Top News :
Home » , » 'Ada yang Bertanya 'Apa Sih Sumbangsih HTI terhadap Indonesia ?'

'Ada yang Bertanya 'Apa Sih Sumbangsih HTI terhadap Indonesia ?'

Posted on Sunday, 9 August 2015 | garis 16:49

Muslimedianews.com ~ Hizbut Tahrir merupakan sebuah kelompok transnasional yang tidak memiliki akar sejarah perjuangan di Indonesia. Mereka masuk kesebuah negara, termasuk di Indonesia, bisa dikatakan sebagai 'penjajah' yang bergerak secara halus dengan membawa slogan khilafah. Sebab tujuan akhirnya, jelas-jelas upaya makar terhadap NKRI.

Ada pertanyaan yang kadang sulit dijawab oleh Syabab HTI, yaitu terkait dengan kontribusi Hizbut Tahriri terhadap Indonesia. Tetapi ada pula, syabab HTI yang berupaya memberikan jawaban. Misalnya, eorang Syabab HTI bernama Syamsul Arifin dijejaring sosial  mengatakan : "Aneh, ada yang bertanya 'Apa sih sumbangsih Hizbut Tahrir' untuk Indonesia ini? Kenapa selalu memojokkan dan menyalahkan Pemerintah, jangan ngomong doang, apa hasil mereka, mana sekolah yang mereka buat? mana pesantrennya? mana kampusnya? mana majlis taklimnya? mana? jangan ngomong doan, ga ada kan semuanya?'

Menurut syabab HTI tersebut, pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang berasal dari orang yang tidak memahami Hizbut Tahrir. Lalu syabab HTI berupaya 'ngeles' dengan mengatakan :  "Ketahuilah, Hizbut Tahrir bukan ormas, bukan ormas sosial atau keagamaan. Hizbut Tahrir adalah partai politik ISLAM. Tugas partai politik bukan membuat sekolah dan pesantren. Tetapi, memegang KEKUASAAN dan MEMBUAT KEBIJAKAN sesuai syariat ISLAM.

Kalau mereka bertanya demikian, kenapa juga tidak bertanya, mana sekolah dan pesantren PDIP? Sekolah PAN? Pesantren Demokrat? Mereka partai politik dan bertujuan memegang kekuasaan dan membuat kebijakan. Hanya saja mereka partai sekuler dan liberal."


Dari sedikit paparan syabab Hizbut Tahrir itu, level 'ormas' bernama HTI ini ya level partai-partai politik seperti lainnya. Berbeda dengan ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU, misalnya) yang levelnya berada diatas partai politik.

Hizbut Tahrir bukan ormas? ya meskipun HTI mengaku sebagai partai politik Islam, namun di NKRI, HTI tersebut terdaftar sebagai organisasi masyarakat (ormas) Islam yang dilindungi oleh undang-undang yang berlaku di Indonesia. Terdaftarnya Hizbut Tahrir sebagai ormas di NKRI, dulu membuat kalangan elit Hizbut Tahrir heboh. Lama-kelamaan mereka nampak mulai melunak, akhirnya mau tidak mau standar ganda mereka pakai, dan sampai saat ini, HTI di Indonesia terdaftar sebagai ormas.

Sebagaimana tujuan Hizbut Tahrir yang dipaparkan oleh syabab HTI diatas yaitu memegang kekuasaan dan membuat kebijakan, maka bila ditanya apa kontribusi HTI ya tidak ada. Sebab mereka nyata-nyata tidak memiliki kekuasaan, apalagi sampai membuat kebijakan.

Kontribusi HTI yang nihil tersebut karena mereka memang tidak memiliki akar sejarah di Indonesia. Oleh karena itulah, agar mereka tidak dianggap sebagai "Omdo" (istilah yang sering digunakan kalangan kader pks terhadap syabab HT), maka syabab HTI saat ini nampaknya berupaya membangun lembaga pendidikan, kelompok bisnis dan sebagainya. Salah satunya, kampus di Yogyakarta yang bernama Hamfara, bisnis properti yang mulai dilirik oleh sebagian syabab hti berduit, dan sebagainya

Syabab HTI tersebut juga mengatakan : "Kami Hizbut Tahrir partai politik Islam berasaskan Syariah dan bertujuan menerapkan Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah, oleh sebab itu dalam berjalan dan berdakwah untuk meraih kekuasaan juga menggunakan Standard Tinggi, Standard Islam (Fiqrah dan Thariqah), bukan standard binatang yang hantam sana sini karena Uang."

Begitu juga saat sudah memegang kekuasaan dan membuat kebijakanpun akan sesuai dengan ISLAM. Mau bukti?, Mari gandeng tangan KAMI, Mari menuju Islam bersama, Mari kami tunjukkan jalan menuju kejayaan Hakiki, Kejayaan Islam, Mari raih kekuasaan bersama dan lihatlah KEBIJAKAN yang akan Khalifah buat."


Mungkin lebih tepatnya adalah standar Taqi An-Nabhani, pendiri Hizbut Tahrir. Dan soal HTI meraih kekuasaan, selamanya akan menjadi mimpi mereka dari generasi ke generasi sampai mereka berpisah dari dunia (mati). Sebab Ahlussunnah wal Jama'ah di Indonesia, NU misalnya, senantiasa berupaya memperkokoh NKRI dari berbagai ancaman. Demikian pula Muhammadiyah dan berbagai ormas Islam yang memiliki akar sejarah perjuangan di NKRI.

Terakhir, HTI mungkin memang tidak perlu memberikan kontribusi terhadap Indonesia karena Indonesia bukan negara mereka. Sebaliknya, Indonesia dikufurkan oleh mereka. Negara mereka bernama khilafah yang selalu ada dalam khayalan para syabab Hizbut Tahrir.  Oleh karena itu, sampai detik ini mereka masih terombang-ambing diberbagai negara karena belum punya negara.


Oleh : Ibnu Manshurhttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=1390855621210574&set=a.1390734261222710.1073741828.100008584485804&type=1

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News