Top News :
Home » » Video 1 Menit 26 Detik, Propaganda untuk Menyerang Kiai Said dengan Tuduhan Syi'ah

Video 1 Menit 26 Detik, Propaganda untuk Menyerang Kiai Said dengan Tuduhan Syi'ah

Posted on Sunday, 9 August 2015 | garis 23:25

Muslimedianews.com ~ Telah banyak tersebar video potongan (tidak lengkap) hanya berdurasi sekitar 1 menit 26 detik, atau sekitar 2 menit. Video potongan itu digunakan untuk menyerang Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj dengan tuduhan Syi'ah. Bukan hanya itu, dengan video potongan yang singkat itu pula, KH. Said Aqil Siraj dianggap telah menggoblok-goblokkan warga NU.

Video itu lalu banyak disebarkan oleh kalangan Wahhabi, atau pihak-pihak yang tidak senang terhadap Ketua Umum PBNU, baik di facebook, twitter, terutama di situs-situs Wahhabi.

A. UPLOADER VIDEO DI YOUTUBE.

Di Youtube, video potongan itu diupload beberapa akun, diantaranya akun Youtube (1) Fadhil Fadhlulloh https://www.youtube.com/channel/UCZiInmnOXGiqxqjKmLJ4HZw pada 23 Oct 2014. Video potongan itu diberi judul "Said Aqil Siradj ternyata orang syi'ah !!". Link video https://youtu.be/cavyQuFC2OI.

Video yang diupload Fadhil Fadhlulloh itu telah mengalami proses editing ulang dengan mengulang-ulang beberapa bagian video sehingga durasinya menjadi 2 menit 29 detik.

Uploader lainnya akun Youtube (2) muizul hidayat https://www.youtube.com/channel/UCodDKtnOCJk2eImG3qq79RA pada 3 Aug 2013. Judul yang diberikan adalah "said agil ( ketua PBNU ) itu syiah". Link video https://www.youtube.com/watch?v=Rxm608ZSff8 . Video berurasai 1 menit 25 detik.

Uploader lainnya akun Youtube  (3) Admin of the site https://www.youtube.com/channel/UCi3Mf8mcRmozC-xOR8cHvog pada 22 Dec 2014. Judul yang diberikan "Said Aqil Sirad Seorang Syiah yg Sedang Taqiyah ". Link video https://www.youtube.com/watch?v=5ta13mzeTXQ. Durasi 1 menit 25 detik. Dalam video yang diupload akun Youtube Admin of the site  itu mencantumkan situs miliknya berjudul www.pakarfikir.com .

Setidaknya tiga akun itu yang mengupload di Youtube dan mungkin ada akun-akun lain, baik di Youtube, website maupun akun facebook yang mengupload video yag sama. Pihak penguload memvonis Kiai Said sebagai Syi'ah. Sementara, Kiai Said bukanlah Syi'ah sebagaimana dituduhkan pihak Wahhabi dan sejenisnya.

B. TRANSKIP VIDEO POTONGAN
Video tersebut memang sebuah potongan (bukan video yang utuh) yang tidak bisa dijadikan bahan untuk menuduh apalagi memvonis seperti yang dilakukan para penguoload video diatas.

Berikut transkipnya video potongan itu:
"Kita yang mencintai Ali, kita yang mencintai mencintai Rasulullah Saw, mari kita pertahankan ini, keyakinan yang benar ini, mari kita pertahankan baqiyyah min baqayat amalish shalihah, sedikit saja amal shalih, mari kita pertahankan, yaitu ihya-i asyuro', ihya-i arba'in, ihya-i syuhada-i Karbala.

Mari kita hidupkan tragedi Karbala dengan pertemua seperti ini, syukur-syukur lebih dari ini. Syukur-syukur lebih besar lagi, mari kita pertahankan shautul haq ini, suara kebenaran, mari kita pertahankan.

Nggk apa-apalah sekarang orang sedikit, Insyaallah, yang penting tidak dilupakan, harus ada. Insyaallah lama kelamaan akan dipahami oleh orang banyak. Dikalangan NU sendiri masih banyak yang belum paham. Ngak apa-apa, maklum belum mengerti!. Allahummahdihim fainnahum La ya'lamun. Berilah pengertian kepada orang-orang yang belum paham dengan peringatan Asyuro, peringatan Arba'in, ya Allah berilah petunjuk kepada umat Islam, warga nadhliyyin, pesantren-pesantren yang belum mengerti tentang apa itu yaumul asyuro, tentang apa itu yaumul arba'in.

Maafkan mereka ya pak ya, karena mereka itu fainnahum laa ya'lamuun, karena belum mengerti. Kata Imam Ali Zainal Abidin .. "Alhamdulillah ja'ala a'da'a umaqa', Alhamdulillah musuh-musuh saya itu goblok-goblok semua", kira-kira begitu, orang dungu-dungu, ahmaq ahmaq..".

