Top News :
Home » , » Pesan Idul Fitri 1436 H KH. Said Aqil Siraj dan #IslamNusantara

Pesan Idul Fitri 1436 H KH. Said Aqil Siraj dan #IslamNusantara

Posted on Thursday, 16 July 2015 | garis 21:15

Muslimedianews.com ~ Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H, mohon maaf lahir & batin. Semoga menjadi momentum untuk kembali pada diri sejati manusia yang suci.

Idul Fitri telah mengetuk kesadaran kita untuk terus berusaha menjernihkan pikiran, membeningkan hati dan mengokohkan pondasi spiritual

Idul Fitri, seharusnya menjadi momentum untuk kembali pada diri sejati manusia yang suci. Dgn demikian, Idul Fitri tak sekedar bermakna mengkhatamkan puasa, akan tetapi kristalisasi nilai2 spiritual yg kita jernihkan saat Ramadhan

Nilai2 spiritual inilah yg akan menjadi penggerak pikiran & penuntun langkah kita utk brbuat baik sebagai manusia, sebagai khalifah fil ardh

Idul Fitri adalah gerbang bagi kita untuk terus melanjutkan puasa dalam konteks dzahir dan bathin.

Melanggengkan puasa dlm 11 bulan kemudian dgn tetap menjaga hati, menahan nafsu, menggerakkan pikiran & langkah utk aktualisasi ajaran Islam

Yakni, dengan berbuat baik untuk sesama serta sebanyak mungkin berkarya untuk kemanfaatan publik

Menjernihkan Hati adl target utama nilai keislaman yg tercermin dlm risalah Muhammad adl penyempurnaan akhlak (liutammima makaarimal akhlaq)

Bahwa, akhlak menjadi pondasi utama bagi umat muslim untuk berkarya dan beribadah di dunia ini.

Akhlak menjadi modal penting untuk mencerap pengetahuan dari Allah, yang telah terhampar di dunia ini melalui fenomena2 alam dan kemanusiaan

Akhlak menjadi pintu gerbang untuk mengokohkan spiritualitas kita. Prinsipnya, muslim yang baik, adalah muslim yang berakhlak baik.

Addinu khusnul khuluq. Agama itu mengajarkan akhlak yg baik, mentransformasikan nilai spiritual & mental menjadi perilaku yg beradab.

Dalam istilah bahasa Arab, al-akhlaq adalah bentuk jamak dari al-khuluq, yang berarti budi pekerti atau moralitas.

Kata al khuluq bersanding dengan al-khalq, yang berarti ciptaan. Antara ciptaan (makhluk) dengan akhlak ada benang merah yang sinergis.

Artinya, seluruh ciptaan Allah di semesta ini, perlu berpegang teguh pada standar etika masing-masing. Mereka yang melampaui batas (mushrifin) akan mendapatkan sanksi negatif berupa kerusakan.

Di sisi yang lain, al-khalq dan al-khuluq memiliki akar kata yang sama, yakni kha-la-qa. Inilah sebenarnya, bahwa manusia sebagai al-khalq harus terus berpegang teguh pada akhlaq atau standar etika yang beradab untuk menempuh jalan panjang menuju level manusia yang sempurna, sebagai insan kamil.

Dgn aktualisasi akhlak yg baik untuk beribadah maupun berinteraksi dengan sesama manusia maupun semesta alam, utk mendapatkan Ridla Allah

Jika direnungkan, berakhlak baik (akhlaq al-karimah) berarti selaras dengan hakikat penciptaan manusia di dunia ini.

Sebaliknya, berakhlak buruk (akhlaq al-madzmumah) merupakan pintu bagi manusia untuk mempercepat kerusakan dirinya sendiri.

Karena bergerak di luar rel yang telah ditetapkan oleh Allah, dengan segenap firman dalam al-Qur’an maupun yang diajarkan oleh Nabi Muhammad

Inilah, hakikat dari penciptaan manusia, yang perlu direnungkan dalam momentum hari raya Idul Fitri kali ini

Selanjutnya, manusia mempunyai sebuah radar sinyal bernama hati. Melalui hati, manusia akan mampu menentukan arah hidupnya.

Hati juga menjadi alat pemancar gelombang-gelombang kebaikan maupun menerima sinyal-sinyal yang tepat untuk berbuat baik

Orang yang baik akan dipertemukan dengan sesama orang baik, karena dilandasi kebaikan dan keikhlasan yang terpancar dari hatinya.

Sebaliknya, orang yg hatinya sudah keras & rusak akibat sering berbuat dosa, maka tak mampu menangkap suara2 bathin yg didengungkan hatinya

Inilah pentingnya menjaga hati, menguatkan spiritualitas melalui ibadah, riyadhah maupun amalan-amalan tarekat.

Hati (qalb) mengandung lima pengertian. Pertama, hati berfungsi sebagai bashirah, yaitu untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk. Setiap orang memiliki fitrah kemampuan membedakan mana yang baik dan yang buruk.

Kedua, hati berfungsi sebagai dhamir atau moral, yaitu yang memotivasi manusia untuk berbuat kebajikan.

Ketiga, hati sebagai fuad, yaitu sebagai hakim yang menentukan apakah perbuatannya baik atau buruk. Sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an Surah an-Najm 11: hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya

Keempat, hati sebagai sirr, yaitu penyingkap rahasia.

Kelima, hati sebagai lathifah, yaitu kelembutan batin yang mampu mengakses langsung Lauh Mahfudz

Untuk memiliki hati yang lembut dan bersih seperti itu, perlu proses pensucian diri (tazkiyatu an-nafs) secara konsisten

Apa yang menjadi risalah utama Islam dlm akhlak & kepribadian, telah menjadi strategi utama Wali Songo dan ulama Nusantara dalam berdakwah.

Dakwah ala ulama Nusantara, tidak meminggirkan nilai-nilai budaya. #IslamNusantara

Justru, khazanah kulturnya dibungkus & diisi ulang dengan ruh keislaman, dengan dasar tasamuh, tawassuth, tawazun dan konsep-konsep keadilan

Maka, jelas sekali bahwa #IslamNusantara sudah tepat sebagai referensi pola kegamaan warga muslim dunia.

Tentunya dengan jalan, terkoneksinya antara semangat keislaman dan nilai-nilai nasionalisme.

#IslamNusantara merupakan pemikiran yg berlandaskan sejarah Islam masuk ke Indonesia tidak melalui peperangan, tapi kompromi terhadap budaya

#IslamNusantara tetap tidak membenarkan adanya sebuah tradisi yang bertentangan dengan syariat Islam

Inilah wajah Islam, sebagai nafas keagamaan di bumi Nusantara, yang menggaransi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Pada momentum Idul Fitri ini, sudah seharusnya kita menjernihkan pikiran & jernihkan hati utk melihat kembali fenomena & diskursus ttg Islam

Jika kita mampu melihat hakikat Ramadhan dan Idul Fitri, kita akan mampu melihat kesungguhan dakwah para Wali.

Jika kita mampu memahami pola dakwah auliya’, kita akan dapat mengerti apa sebenarnya #IslamNusantara

KH. Said Aqil Siraj, Ketum PBNU, 16 Juli 2015

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News