Top News :
Home » » Monolog Metaekologi Eko Tunas di Tanggungrejo

Monolog Metaekologi Eko Tunas di Tanggungrejo

Posted on Wednesday, 26 August 2015 | garis 08:26

Semarang, Muslimedianews.com ~ Sungai merupakan anugeran Tuhan yang diberikan untuk keberlangsungan kehidupan, menyimpan dan mengalirkan air yang dapat digunakan untuk kebutuhan manusia. Namun apa jadinya jika kita tidak peduli dengan keberlangsungan kehidupan di sungai. Selain demi kebutuhan manusia, ada makhluk lain yang membutuhkannya seperti sekawanan ikan, ular, buaya dan bahkan makhluk-makhluk kecil yang hidup di sungai. Sedikit gambaran pementasan monolog yang dimainkan aktor monologer Eko Tunas dalam acara Pesta Rakyat Kampung Tanggungrejo.

Bertempat di halaman SD Pangudi Luhur Vincentius Eko Tunas memainkan monolognya dengan tema sungai dan tanah. Dalam monolog tersebut ia ingin menyampaikan harapan bahwa perkampungan akan tampak indah jika ada kehidupan yang serasi, adanya sungai, pohon, burung dan tentunya harmonisasi kehidupan antar makhluk.

Monolog tanah dan sungai menggambarkan kepada kita untuk untuk turut andil menjaganya, seperti tidak membuang sampah sembarangan, memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan pada intinya kita dilarang untuk melakukan pengrusakan. Karena terkadang sungai dan tanah di politisasi oleh kepentingan elit politik tersentu dan dijadikan lahan eksploitasi para pembuang limbah pabrik.

Eko Tunas mengatakan, monolog ini dipersembahkan untuk kampung Tanggungrejo bahwa untuk menjadikan kampung tampak indah yakni dengan seni. Dengan kesenian hubungan antara manusia, tuhan dan alam akan harmonis, saling menjaga dan merawat untuk tetap melestarikan alam kehidupan ini, Senin (24/8)

“Sungai bukan untuk dikampanyekan pada ajang politik oleh para politikus, tapi dikampanyekan dalam laku kehidupan sehari-hari,” lanjutnya

Pentas monolog tersebut merupakan akhir dari penutupan acara Pesta Rakyat Kampung Tanggungrejo yang telah berjalan ke emapat kalinya. Dimana sebelumnya ada beragam kegiatan seperti performance metaekologi yang dimainkan oleh Lukni Maulana, Basa Basuki, Eko Tunas, Wage Tegoeh Wijono dan Teater Gema Upgris yang diiringi oleh kirab budaya. Penampilan nada dan warna yang dilakukan oleh pelukis Art Gottic dan beragam penampilan lain dari Kumandang Sastra, Musik Keroncong Sekar Nada, Poemblusukan, Shendon Kudus, Djawahir Muhammad, Kelana Siwi Kristiyaningtyas, Agoes Dhewa, dan Narti Rikha. (Gedang Swarga)


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News