Top News :
Home » » Habib Zain Al-Kaff: Syi'ah Kalau Kalah Debat, Menuduh 'Wahhabi' - Opini Baru Wahabi

Habib Zain Al-Kaff: Syi'ah Kalau Kalah Debat, Menuduh 'Wahhabi' - Opini Baru Wahabi

Posted on Thursday, 2 July 2015 | garis 15:58

Muslimedianews.com ~ Sony Abu Husein Ath-Thuwailibi melalui akun facebooknya membuat tulisan berjudul "HABIB AHMAD ZEIN: AWAS ! SYI'AH KALAU KALAH DEBAT, MENUDUH "WAHABI"."

Dalam tulisan tersebut, Habib Zain Al-Kaff (dari Al-Bayyinat) ditulis bahwa Habib Zain Al-Kaffa pernah dituduh Wahhabi. "Saya yang jelas-jelas NU saja, karena anti terhadap Syi'ah mereka tuduh saya sebagai wahabi", kata Habib Zain Al-Kaff, sebagaimana tulisan Sony, 1 Juli 2015.

Tulisan tersebut, baru ditulis oleh Sony setelah situs Islam Aswaja memuat lansiran tentang peringatan Habib Muhammad Rizieq Syihab mengenai jebakan Syi'ah, pada 30 June 2015.  Rupanya perkataan Habib Rizieq dalam acara Haul itu membuat kalangan Wahhabi gerah.

Baca:
Habib Rizieq: Awas ! Wahabi Bila Kalah Debat, Menuduh Syi'ah


Sony al-Wahhabi menuliskan bahwa Habib Zein pernah menanggapi Syi'ah keluarga "Shihab" yang mengatakan bahwa Rasulullah tidak dijamin masuk surga.

Isu tentang apa yang dikatakan Sony, mengingatkan umat Islam pada kasus Prof. Quraisy Syihab yang telah memberikan klarifikasinya terhadap fitnah-fitnah yang beredar.

Baca:Prof. Quraish Shihab Klarifikasi Tuduhan Syi'ah

ALASAN MENGAPA DITUDUH WAHHABI ?
Habib Zain Al-Kaff merupakan tokoh yang sangat dekat dengan Wahhabi dan sangat anti terhadap Syi'ah. Sedangkan Wahhabi dan Syi'ah ibarat 'musuh bubuyutan'. Habib Zain al-Kaff sering kali diundang sebagai pembicara oleh Wahhabi dalam acara mereka.

Beragam format acara digelar kalangan Wahhabi, bahkan beragam nama organisasi dibuat Wahhabi, seperti ANNAS, Forum Masjid, dan sebagainya, untuk menyebarkan propaganda yang sama namun dengan nama yang berbeda.

Tak ketinggalan, nama Habib Zain Al-Kaf turut mewarnai acara Wahhabi untuk menarik masyarakat awam agar mendatangi acara tersebut. Foto Habib Zain pun sering dipasang besar, lalu ditulis sebagai PWNU Jatim atau MUI Jatim. Padahal PWNU tidak punya agenda acara bersama Wahhabi, demikian pula dengan MUI. Kehadiran Habib Zain Al-Kaff hanya mengatas namakan pribadinya atau mungkin saja mengatas namakan organisasinya sendiri, yakni Al-Bayyinat.

Diantara perseteruan Wahhabi-Syi'ah, ada kelompok Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). Sikap Aswaja, khusus Nahdlatul Ulama (NU), terhadap Syi'ah maupun Wahhabi, tetap menganggap keduanya bagian daripada Islam. Berbeda dengan sikap Wahhabi (radikal) yang telah memvonis "Syi'ah Bukan Islam", meskipun Syi'ah di Arab Saudi sendiri memiliki hubungan dekat.

Baca: Hubungan Sunni dan Syi'ah di Saudi Ternyata Dekat, Penting Dibaca!
Baca: Menteri Arab Saudi Muhammad Abu Saq dari Syi'ah


Bahkan, jumlah muslim Syi'ah di Arab Saudi mencapai sekitar 10-15% dari jumlah penduduk atau sekitar 2 sampai 4 juta penganut Syi'ah.

Baca: Berapa Jumlah Penganut Syi'ah di Arab Saudi ? Ini Data Mereka

Habib Zain Al-Kaff dituduh sebagai Wahhabi itu sangat wajar karena kedekatannya dengan Wahhabi, disamping pernyataannya yang mengatakan bahwa wahhabi masih Ahlussunnah. Tetapi, tuduhan itu kebanyakan datang dari orang yang belum tahu tetang Habib Zain, atau mungkin saja datang dari kalangan Syi'ah. Persoalannya bukan hanya itu, tetapi ada hal lain yang perlu diketahui umat Islam.

'WAHABI YANG ENGGAN DISEBUT WAHABI
'
Bila Habib Zain enggan dituduh Wahhabi itu wajar karena dia merasa bukan Wahhabi meskipun dekat dengan Wahhabi. Dia sendiri masih diakui sebagai bagian daripada NU Jawa Timur.

