Top News :
Home » » Jokowi: Saya Memakai Sarung untuk Menjiwai Kultur Nahdliyin

Jokowi: Saya Memakai Sarung untuk Menjiwai Kultur Nahdliyin

Posted on Sunday, 2 August 2015 | garis 14:45


Jombang, Muslimedianews.com ~ Presiden Joko Widodo mengapresiasi tema besar Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU), yakni Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia. Dia meminta tema besar itu terus diawasi sebagai rujukan dunia.

"Ini harus menjadi contoh, diawasi sebagai role model (pedoman) Islam rahmatan lil alamin (bermanfaat bagi alam semesta),” kata Presiden dalam pidatonya saat membuka Muktamar NU di Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 1 Agustus 2015.

Indonesia, menurut Presiden, adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang dikenal moderat dan toleran.

"Islam moderat dan toleran yang berkembang di Indonesia lantaran Indonesia memiliki NU. Karena itu, saya sangat berterima kasih kepada Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari dan para pendiri NU yang mampu menanamkan Islam rahmatan lil alamin sampai sekarang," kata Jokowi.

Kontribusi NU terhadap Indonesia tidak diragukan sejak jaman perjuangan hingga mempertahankan kemerdekaan. 

"NU ikut membidani lahirnya negara kesatuan Indonesia. Sejak 1926, kiai-kiai NU menjadi garda depan penjaga Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” katanya.

Dia bercerita, Perdana Menteri Inggris yang datang ke Istana Negara, menyampaikan ketertarikannya untuk  mempelajari Islam di Indonesia. 

"Dia tanya soal NU, soal Muhammadiyah, secara detail, dan itu juga saya jawab dengan detail. Jadi saya juga menaruh harapan pada NU jadi jembatan peradaban. Bukan hanya menyangkut perbedaan paham Islam tetapi juga menjadi peradapan bangsa-bangsa di dunia sebagai Islam rahmatan lil alamin," ujarnya.

Kepala Negara juga meminta seluruh kompenan bangsa bisa menjaga toleransi dan kebhinnekaan dan belajar atas kasus Tolikara, Papua. Persaudaraan antarumat beragama mempunyai peran besar dalam membangun bangsa dan negara. "Membangun komunikasi antaragama dengan baik tidak boleh ditinggalkan.”

Melalui halaman Facebooknya, Presiden Jokowi mengungkapkan alasannya memakai sarung merah saat membuka Muktamar NU.

"Saya memakai sarung untuk menjiwai kultur Nahdliyin," tulisnya.

Pahlawan Nasional

Di akhir sambutan, Presiden menyampaikan kabar gembira kepada para peserta Muktamar karena pemerintah akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada tokoh pendiri NU, yaitu KH Wahab Chasbullah. Gelar itu akan diresmikan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 2015.

"Sejak jadi Presiden, gelar pahlawan nasional pertama yang akan saya anugerahkan adalah pada tokoh NU, yaitu KH Wahab Chasbullah," ujar Jokowi, yang disambut tepuk tangan para peserta Muktamar. (Vivanews/ FB)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News