C. POIN PENTING CERAMAH KH. SAID AQIL SIRAJ
Perlu dipahami bahwa Kiai Said memiliki karakter ceramah yang berbeda dengan lainnya. Dalam berbagai ceramah KH. Said Aqil Siraj, materi-materi yang disampaikan biasanya selalu seputar agama Islam sebagai agama berperadaban (tamaddun), Islam bukan hanya aqidah wasy syari'ah, tetapi juga tsaqafah hadlarah dan sebagainya; biasanya pula diselingi dengan kisah-kisah sejarah, misalnya munculnya ilmu ushul fiqh Imam al-Syafi'i, masalah bid'ah dan hal-hal lain yang mudah dicerna masyarakat.

1. Dalam potongan video diatas KH. Said Aqi Siraj mengajak untuk mempertahakan peninggalan-peninggalan yang baik. Sedikit saja ada kebaikan maka perlu dipertahankan.

Ada beberapa kegiatan yang disebutkan Kiai Said yaitu ihya-i asyuro', ihya-i arba'in, ihya-i syuhada-i Karbala, atau menghidupkan hari Asyuro, Arba'in, dan peristiwa Karbala.

Bagi kalangan Wahhabi, peringatan tersebut merupakan sesuatu yang sesat, apalagi bila dikaitkan dengan Syi'ah. Jangankan peringatan tersebut, peringatan Maulid Nabi, Tahlilan, Haul dan sejenisnya juga tidak disukai oleh kalangan Wahhabi. Sehingga kebencian mereka terhadap acara-acara peringatan seperti itu bukan hanya soal Syi'ah, tetapi terkait dengan pemahaman mereka terhadap acara-acara peringatan itu sendiri.

Terkait peringatan Asyuro, tidak hanya Syi'ah yang memperingati, kalangan nahdliyyin pun memperingati hari Asyuro, dan sudah menjadi tradisi di Indonesia. Namun, dalam persoalan teknis, ada perbedaan dengan Asyuro sebagian Syi'ah dimana mereka meratap sampai mendlolimi diri mereka sendiri. Perbuatan dengan menyakiti diri sendiri itu ditentang oleh kalangan Ahlussunnah wal Jama'ah, bahkan fatwa Syi'ah terbaru melarang kegiatan tersebut.

Di Indonesia, sebagian besar masyarakat punya tradisi tersendiri di hari Asyura, diantaranya berpuasa, memperbanyak sedekah, hingga menyantuni anak yatim. Dalam sejarah, hari Asyuro merupakan hari terjadinya pembantaian terhadap cucu Rasulullah Sayyidina Hussain bin Ali dipadang Karbala. Sebagaimana dikatakan Kiai Said dalam ceramahnya disempatan lain, itu merupakan tragedi kemanusiaan. "Tradegi karbala bukan hanya miliknya Syi'ah. Itu tragedi kemanusiaan. Ada orang dibantai sekeluarga, dihancur leburkan dipadang Karbala, itu tragedi kemanusiaan." (sumber)

Demikian pula dengan peringatan Arba'in yaitu peringatan 40 hari pasca syahidnya Imam Husain As di Karbala beserta para sahabat-sahabatnya. Peringatan ini sama halnya dengan Haul yang sudah biasa dilakukan umat Islam di Indonesia. Haul untuk keluarga yang meninggal, ulama dan sebagainya sudah biasa dilaksanakan oleh umat Islam. Selama suatu peringatan itu diisi dengan ceramah atau hal-hal yang baik serta bermanfaat, maka tidak ada persoalan sama sekali.

Adapun Wahhabi, wajar bersikap keras terhadap peringatan Arba'in karena peringatan itu masih diidentikkan dengan Syi'ah dan dianggap sebagai bid'ah sesat, seperti mereka membid'ah sesatkan acara Haul, Tahlilan dan sejenisnya.

Dan begitu juga dengan ihya-i syuhada-i Karbala, yaitu peringatan mengenang perjuangan para Syuhada yang telah gugur di Karbala. Ketiga hal diatas, memiliki intisari yang sama yaitu mengambil pelajaran dari peristiwa sejarah, dimana peristiwa sejarah tersebut bukan hanya milik kelompok tertentu.

Momentum seperti itu adalah baik. Apalagi sosok yang diperingati seperti Sayyidina Husein bin Ali merupakan sosok yang sangat dihormati di kalangan Ahlussunnah wal Jama'ah. Demikian pula, Fathimah Az-Zahra', Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan sebagainya.

2. Dalam potongan video itu Kiai Said mengatakan : "Nggk apa-apalah sekarang orang sedikit, Insyaallah, yang penting tidak dilupakan, harus ada. Insyaallah lama kelamaan akan dipahami oleh orang banyak".

Sebagaimana dketahui bahwa peristiwa Karbala memang masih kurang dipahami oleh sebagian umat Islam. Banyak mereka menyangka bahwa itu hanya milik Syi'ah. Sementara yang dibantai adalah cucu Rasulullah Saw yang sangat dihormati oleh Ahlussunnah wal Jama'ah. Bahkan, ketika ada orang berbicara kasus Karbala atau ada peringatan berkaita dengan Karbala  maka dianggap bagian dari Syi'ah.

