Top News :
Home » , » Mufti Agung Saudi Menyatakan Syiah Imamiyah adalah Muslim

Mufti Agung Saudi Menyatakan Syiah Imamiyah adalah Muslim

Posted on Monday, 13 July 2015 | garis 17:09

Riyadl, Muslimedianews.com ~ Para hari Jumat (22/5) lalu sebuah bom bunuh diri meledak di sebuah masjid Syiah di Arab Saudi. Diduga kuat bom itu dilakukan guna memicu konflik antara Sunni-Syiah yang dalam beberapa hari ini semakin memburuk pasca serangan Arab Saudi ke Syiah Houthi di Yaman.

Menanggapi hal itu, Mufti Agung Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh mengatakan bahwa tragedi yang terjadi di Qatif sengaja dilakukan demi memecah persatuan warga Arab Saudi.

“Apa yang terjadi di Qatif adalah sebuah tragedi yang menyakitkan dan sebuah aksi kriminal yang disengaja. Para pelakunya sengaja ingin menciptakan ketidak-harmonian antar anak bangsa. Mereka ingin memprovokasi antar anak bangsa di saat negara sedang mempertahankan wilayah Selatan dari serangan musuh. Para pelaku itu ingin memecah-belah kita dan mencerai-beraikan persatuan kita. Akan tetapi ini tidak akan mempengaruhi kita. Karena kita adalah umat yang satu yang kuat dan saling mencintai. Kita harus bersatu padu,” demikian ungkap Syaikh Abdul Aziz, sebagaimana dikutip oleh media-media Arab Saudi.

Pernyataan Mufti Agung ini, meski kental muatan politisnya, namun mendapatkan respon dari seorang ulama pakar ilmu hadis Arab Saudi Syaikh Syarif Hatim al-Auni. Menurutnya, pernyataan mufti tersebut secara jelas menunjukkan bahwa Syiah masih dianggap muslim, padahal mereka adalah Syiah Imamiyah Ja’fariyah, dan ini membatalkan berbagai pandangan mufti sebelumnya.

“Ini sebuah pernyataan yang sangat jelas bahwa Syiah Qatif adalah muslim, padahal mereka Syiah Imamiyah Ja’fariyah. Ini jelas dalam pernyataan mufti “umat yang satu”. Karenanya siapapun setelah ini  dari kalangan ulama yang mengafirkan mereka maka sejatinya ia telah menyelisihi mufti agung dalam hal itu!!”, tulis Syaikh Syarif Hatim dalam akun facebooknya. Beliau dikenal sebagai ulama Sunni Arab Saudi yang kerap memberikan pandangan yang berbeda dari ulama-ulama Saudi pada umumnya.

“Jika demikian, maka perlu dilakukan telaah ulang terhadap berbagai permasalahan yang selama ini dijadikan landasan untuk mengafirkan Syiah, seperti gemar ziarah kubur, istighatsah, mendustakan Al-Quran, mengubah Al-Quran, atau mengafirkan sahabat Nabi SAW.. Karena semua itu menurut mufti agung tidak layak dijadikan landasan untuk mengafirkan mereka,” pungkas Syaikh Syarif Hatim. (am/mosleminfo.com)


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News