FIQH
Fiqh

728x90

header-ad

468x60

header-ad

KH. Maimoen Zubair: Muktamar NU ke-33 Sah dan Mengikat

Muslimedianews.com ~ Ditemani seorang pendampingnya, Ismail Hafidz, Kyai Said Aqil Siradj melakukan kunjungan perdananya ke Magelang (08/08). Ketua Umum PBNU terpilih itu hendak sowan (menghadap) ke Kyai Maimoen Zubair, karena kyai sepuh asal Rembang itu diundang untuk ceramah di acara Halal Bihalal PP Tegalrejo Magelang, dan kepada kyai pengasuh pesantren tersebut.

Hadir pula di acara tersebut KH. Nurul Huda Jazuli, Pengasuh PP Ploso Kediri.

Menurut beliau, terpilihnya Gus Said (Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj) harus disyukuri bersama sebagai warga pesantren. "Sekaligus saya mengingatkan dengan sebenar-benarnya bahwa Nahdlatul Ulama yang sebenarnya ada di sini, di kampung-kampung, di pesantren-pesantren, di masjid-masjid dan surau-surau," tuturnya.

"Isu Kang Said Syiah sangat tidak benar seperti yang kita lihat dan saksikan. Saya 'bungah' Gus Said terpilih kembali karena ia sangat mengutamakan pesantren. Jargon 'Back to Pesantren' bukan hanya isapan jempol belaka. Dulu saya juga pernah mengatakan ini kepada Kyai Hasyim Muzadi agar lebih condong ke pesantren. Semoga Gus Said diberi kesehatan dan kesabaran dalam mengemban amanat Muktamar ini. Dan yang harus dicatat adalah, meskipun saya bukan termasuk dalam tim Alul Halli Wal Aqdi (Ahwa), saya sangat mendukung legalitas Ahwa dan Hasil Muktamar Nahdlatul Ulama 33," pungkas kyai sepuh yang akrab disapa Gus Da itu.

Disamping itu, Mbah Moen (KH. Maimoen Zubair Pengasuh PP Al-Anwar Sarang Rembang) turut pula menegaskan dan menandaskan bahwa Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 sah dan mengikat. (Ismail Hafidz/Kunanfadinaka).

via padhang-mbulan.org
« PREV
NEXT »

Facebook Comments APPID