Top News :
Home » , » Mengupas I’tikaf dan Hikmahnya Bagi Kesehatan

Mengupas I’tikaf dan Hikmahnya Bagi Kesehatan

Posted on Sunday, 5 July 2015 | garis 10:30

Muslimedianews.com ~

Oleh : Ust. Hadi Mulyanto*
 


Pengertian I’tikaf
    I’tikaf itulah kata yang sudah akrab di telinga kita sebab bagi kaum laki-laki yang setiap jumat melakukan sholat jumat di masjid itu sudah menjadi rutinitas biasa apalagi asyrul awaakhir di 10 hari akhir di bulan ramadhan.Karena di 10 hari akhir di bulan ramadhan i’tikaf merupakan pekerjaan yang sangat di anjurkan sekali oleh baginda nabi besar kita Nabi Muhammad SAW. Sebagaiman yang di sebutkan Ibnu Hajar Al Asqolani dalam kitab beliau Bulughul Marom, yaitu hadits no. 699 tentang permasalahan i’tikaf.


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya: Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172).

الْاِعْتِكَاف هُوَ لُغَةً الْإِقَامَةُ عَلَى الشَّيْئِ مِنْ خَيْرٍ أَوْ شَرٍّ وَشَرْعًا إِقَامَةٌ بِمَسْجِدٍ بِصِفَةٍ مَخْصُوْصَة
Artinya : I’tikaf secara etimologi adalah menetapi sesuatu yang baik atau jelek. Dan secara terminologi adalah berdiam diri di masjid dengan sifat tertentu.
Dengan demikian dapat di tarik sebuah kesimpulkan bahwa i’tikaf pada dasarnya adalah sebuah proses perjalanan spiritual seseorang untuk lebih mendekatkan diri dan mengharapkan ridha Allah SWT dengan cara berdiam diri dan merenung di dalam masjid.

Tujuan I’tikaf
Tujuan i’tikaf adalah sebagai berikut :
  • Mendekatkan diri kepada Allah. 
  • Melaksanakan Sunah Rasul.
  • Agar hati bersimpuh di hadapan Allah.
  • Berkhalwat ( menyendiri ) dengan Allah.
  • Memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah.
Syarat I’tikaf
  1. Harus niat di dalam hati. (Niat Ingsun i’tikaf karena Allah Ta’ala). Kalau i’tikaf nadzar, maka dia harus niat nya juga i’tikaf nadzar. 
  2. Harus bertempat di dalam masjid. Menurut Kitab Taqrib i’tikaf akan di katakan syah kalau di dalamnya serambi masjid. Sehingga kalau di luar serambi masjid maka tidak syah.
Syarat Orang yang I’tikaf
  1. Syarat orang yang i’tikaf adalah harus Islam, berakal, suci dari haid, nifas dan jinabah. 
  2. Maka tidak syah i’tikaf yang dilakukan oleh orang kafir, gila, haid, nifas, dan orang junub.
  3. Jika orang yang melakukan i’tikaf murtad atau mabuk, maka i’tikafnya menjadi batal.
Tata Cara I’tikaf 
  1. Orang yang melakukan i’tikaf nadzar tidak diperbolehkan keluar dari i’tikafnya kecuali karena ada kebutuhan manusiawi seperti kencing, berak, dan hal-hal yang semakna dengan keduanya seperti mandi jinabah. 
  2. Karena udzur haidl atau nifas. Maka seorang wanita harus keluar dari masjid karena mengalami keduanya.
  3. Karena udzur sakit yang tidak mungkin berdiam diri di dalam masjid.Semisal dia butuh terhadap tikar, pelayan, dan dokter.
  4. Dia khawatir mengotori masjid seperti sedang sakit diare dan beser.
  5. Sakit yang ringan seperti demam sedikit, maka tidak diperkenankan keluar dari masjid disebabkan sakit tersebut.
Hal-Hal Yang Membatalkan I’tikaf 
  • I’tikaf menjadi batal sebab melakukan wathi atas kemauan sendiri dalam keadaan ingat bahwa sedang melakukan i’tikaf dan tahu terhadap keharamannya. 
  • Adapun bersentuhan kulit disertai birahi yang dilakukan oleh orang yang melakukan i’tikaf, maka akan membatalkan i’tikafnya jika ia sampai mengeluarkan sperma. Jika tidak, maka tidak sampai membatalkan.
Hikmah I’tikaf bagi Kesehatan 
Menurut Prof. DR. dr. H. Dadang Hawari., Sp.KJ.  Guru Besar tetap Universitas Indonesia menyatakan bahwa HIKMAH I’TIKAF adalah sebagai berikut :
  • Meningkatkan daya tahan tubuh. 
  • Bermanfaat bagi kesehatan jiwa dimana batin menjadi lebih tenang dan bisa membangkitkan kekuatan baru.
  • Menghidupkan kembali hati dengan selalu melaksanakan ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT.
  • Untuk merenungi masa lalu dan memikirkan hal-hal yang akan dilakukan di hari esok.
  • Mendatangkan ketenangan, ketentraman dan cahaya yang menerangi hati yang penuh dosa.
  • Mendatangkan berbagai macam kebaikan dari Allah SWT Amalan-amalan kita akan diangkat dengan rahmat dan kasih sayang-Nya
  • Orang yang beri’tikaf pada sepuluh hari terkahir akhir bulan Ramadhan akan terbebas dari dosa-dosa karena pada hari-hari itu salah satunya bertepatan dengan lailatul qadar.
Demikian i’tikaf begitu dahsyatnya hikmah yang di dapat bagi kaum muslimin dan muslimat yang mau melaksanakan. Begitu mudah dan murahnya ajaran Islam dalam memberikan solusi tentang kesehatan bagi umat_Nya. Beruntunglah orang yang mau mengikuti ajaran_Nya. Mari ber i’tikaf guna meraih ketenangan jiwa !. Jiwa tenang keluarga senang !.
*Hadi Mulyanto,A.Ma.,S.Pd.I.,M.Pd.I
Alumnus Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan Lebaksiu Tegal.
Referensi :
Kitab Bulughul Marom
Kitab Fathul Qorib
http://admin.ump.ac.id

 

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News