang dikenal dengan
Arab Spring..sayangnya pandangan ini sangat tidak konfrehensip dan
cendrung parsial dalam menilai "insiden" Arab Spring yang pada intinya
lari dari kebersamaan dan meninggalkan saudara muslim yang dalam
kegelapan dengan memunculkan jargon baru. bijaksanakah prilaku seperti
ini..? wallahu a'lam.

pencari kebenaran
24 July 2015 at 06:14

orang jahil adalah orang yang tidak mengetahui suatu masalah.. jadi benar lah kata pak omar om ! bahkan saya juga jahil kalau tertipu dalam mengikuti islam buatan personal orang atau organisasi yang bertolak belakang dengan paham islam haqiqi ...

pencari kebenaran
24 July 2015 at 06:16

subhanallah...semoga Allah meneguhkan pendirian baik saudara... :)

pencari kebenaran
24 July 2015 at 06:20

om bejo ! ayok kita belajar islam secara kaaffah yo... mass., emang benner. kalo tujuane para nabi mulai dari adam alaihissalaaam sampek Muhammad shallallahualaihiwasallam itu ngajak en tauhid .. bener iku mass... masalahe syari'ate dan tata cara ibadah ne..iku bedo mas.. ojo d sama ken ono sing podo karo jamane nabi tapi siti kbanyaken wes di sempurnaken karo kanjeng nabi dari quraisy suku Arab...

cah NU
24 July 2015 at 06:29

maaf pak kiyai yak... di Alqur'an mana ya yg menjelaskan kalau kita harus ikut "islam nusantara" di carikan yak... kalau setahu saya kami di suruh oleh ALLAH Azzawajalla utk ikut Islam secara KAAFFAH atau secara menyeluruh.. gak ada yg dikurang2kurangi lantaran hawa nafsu atau di sembunyikan di halayak kaum dunia lantaran alasan toleransi lah... persamaan haq lah... tasaaahul lah.... wadduh..wadduh... saya semakin mumet kalo melihat ada islam versi baru pak kiyaai.... kepriyen... hanya agamane ALLah tok seng wakeh pak....islaam kaaffah..agama yg ngajak memurnikan tauhid... dengan metode para wong2 sholeh dulu...sing bersih dari menyekutukaan gusti ALLAH Jallaljalaaluhu...

bukan priyai
24 July 2015 at 06:32

wadduh..waduh..wele..wele.... habib karo kiyai podo wae.... sama-sama manusia... Audzubillahi min kulli syarrin

fn3r
25 July 2015 at 06:56

nih Bapak sdh sempoyongan kali.. gak konsisten..
katanya "wali songo memiliki ajaran-ajaran Islam yang mereka pahami secara betul dari ajaran Kanjeng Nabi Muhammad.".. yah sdh.. ikuti aja ajaran Nabi Muhammad SAW... koq lari ke Islam Nusantara..
trlalu capek mungkin Bapak ini..

Banyu Purwanto
26 July 2015 at 21:13

Alhamdulillah,....saya bersyukur disini masih ada pemahaman yang arif dan bijaksana dari kang Angga, perihal mengomentari tulisan diatas.
Semoga Allah melimpahkan dan melipatkan pengetahuan dan pemahaman kita lebih baik lagi ttg Keislaman kita yang tidak mencela, dan merasa paling benar. Wallahua'lam....

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News