Top News :
Home » » Menghidupkan Malam Lailatul 'Ied (Malam Hari Raya)

Menghidupkan Malam Lailatul 'Ied (Malam Hari Raya)

Posted on Thursday, 16 July 2015 | garis 07:44

Muslimedianews.com ~ Jangan mengira menjelang 'Idul fitri tidak ada lagi waktu-waktu mustajabah untuk perbanyak i'tikaf dan berzikir kepada Allah, sehingga kita melalaikannya. Sebab, terdapat dalam hadits-hadits dan atsar sahabat juga qaul Ulama' menganjurkan agar menghidupkan malam idul Fitri bahkan disunnahkan.

Sekalipun terkadang ada yang dhaif tetapi tetap dapat diamalkan dalam fadhail A'maal. Diantara hadits-hadits itu adalah terdapat dalam sunan Ibnu Maajah dari abi Umamah dari Nabi saw :

من قام ليلتي العيدين محتسبا لم يمت قلبه يوم تموت القلوب
"Siapa saja yang menghidupkan malam dua hari raya dengan mengarap harap ridha Allah, maka hatinya tidak mati ketika kelak hari dimatikannya hati- hati ini."

Dalam riwayat al-Ashbihaani dalam kitab Targhiib, dari Mu'adz bin Jabal, brkata Nabi saw bersabda : "Siapa saja yg menghidupkan malam-malam yang lima, maka wajib baginya surga. Yakni malam tarwiyah, malam arofah, malam nahr (idul adha), malam idul Fithri, dan malam nisfu Sya'ban ".

Dalam Mu'jam Kabiir wal Auwsath lil Imam at-Thabrani diriwayatkan dari Ubadah bin Shaamit bahwa Rasulullah SAW. Bersabda :

من أحيا ليلة الفطر وليلة الأضحى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب
"Siapa saja yg menghidupkan malam idul fitri dan Idul adha maka hatinya tidak mati ketika kelak hari dimatikannya hati- hati ini."

Kemudian riwayat Atsar dari Umar bin Abdu aziz bahwa beliau mengirim surat kepada pekerjanya di Bashrah, bunyi suratnya :

عليك بأربع ليال من السنة فإن الله يفرغ فيهن الرحمة إفراغا أول ليله من رجب وليلة النصف من شعبان وليلة الفطر وليلة الأضحى
"Hendaklah engkau istiqomah pada 4 malam di tahun ini!. karna sesungguhnya Allah Swt mengakhiri rahmatnya pada malam itu. Yakni awwal malam bulan Rajab, malam nisfu Sya'ban, malam 'Idul fithri dan malam 'Idul Adha"

Sebagian 'Ulama kita juga meriwayatkan demikian, satu diantaranya adalah Imam Syafi'i, beliau mengatakan:

بلفنا أن الدعاء يستجاب في خمس ليالي ليلة الجمعة والعيدين وأول رجب والنصف من شعبان
"Telah sampai (riwayat) kepada kita, bahwa doa diistajabahkan pada lima malam, yakni  malam Jumat, malam dua hari raya ('Idul Fithri dan 'Idul Adha), malam awwal bulan rajab dan malam nisfu Sya'ban"

Iman Nawawi dalam al Adzkaar "mengatakan setidaknya menhidupkannya walaupun hanya sejam saja (sebentar).".

Wallahu a'lam bishowwab.
Penulis : Muhammad Iqbal Manshury, di Casablanca Maroko

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News