Memang, tidak bisa dipungkiri bahwa Syi'ah memperingati peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan Kabarla, dan diantara mereka berlebih-lebih dalam memperingatinya. Hal-hal yang berlebih-lebihah seperti menyakiti diri sendiri itulah yang tidak disetujui oleh kalangan Aswaja. Adapun soal kumpulan peringatan, apapun bentuknya selama berisi kebaikan berupa ceramah dan dzikir, maka tidak masalah.

3. Dalam potongan video itu, Kiai Said juga mengatakan:  "Dikalangan NU sendiri masih banyak yang belum paham. Ngak apa-apa, maklum belum mengerti!. Allahummahdihim fainnahum La ya'lamun. Berilah pengertian kepada orang-orang yang belum paham dengan peringatan Asyuro, peringatan Arba'in, ya Allah berilah petunjuk kepada umat Islam, warga nadhliyyin, pesantren-pesantren yang belum mengerti tentang apa itu yaumul asyuro, tentang apa itu yaumul arba'in.

Maafkan mereka ya pak ya, karena mereka itu fainnahum laa ya'lamuun, karena belum mengerti. Kata Imam Ali Zainal Abidin .. Alhamdulillah ja'ala a'da'a umaqa', Alhamdulillah musuh-musuh saya itu goblok-goblok semua". kira-kira begitu, orang dungu-dungu, ahmaq ahmaq..".

Memang tidak bisa dinafikan bahwa diantara umat Islam masih tidak banyak yang paham peristiwa Karbala, sehingga apapun peringatan yang terkait dengannya maka langsung ditolak. Padahal mereka sudah terbiasa melakukan Maulid Nabi, Tahlilan, Haul dan sejenisnya.

"Maafkan mereka ya pak ya", kalimat ini ditujuan kepada siapa dan apa sebabnya? ini menjadi tanda tanya, sebab sekedar tidak setuju dengan kegiatan tersebut tidaklah mengapa, tetapi bila tidak setuju atau melakukan penolakan dengan aksi-aksi yang mengarah kepada kekerasan maka itu tindakan yang tidak cerdas, dan bukan merupakan karakteristik warga NU.


Dalam beberapa kasus, penolakan kegiatan tersebut memang disertai dengan aksi kekerasan. Kegiatan yang hampir sama dan perkataan yang sama juga pernah dilontarkan oleh Kiai Said saat mengisi ceramah hari Asyuro 10 Muharam di Keraton Kasepuhan Cirebon .
"Soal ada halangan, tempatnya pindah, saya harap kepada seluruh panitia, jangan marah. Maafkan mereka yang memindahkan tempat acara ini. Maafkan yah, jangan marah, jangan dendam.
Allahummahdihim fainnahum la ya’lamun. Alhamdulillahi al-ladzi ja’ala a’da’na umaqa."
 Baca : Tragedi Karbala Bukan Hanya Milik Syi'ah


Kepada siapa hal itu ditujukan? tentu hanya kepada pihak yang menghalangi kegiatan tersebut hingga memindahkan acara ke tempat lain. Bukan ditujukan kepada seluruh warga nahdliyyin. Sebaliknya, hanya hadir ke tempat acara merupakan orang nahdliyyin seperti KH. Mahfudzh, KH. Hassan Kriyani, pengurus NU,pengurus PMII, pimpinan Forum Umat Islam dan sebagainya.

Oleh karena itu, potongan video yang beredar sangat tidak bisa digunakan untuk memahami perkataan Kiai Said yang sesungguhnya. Beredarnya video potongan sementara video yang utuh tidak ditemukan itu justru memunculkan spekulasi adanya propaganda yang sengaja dihembuskan pihak tertentu, dan itu harus diwaspadai oleh kalangan nahdliyyin.

D. APAKAH KIAI SAID ITU SYI'AH ?

Beredarnya isu tentang Syi'ah-nya Kiai Said Aqil Siraj sudah lama bergulir dan menimbulkan keresahan dikalangan NU. Dari isu yang beredar tersebut, kemudian Kiai Said pernah disidang di Lirboyo, hasilnya Kiai Said bukanlah Syi'ah.

Forum Tabayyun juga pernah digelar oleh Kiai Muda NU Jawa Timur, hasilnya sebagaimana disampaikan oleh KH. Agoes Ali Masyhuri dalam forum tersebut bahwa Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA. bukan Syi'ah.  Baca: Ketika KH. Said Aqil Siradj Disidang Karena Isu Syi'ah . Sementara kalangan Wahhabi dan pihak yang membenci Kiai Said tetap dalam pendiriannya menyebarkan fitnah.

Dalam satu kesempatan ceramah, Kiai Said juga pernah memaparkan mengenai perbedaan Aswaja dengan Syi'ah. Berikut ceramah Kiai Said tersebut : Ini Beda Kita Dengan Syi'ah, Kata KH. Said Aqil Siraj


Oleh : Ibnu Manshur

https://www.youtube.com/watch?v=FUbCw2I9yhs

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News