BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, July 29, 2015

Muktamar Muhammadiyah Angkat Negara Pancasila sebagai Darul Ahli Wasaadah


Jakarta, Muslimedianews.com ~ Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah yang juga Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-47 Muhammadiyah, Haedar Nashir menuturkan, bahwa pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah yang akan diselenggarakan pada Agustus mendatang di Makassar, akan ada tiga poin yang dibahas. Pembahasan yang akan dilakukan dimulai tentang kebangsaan, dalam membangun bangsa secara bersama-sama tanpa adanya diskriminasi.


"Yang pertama kita akan mengangkat negara Pancasila sebagai Darul Ahli Wasaadah tempat kita bersepakat dan tempat kita bersaksi yang itu semua elemen bangsa kita terlibat didalamnya bahwa Indonesia ini milik bersama yang harus kita selamatkan bersama, kita bangun bersama tanpa diskriminasi," kata Haedar Nashir, setelah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Perindo, Harry Tanoesudibjo, Selasa (27/7/2015) di Menteng Jakarta Pusat

Selanjutnya, kata Haedar Nashir, dalam muktamar tersebut juga akan dilakukan pembahasan penggerakan dakwah terhadap komunitas yang bertujuan pembangunan bangsa. Gerakan dakwah itu tentunya tidak ada diskriminasi satu sama lain.

"Kedua kita menggerakkan dakwah pencerahan untuk komunitas. Jadi komunitas-komunitas masyarakat yang kami ini kan gerakan dakwah atas menengah bawah tanpa perbedaan itu harus menjadi langkah dakwah pencerahan kami, kami ingin berbagi bagaimana kita menjadi bangsa Indonesia yang nasional, religius, punya implementasi dalam kesalehan individual dan kesalehan sosial," ungkap Haedar Nashir.

Yang terakhir, sebut Haedar, pembahasan yang akan dibahas di meja muktamar adalah menciptakan setiap elemen memiliki konsep dalam membangun bangsa. "Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana seluruh elemen bangsa ini punya konsep rekonstruksi yang bermakna menjadi Indonesia berkemajuan itu harus dijabarkan dalam langkah-langkah rekonstuksi kehidupan berbangsa bernegara lewat kebijakan ekonomi budaya yang lebih berdiri tegak diatas filosofi dasar indonesia," paparnya. (Karakternews)

« PREV
NEXT »

No comments