Top News :
Home » » Aksi Kiai Wahab Hasbullah Sebelum Pencetusan Resolusi Jihad

Aksi Kiai Wahab Hasbullah Sebelum Pencetusan Resolusi Jihad

Posted on Sunday, 16 August 2015 | garis 08:54

Muslimedianews.com ~ Katib Nahdhatul Ulama (NU) KH Wahab Chasbullah yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi tahun 2014, berperan sentral dalam pertempuran 10 November 1945. Selain telah membentuk angkatan perang, strategi jitu Mbah Wahab ini mampu membuat kemerdekaan Indonesia dapat dirasakan hingga saat ini.

Sebelum keluarnya Resolusi Jihad, KH Wahab Chasbullah tidak pernah berhenti untuk melakukan konsolidasi ke sejumlah wilayah di Jawa dan Madura. Selain itu, saat Jepang menjajah Indonesia selama 2,5 tahun ini banyak menggandeng kiai dan santri yang tidak dilakukan oleh Belanda selama menjajah Indonesia.

Menurut sejarawan NU Choirul Anam, Mbah Wahab sering turun ke daerah-daerah berkonsolidasi dan menggulirkan motivasi bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

"Makanya saya beranggapan bahwa operator gerakan adalah Mbah Wahab. Kiai ini dikenal mobile kemana-mana untuk melakukan konsolidasi dan juga jago dalam berdiplomasi," kata Cak Anam kepada Okezone di Graha Amerta, Surabaya, 2014.

Cak Anam mengaku pernah bertemu langsung dengan saksi mata peristiwa Resolusi Jihad, yakni Kiai Wahab Turhan. Kiai ini melihat langsung rapat pada 21-22 Oktober 1945 di Kantor NU, Jalan Bubutan, Surabaya. Kiai Turhan ini adalah tukang pembuat kopi di kantor NU saat itu.

"Dia berkata kepada saya bagaimana Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy'ari), Mbah Wahab dan Panglima Zainul Arifin rapat. Mereka membicarakan terkait Belanda akan menguasai kembali Indonesia sementara Jepang tidak bisa berbuat apa-apa karena telah kalah perang dengan Sekutu. Dalam rapat itu dipimpin oleh Mbah Wahab bersama ulama lainnya," jelas Cak Anam.

Saat itu, kata Cak Anam, terlihat bagaimana Mbah Hasyim menyatakan negara dalam kondisi darurat dan harus perang fisik. Hingga akhirnya tercetus pepatah "Isy Kariiman aumut Syahidan", yang artinya hidup mulia atau mati syahid.

Pertimbangan Mbah Hasyim menyatakan perang, ungkapnya, karena Indonesia telah memiliki pasukan terlatih yakni Hizbulloh, Sabililah dan ditambah lagi dengan sukarelawan atau Mujahidiin dari warga sipil.

"Saya juga diberi salinan Resolusi Jihad yang saat ini tersimpan di Museum NU. Sayangnya, saksi mata yang saya wawancarai sudah meninggal," ujar mantan Ketua Ansor Jawa Timur ini.

Hingga akhirnya, pada tanggal 22 Oktober muncul resolusi jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy'ari. Dari sini terlihat bagaimana sosok KH Wahab Chasbullah yang menghormati seniornya. Hingga yang membuat legitimasi adalah orang yang dituakan.

Saat itu, KH Hasyim Asy'ari adalah simbol umat Islam di Indonesia. Salah satu butir dari resolusi jihad adalah mewajibkan masyarakat untuk angkat senjata dari radius 94 Kilometer dari kota Surabaya.

Imbas resolusi jihad ini menumbuhkan semangat bela negara di kalangan masyarakat. Warga sipil dengan persentaan ala kadarnya berbondong-bondong berangkat ke Surabaya untuk berperang. Sementara di perjalanan, warga yang tidak ikut berperang memberikan logistik kepada para pejuang ini.

Resolusi jihad ini keluar juga kondisi politik bangsa Indonesia saat ini. Pemerintah pusat mendapatkan tekanan dari dunia international terkiat Belanda dan Sekutu ingin berkuasa kembali di Indonesia. Hingga akhirnya Presiden Soekarno mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat Surabaya.

Dalam pertempuran 10 November, Surabaya digempur dari segala penjuru oleh Belanda dan Sekutu. Tercatat ada 1.000 bom berdaya ledak tinggi yang dijatuhkan di Kota Surabaya. Ribuan pejuang gugur dalam pertempuran itu. Kata Cak Anam, pertempuran itu memang tidak seimbang.

Sehingga Belanda dan Sekutu menuai kecaman dari dunia internasional. Bahkan, Inggris yang juga sebagai pasuakan sekutu menarik diri. Dorongan yang kuat dari dunia international inilah meminta agar Indonesia berdaulat sepenuhnya sebagai negara merdeka.

"Memang kita kalah dalam pertempuran itu. Karena memang tidak imbang. Tapi Belanda dan sekutu menuai kecaman dari dunia International hingga memaksa harus mengakui kemerdekaan Indonesia," pungkas Cak Anam.

sumber okezone, 2014/foto pawai resolusi jihad


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News