Top News :
Home » » KH Said Aqil Siraj: Nabi Muhammad Sangat Hormati Negeri Tiongkok

KH Said Aqil Siraj: Nabi Muhammad Sangat Hormati Negeri Tiongkok

Posted on Wednesday, 8 July 2015 | garis 07:20

Muslimedianews.com ~ Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berkelakar dirinya merasa iri dengan para penduduk Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Tiongkok, kata Said, adalah satu-satunya negeri yang dihormati oleh Nabi Muhammad SAW. Hal itu terbukti dengan adanya sabda yang memerintahkan umat muslim untuk menuntut ilmu hingga ke negeri tersebut.

"Nabi tidak mengatakan umatnya harus menuntut ilmu sampai ke negeri Romawi, sampai ke negeri Mesir. Nabi bersabda 'carilah ilmu ke negeri China'," ujar Said. "Itu berarti Nabi Muhammad amat menghormati negeri Tiongkok."

Said mengatakan hal tersebut di depan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xie Feng. Xie mendatangi kantor pusat PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin malam, 6 Juli 2015, untuk menghadiri acara buka puasa bersama yang diselenggarakan PBNU dengan para santrinya.

Menurut Said, bangsa Tiongkok dan umat Muslim di Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang. Seorang pelayar dari negeri Tiongkok, Laksamana Cheng Ho, pernah mengunjungi Nusantara sebanyak 7 kali.

Salah satu tempat yang disinggahi Cheng Ho adalah Kota Cirebon. Di kota itu Cheng Ho menjalin persahabatan dengan salah satu ulama penyebar agama Islam di Pulau Jawa, Sunan Gunung Djati.

Said mengatakan persahabatan Cheng Ho dan Sunan Gunung Djati bahkan diabadikan di makam Sunan Gunung Djati. Batu nisan Sunan Gunung Djati saat ini dihiasi oleh keramik-keramik Tiongkok yang merupakan hadiah pemberian Cheng Ho.

Lokasi makam pun ramai diziarahi baik oleh umat Muslim atau bangsa Tiongkok. Di makam itu bahkan disediakan tempat khusus bagi umat Muslim memanjatkan do'a, dan bagi rakyat Tiongkok untuk juga berdo'a dengan ritualnya sendiri.

"Jadi budaya kita ini sama, suka berziarah kubur. Rakyat Tiongkok juga warga NU semua," ujar Said disambut tawa hadirin.

Xie membalasnya dengan mengatakan bahwa umat Muslim Indonesia dan rakyat Tiongkok sebenarnya adalah keluarga.

sumber viva

Share this post
:
Comments
2 Comments

+ comments + 2 comments

Salim Al Fatih
8 July 2015 at 10:20

Masa Rasulullah jelas, Cina tidak memerangi kaum muslimin, dan menerima dakwah Islam. Jika Cina hari ini di qiyaskan dengan Cina zaman dulu tentunya tidak relevan. Cina saat ini adalah negara yang memerangi kaum muslimin uighur, xinjiang dll. Melarang mereka berpuasa, sholat, dan mengenakan simbol-simbol Islam. Apakah Cina yang begitu yang mau dihormati?

theman
8 July 2015 at 11:19

mbel gedes, jgn buta kekinian lah, lain dulu lain sekarang, dulu zaman rasulullah china memang kiblat keilmuan krna peradabannya sangat maju, sekarang?sejak jadi komunis apa kebaikan yg muncul dari china?masyarakatnya adalah perusak dimana tipu menipu dan perjudian adalah halal, pemerintahannya anti agama,tidak cuman islam saja lo, krna kalo ndak anti agama bertentangan dengan manifesto komunis itu sendiri, setidak nya paling ringan mbok ya sungkan sama muslim uighur..

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News