Top News :
Home » » KH. Ma'ruf Amin Siap Dorong PBNU Jadikan Islam Nusantara sebagai Pola Pikir

KH. Ma'ruf Amin Siap Dorong PBNU Jadikan Islam Nusantara sebagai Pola Pikir

Posted on Monday, 10 August 2015 | garis 11:58

Muslimedianews.com ~ Setelah melalui proses yang dinamis pada Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/8) dini hari, KH Ma'ruf Amin didaulat oleh sembilan kiai yang tergabung dalam ahlul halli wal aqdi (AHWA) sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2015-2020. KH Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai rais aam setelah KH Mustofa Bisri atau Gus Mus tidak bersedia menjadi rais aam.

Kini, KH Ma'ruf Amin siap mendorong PBNU menjadikan Islam Nusantara sebagai pola pikir dan perilaku masyarakat Indonesia. Berikut petikan wawancara Kompas dengan KH Ma'ruf Amin.

Ada banyak isu kebangsaan dibahas dalam muktamar. Mana yang jadi prioritas?

Yang utama ialah sosialisasi dan edukasi paham Islam Nusantara agar warga NU dan bangsa Indonesia pada umumnya bisa menggunakan pendekatan Islam yang damai, santun, dan toleran. Ini penting untuk menjaga kerukunan bangsa Indonesia agar seluruh masyarakat bahu-membahu membangun kehidupan bangsa dan negara.

Kami berharap tidak sampai lima tahun Islam Nusantara sudah bisa menjadi pola perilaku masyarakat Indonesia. Cara berpikir ini (Islam Nusantara) bisa ditularkan ke luar NU untuk seluruh bangsa ini dalam kerangka penguatan kerukunan.

Apakah pemahaman Islam Nusantara juga akan diperkenalkan di luar Indonesia?

Apa yang berlaku di Indonesia akan kami sebarkan bahwa Islam Nusantara itu membawa damai di Indonesia. Kami akan tunjukkan kedamaian bisa kita bangun di Indonesia: antaragama, antarsuku, antaretnis saling menopang. Islam Nusantara itu Islam yang bersendi pada kearifan lokal. Sekarang banyak pihak seperti PM Inggris (David Cameron) berkunjung ke Indonesia, ingin tahu seperti apa pola hubungan antaragama di Indonesia. Jawabannya adalah Islam Nusantara.

Setelah ditetapkan sebagai rais aam, Anda menyatakan pentingnya konsolidasi organisasi. Mengapa jadi prioritas?

Program tidak mungkin bisa berjalan optimal kalau organisasi tidak siap. Oleh karena itu, organisasi harus dikonsolidasi, harus direvitalisasi agar para pengurus sudah siap ketika kami menurunkan program-program hasil muktamar. Sarana pendukung juga perlu disiapkan.

Kami akan menggelar berbagai pelatihan tentang pengelola- an organisasi agar sumber daya manusianya juga siap. Komunikasi juga harus lancar di tingkat pengurus cabang ataupun pengurus wilayah. Selain itu, penting juga disiapkan kader-kader dalam bentuk satuan kerja untuk menjalankan program.

Sebagai ormas Islam terbesar, NU jadi daya tarik bagi partai politik. Bagaimana hubungan NU dan politik praktis?

Hubungan NU dan partai politik itu hubungan kemitraan untuk saling membantu dalam arti membangun negara ini. NU secara kelembagaan sudah menyatakan tidak (berhubungan) secara struktural dengan partai politik mana pun. Kalau orang per orang sebagai orang NU, sebagai pengurus NU, ada kecenderungan mendukung partai politik tertentu, boleh saja sepanjang tak membawa lembaga NU.

Jadi lembaga NU tidak boleh terkooptasi partai politik mana pun. NU juga jangan terkooptasi oleh pemerintah. Artinya, hubungan dengan pemerintah itu berbentuk kemitraan, yakni saling membantu, menopang, tetapi juga saling membetulkan. Juga saling mengkritik.

Hubungan kemitraan itu simbiosis mutualisme. Tujuannya membawa kesejahteraan untuk masyarakat Indonesia. Kerja sa- ma bukan dalam arti mengumpulkan "suara", melainkan bersama membangun negara ini.

Muktamar berlangsung sangat dinamis. Ada yang puas, ada pula yang kecewa. Bagaimana menyikapi perbedaan itu?

Kami akan terus konsolidasi. Hal-hal apa yang harus kami samakan? Hal apa yang harus kami akomodasi, tanpa harus mengurangi proses yang sudah benar itu. Proses yang benar, semua sudah dilalui.

(Antony Lee/Khaerudin)
sumber kompas

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News