Tetapi ada yang jelas-jelas Wahhabi namun enggan disebut Wahhabi, ini perlu dikasih ajar.

Dalam hal istilah "Wahhabi", ada penganut Wahhabi yang bangga disebut Wahhabi, bahkan sampai menulis kitab tentang Wahhabi, tetapi ada pula penganut Wahhabi yang tidak mau disebut Wahhabi.

Baca: Ulama Wahhabi Menampar Keras Kaum Wahhabi yang Menolak Nama Wahabi
Baca: Ternyata Ulama Wahhabi Bangga Disebut sebagai Wahhabi

Wahhabi yang tidak mau disebut Wahhabi ini memiliki beberapa alasan:

1. Tidak mau disebut Wahhabi karena menurut mereka, nisbat Wahhabi bukan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab, tetapi kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum. Dalih ini baru muncul setelah seorang Wahhabi bernama Muhammad bin Sa’ad Asy-Syuwai’ir salah paham antara istilah Wahbiyyah dan Wahhabiyyah dalam tulisannya yang terkait dengan fatwa Al-Lakhmi. Kesalah-pahaman itu ternyata diadobsi oleh kalangan Wahhabi, sampai ustadz-ustadz Wahhabi di Indonesia, seperti Abu Yahya Badrussalam dan lain-lain.

Baca: Dongeng Populer Wahhabiyyah Rustumiyyah
Baca: Abdul Wahhab bin Rustum Pengikut Wahbiyyah bukan Wahhabiyyah

Baca: Kepalsuan Gambar Perbedaan Dua Wahabi di Sosmed

2. Tidak mau disebut Wahhabi karena menurut mereka, nisbat Wahhabi adalah nisbat yang salah. Mereka mengatakan bahwa bila pendirinya Muhammad bin Abdul Wahhab maka namanya adalah Muhammadiyah bukan Wahhabiyah. Perkataan mereka tersebut datang dari kalangan yang masih awam dalam memahami tentang nisbat, sebab nisbat tidak harus dengan nama pendirinya, tetapi boleh dengan nama ayahnya, kakeknya dan seterusnya, bahkan dengan mudloh ilah-nya.


Baca: Memahami Antara Wahhabi, Wahbi, Ibnu Rustum dan Ulama Wahhabi
3. Tidak mau disebut Wahhabi karena menurut mereka, istilah Wahhabi berasal orientalis. Ini lah kebohongan daripada ustadz-ustadz Wahhabi. Sebab, penamaan Wahhabi sebagai nisbat kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab diberikan pertama kali oleh kakak kandung pendiri Wahhabi sendiri, yaitu Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab al-Najdi al-Hanbali dalam kitabnya al-Shawaiq al-Ilahiyyah fi raddi alal Wahhabiyah, kemudian istilah itu diikuti oleh para ulama.

Baca: Kebohongan Ustadz Wahabi Muhammad Arifin Badri tentang Nisbat Wahhabi


4. Tidak mau disebut Wahhabi karena menurut mereka, istilah Wahhabi ciptaan Syi'ah. Ini kebohongan yang baru-baru muncul ditengah gencarnya isu mengenai Syi'ah. Kebohongan ini diantaranya disebarkan oleh ustadz Wahhabi Khalid Basalamah, orang PKS Jonru, dan orang-orang awam di jejaring sosial.

Baca: Julukan Wahabi hanya Dipakai Syi’ah, Benarkah? Tanggapan Untuk Khalid Basalamah
Baca: MENJAWAB PROPAGANDA Benarkah Menggelari Wahhabi berarti Membantu Syi'ah ?
Baca: MENJAWAB PROPAGANDA: Benarkah Sebutan Wahhabi adalah Ciptaan Syi'ah ?
Baca: Jonru dan Hoax tentang Sebutan Wahhabi


5. Tidak mau disebut Wahhabi karena menurut mereka, sebutan Wahhabi nisbatnya kepada nama Allah, Al-Wahhab. Inia adalah dalih dari kalangan Wahhabi yang sudah tidak memiliki alasan lagi.

Jadi paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa :
  • Ada orang yang katakan sebagai Wahhabi tetapi bukan Wahhabi.
  • Ada orang yang katakan sebagai Wahhabi dan memang Wahhabi, tetapi enggan atau tidak mau disebut Wahhabi karena alasan-alasan diatas. Wahhabi jenis ini biasanya akan melakukan tuduhan "Syi'ah" kepada pihak yang mengatakannya sebagai Wahhabi.
Mengapa hal seperti ini perlu diketahui ?Hal seperti ini bukan dalam rangka melakukan pembelaan terhadap Syi'ah, tetapi berusaha meminimalisir fitnah yang dilakukan oleh Wahhabi terhadap kalangan Aswaja. Sebab, wahhabi akan mudah menuduh kalangan Aswaja sebagai Syi'ah saat kalangan Aswaja melakukan kritik kepada Wahhabi.


Oleh : Ibnu Manshur
Facebook Sony : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1441636699493356&set=a.1375545326102494.1073741828.100009411181795&type=1
Link Terkait :


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News