Top News :
Home » » Menjadi Iblis di Alam Maya (Sosial Media)

Menjadi Iblis di Alam Maya (Sosial Media)

Posted on Wednesday, 15 July 2015 | garis 10:20

Muslimedianews.com ~ Sosial media itu unik. Bukan alam nyata tapi bukan alam ghaib juga. Mugkin manzilatun baina manzilatain kalau boleh pinjam istilahnya.

Bayangkan, di alam maya lewat media sosial ini, siapa saja bisa mencaci-maki siapa saja tanpa harus berhadapan muka. Sementara yang dicaci-maki tetap tahu cacian itu dan bisa baca, lalu membalas dengan cara serupa, bahkan lebih ganas.

Sementara dalam hati sang pencaci tidak perlu ada rasa bersalah. Sebab para penghuninya berkeyakinan alamnya itu bebas tuhan serta steril dari malaikat pengawas.

Dan karena tidak berhadapan muka, variasi umpatan, makian, celaan, cemoohan dan hinaan mendapat ruang yang cukup luas dan ekspresif. Apapun yang dibicakan orang, bisa langsung divonis salah, keliru, dan wajib dihabisi, kalau perlu bisa dibuli bersama-sama.

Ditambah lagi sosial media ini juga memberi peluang untuk 'lempar tangan sembunyi batu'. Tanpa harus menampilkan jati diri sesungguhnya, siapa saja seolah halal bahkan berpahala lipat ganda bila bisa menusuk saudaranya dengan belati fitnah keji, anak panah tuduhan kasar dan peluru caci maki sadis.

Terus, di alam maya media sosial siapa saja bebas berdusta, berbohong, dan membuat onar dengan sejuta kabar bohong, semilyar berita palsu dan setrilyun isu-isu usang. Sementara tabayyun, cek, ricek an kroscek adalah amalan najis tralala bagi penduduknya. Justru yang merupakan fardhu 'ain adalah bagaimana tiap hari menyebarkan hoax dengan dalil hadits 1000% palsu: 'qulil hoaxqo walau kana murron'.

Meski ada tempat untuk menampilkan pas photo, tapi para iblis pencaci dan tukang sebar fitnah merasa lebih aman dengan mengganti wajahnya dengan gambar lain.

Di alam maya media soslal tidak berlaku identitas diri, tidak ada KTP alam maya. Rata-rata penghuninya tidak punya jati diri yang pasti, tidak ada gambar wajah, tanpa identitas sesungguhnya, maka kesempatan berubah menjadi iblis di alam maya terbuka lebar.

Padahal seandainya komunikasi alam maya dipindah ke alam nyata, dan dilakukan dengan bertemu wajah sambil bertatap mata secara langsung, barangkali ceritanya akan menjadi lain.

Meski tidak sampai ketemuan langsung, asalkan komunikasi bisa dilakukan minimal menggunakan dengan telepon yang ada suaranya dengan segala intonasi dan ekspresinya, sudah jauh bedanya, bukan? Setidaknya akan lebih santun bahasanya, rendah intonasinya, akrab sapaannya dan tersambung maksudnya.

Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari godaan iblis media sosial alam maya yang terkutuk.

Ust. Ahmad Sarwat Lc

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News