Top News :
Home » » Indonesia Tak Tepat Tiru Corak Islam Timteng dan Maghrib Arabi

Indonesia Tak Tepat Tiru Corak Islam Timteng dan Maghrib Arabi

Posted on Wednesday, 8 July 2015 | garis 01:51

Muslimedianews.com ~ Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PP Lakpesdam) NU ikut menyumbangkan ide, wacana, dan gagasan Islam Nusantara dengan menggelar diskusi bertajuk ‘Antara Agama Tradisi dan Tradisi Agama: Sebuah Upaya Meneguhkan Islam Nusantara’.

Acara yang digelar di lantai 8 Gedung PBNU, Selasa (7/7) ini menghadirkan Pakar Islam Nusantara, Drs Agus Sunyoto, dan Pengamat Kawasan Timur Tengah dan Maghrib Arabi, Dr Arwani Syaerozi dengan moderator Savic Ali, aktivis muda Nahdlatul Ulama dan Pimred NU Online.

Dalam pengantarnya, Savic menjelaskan bahwa wacana Islam Nusantara semakin kaya dan berkembang. Kelompok yang kontra ditanggapi dengan baik oleh berbagai kalangan NU seperti para kiai, intelektual, maupun aktivis muda NU.

Namun demikian, kata Savic, Islam Nusantara tetap mempunyai tantangan besar mengingat umat Islam di Indonesia masih ada yang menganggap bahwa Islam Nusantara bersifat Jawa sentris. Padahal menurutnya, Nusantara secara demografi mencakup seluruh wilayah Asia Tenggara.

Dalam pemaparannya, Agus Sunyoto menerangkan, bahwa Islam Nusantara harus melihat perjalanan sejarah. Selain memiliki paham inklusif, toleran, dan ramah, Agus menjelaskan bahwa Islam Nusantara mendorong kemajuan keilmuan dan peradaban seperti yang telah dibangun para Wali Songo.

“Seperti teknik metalurgi atau pengecoran, ilmu falak, palalindon atau ilmu gempa, ilmu fisionomi atau ilmu memahami karakter tubuh dan masih banyak lagi. Ilmu-ilmu yang kini modern itu justru dikembangkan oleh orang-orang Nusantara,” ungkap penulis buku Atlas Wali Songo itu.

Sementara itu, Arwani Syaerozi menjelaskan, bahwa masyarakat Indonesia yang multikultural dan lebih majemuk daripada masyarakat Timur Tengah (Asia Barat dan Afrika Timur) dan Maghrib Arabi (Afrika Utara) tidak tepat jika ber-Islam meniru corak Timur Tengah dan Maghrib Arabi.

“Konsep Islam Nusantara yang mengakomodir kearifan lokal dan memperhatikan nilai-nilai luhur bangsa sangat tepat diterapkan di Indonesia dan dijadikan model di negara-negara muslim di dunia,” jelasnya.

Menurutnya, Islam Nusantara mampu mengkombinasikan antara ber-Islam secara tekstual dan kontekstual. “Hal ini adalah konsep yang sejalan dengan Maqasid al-Syariah (tujuan-tujuan syariat),” tuturnya.

Diskusi ini dihadiri oleh Ketua PP Lakpesdam NU, H Yahya Ma’shum beserta seluruh jajaran pengurus pusat lainnya dan peserta dari berbagai unsur organisasi NU dan aktivis Islam Nusantara. (Fathoni)

sumber nu.or.id

Share this post
:
Comments
1 Comments

+ comments + 1 comments

Salim Al Fatih
8 July 2015 at 10:56

Islam memang tidak sama dengan Arab, namun, Islam turun di Arab dan sangat terpengaruh oleh budaya Arab. Bahasa Quran adalah bahasa arab, Rasulullah adalah orang Arab. Dan sesungguhnya ide Islam Nusantara ini kalau boleh jujur, hanya sebagai dalih supaya umat Islam Indonesia menjadi negara yang moderat dan ramah terhadap penjajah asing yang sudah menghabisi sumber daya alam Indonesia. Jangan-jangan, orang-orang yang memperjuangkan Islam Nusantara ini sudah dapat amplop dari asing yang sudah menghabisi sumber daya alamnya sendiri,, ironis.

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News