Top News :
Home » » Lajnah Falakiyah PBNU Rukyatul Hilal Diadakan di 70 Titik

Lajnah Falakiyah PBNU Rukyatul Hilal Diadakan di 70 Titik

Posted on Thursday, 16 July 2015 | garis 07:12

Muslimedianews.com ~ Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengkoordinir pelaksanaan rukyatul hilal di sedikitnya 70 titik strategis di Indonesia. Pelaporan pengamatan hilal dipusatkan di kantor Lajnah Falakiyah di lantai 4 gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.

Rukyat akan dilaksanakan Kamis (16/7) hari ini, yakni pada sore hari tanggal 29 Ramadhan 1436 H. “Rukyatul hilal akan dilaksanakan di 70 sampai 100 titik strategis, yakni di pantai, bukit, atau menara,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri dihubungi NU Online, Rabu (15/7)

Data hisab dalam almanak PBNU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah untuk markaz Jakarta menunjukkan, ijtima’ atau konjungsi sudah terjadi pada Kamis 16 Juli bertepatan dengan 29 Ramadhan 1436 H pukul 08.25 WIB. Sementara tinggi hilal pada saat Matahari terbenam pada tanggal itu 3°1' derajat dan hilal akan berada di atas ufuk selama 13 menit 25 detik.

“Kami mengimbau kepada para perukyat agar sebelum berangkat rukyat menyelenggarakan shalat hajat dulu agar kita diberi kemudahan oleh Allah SWT. Memang sudah imkanur rukyat (hilal mungkin damati) tapi kata Kiai Salam Nawawi (Ketua Lajnah Falakiyah NU Jawa Timur: red), kalau sudah diminta shalat hajat ini berarti kita semua dag dig dug,” kata Kiai Ghazalie.

Data hisab yang diperoleh sudah memenuhi kriteria imkanur rukyat atau visibilitas pengamatan yang ditetapkan dalam Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni pada saat Matahari terbenam ketinggian bulan di atas ufuk minimum 2°, dan sudut elongasi (jarak lengkung) Bulan-Matahari minimum 3°, atau pada saat bulan terbenam usia Bulan minimum 8 jam dihitung sejak ijtima’.

Namun sebelumnya Lajnah Falakiyah menyatakan, bahwa posisi hilal tahun ini masih sangat tipis dan agak sulit diamati. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga menyatakan, secara ilmiah hilal baru akan bisa dilihat di atas ketinggian 5° di atas ufuk.

Jika sesaat setelah matahari terbenam tanggal 29 Ramadhan itu hilal sudah terlihat, maka berarti besoknya atau Jum’at tanggal 17 Juli shalat Idul Fitri akan dilaksanakan. Namun jika tidak terlihat maka bulan Ramadhan akan diistiqmalkan menjadi 30 sehingga tanggal 1 Syawal 1436 H baru akan jatuh pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2015. (A. Khoirul Anam)

sumber nu.or.id

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News