Top News :
Home » » Tokoh Agama Islam dan Kristen Menyesalkan Terjadinya Insiden Tolikara

Tokoh Agama Islam dan Kristen Menyesalkan Terjadinya Insiden Tolikara

Posted on Friday, 17 July 2015 | garis 18:13

Muslimedianews.com ~  Berdasarkan informasi dari Aktifis Muda NU dari Sarkub A. Wahhab dihubungi via telpon (17/7) yang diterima oleh redaksi MMN berkaitan dengan insiden yang terjadi di Tolikara Papua, bahwa daerah Tolikara Papua memang daerah yang rawan konflik, seperti konflik antar suku sesama penganut Kristen, konflik yang dilatar belakangi Pilkada dan sebagainya.


Di Tolikara juga merupakan daerah dimana pemberontak OPM eksis disana.

Menurut, A. Wahhab, konflik yang terjadi di Tolikara menjadi berita Nasional karena kebetulan melibatkan antar umat Islam dan kelompok dari pihak Kristen.

Sedangkan daerah lain (selain Tolikara) di Papua cukup aman, bahkan pemuda-pemuda Kristen juga banyak yang ikut berpartisipasi mengamankan berlangsungnya hari raya Idul Fitri 1436 Hijriyah.

Dikabarkan, tokoh-tokoh agama baik Islam maupun Kristen menyayangkan terjadinya insiden Tolikara tersebut. Mereka meminta agar kedua belah pihak tidak terprovokasi dengan berita-berita yang tersebar di beberapa media.

Para tokoh agama baik Islam maupun Kristen menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak berwajib untuk mengusut masalah tersebut.

Kasus tersebut ditangani oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudofl Rozak. Masing-masing tokoh terkait dikumpulkan agar masalah tersebut dapat diselesaikan bersama-sama.

****
Informasi dari sumber terpercaya lainnya menyebutkan, bahwa didaerah tersebut ada Kristen GIDI yang dianggap sebagai golongan Kristen yang radikal yang menyebarkan brosur provokatif terkait kasus Tolikara. Bukan hanya masjid atau musholla, gereja yang tidak sepaham dengan Kristen aliran GIDI juga tidak diperkenan. .

****
Gereja Injili di Indonesia (GIDI)

 Berdasarkan informasi dari situs Pusat GIDI pusatgidi.org, Gereja GIDI pertama kali dirintis oleh tiga orang dari Badan Misi UFM dan APCM yaitu Hans Veldhuis, Fred Dawson, Russel Bond.

Setelah melakukan perjalanan, mereka mendirikan Camp Injili dan meletakkan dasar teritorial penginjilan dengan dasar visi: "menyaksikan Kasih Kristus Kepada segala Suku Nieuw Guinea" di area danau Acrhbold.

Dalam perjalanan proses penginjilan tersebut, tumbuh dan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dengan kerjama antara antara lembaga Kristen, pada 12 Februari 1963 memberikan nama gereja dengan nama Gereja Injili Irian Barat (GIIB) -1971 dengan pusat gereja di Irian Jaya.

Pada tahun 1971 nama gereja GIIB diganti dengan GIIJ (Gereja Injili Irian Jaya) - 1988, sejalan dengan masa peralihan Irian Barat ke wilayah NKRI dimana nama Irian Barat diganti dengan Irian Jaya. Pada tahun 1988 nama gereja ini berubah menjadi Gereja Injili Di Indonesia (GIDI).

Gereja tersebut berdiri sejak tanggal 12 Februari 1962. Terdaftar pada : Departemen Agama RI di Jakarta Nomor: E/Ket/385-1745/76. Daftar Ulang: F/Ket/43-642/89. Akta Nomor: 15 Tanggal 06 Januari 1989 dengan bentuk Otonom dan Gereja Nasional.

Gereja GIDI secara keseluruhan terdiri dari 8 Wilayah Pelayanan di seluruh Indonesia.  Terdiri atas 61 Klasis, 11 Calon Klasis.  Memiliki 2 buah rumah sakit swasta: Klinik Kalvari di Wamena dan rumah sakit Immanuel di Mulia.

Pendidikan:  Sekolah Tingkat Atas: STAKIN, SAID.  Perguruan Tinggi: STT GIDI di Sentani.  Sekolah Alkitab berbahas daerah (Lokal): 7 buah. TK-PAUD 5 buah, SMP dan SMU sebanyak 9 buah tersebar di seluruh wilayah GIDI.


red. Ibnu L' Rabassa

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News