Top News :
Home » » Fitnah Wahabi, Kiai Said Tidak Mau Rapatkan Shaf dan Pilih Shalat Bersama Iblis? Ini Transkip Ceramah Kiai Said

Fitnah Wahabi, Kiai Said Tidak Mau Rapatkan Shaf dan Pilih Shalat Bersama Iblis? Ini Transkip Ceramah Kiai Said

Posted on Friday, 11 September 2015 | garis 00:17

Muslimedianews.com ~ Mengapa Wahabi bisa dianggap sebagai pengikut Iblis ? Salah satu buktinya baru-baru ini fitnah dilancarkan oleh pengikut wahhabi terhadap Kiai Said Aqil Siraj. Fitnah tersebut bermuara pada dua hal : Pertama, mensalah pahami perkataan Kiai Said. Kedua, kegagalan (kebodohan) memahami hadits Nabi Saw.


Rekaman ceramah Kiai Said dipotong kemudian diupload ulang di Youtube dengan judul yang mengandung fitnah. Akun pengload adalah https://www.youtube.com/user/imam1238 . Potongan ceramah Kiai Said diberi judul "Tidak Mau Merapatkan Shalat Seperti Wahabi, Said Aqil Lebih Memilih Shalat Bersama Iblis ".

Dari judul tersebut seolah-olah Kiai Said enggan merapatkan shaf, padahal yang dikritik Kiai Said adalah kaki yang ditempel-tempelkan oleh pengikut Wahhabi sebagaimana banyak didapati kalau kita shalat bersama Wahhabi, bahkan kadang kaki di injak.

"terus kakinya harus ketemu satu sama lain, gak boleh ada ruang antara kaki, kenapa? nanti iblis disitu tempatnya, kalau saya Alhamdulillah iblis bisa ikut shalat... jadi kaki harus ketemu, antara satu dengan yang lain kakinya harus rapat, jangan sampai ada ruangan sedikit (antara kaki), kenapa? iblis nanti situ (cela antara kaki). ..",
jelas Kiai Said dalam ceramahnya yang disertai guyonan itu.

Berikut Transkip Lengkap Ceramah Kiai Said Terkait dengan Kritikan Disertai Guyonan Tersebut:
Qur'an berulang kali perintah shalat, aqimush shalah, aqimush shalah, tapi Qur'an tidak menjelaskan berapa kali shalat yang wajib sehari-semalam, tidak ada di Qur'an. Namanya shalat itu, apa namanya, tidak ada di Qur'an.

Jadi, kalau ada orang pidato, ceramah khutbah, mari kita kembal ke Qur'an, semua ada di Qur'an, ... goblok (Wahhabi), semua ada di Qur'a gimana?! nah, dihadits ada.. hadits wonten, furidlot alaikum khomsu maktuban, kata Rasulullah "diwajibkan kepadamu sekalian shalat sehari semalam 5 kali". (ini dalam) hadits, bukan (dalam) Qur'an, namanya Ad-Dhuhr, wal Ashr wal maghrib wal isya' wal fajr, (ini dalam) hadits bukan (dalam) Qur'an.

Nah, hadits pun, Rasulullah pun tidak menjelaskan syarat-syarat sahnya shalat, harus Islam baligh aqil suci dari hadats shaghir hadast kabir suci dari najis, gak ada didalam hadits se-urut itu. Rukunnya shalat 14: takbiratul Ihram niat berdiri bagi yang mampu, baca Fatihah.., gak ada didalam hadits (se-urut) itu.

Terus darimana kita tahu, syaratnya shalat ada 6, rukunnya shalat (ada) 14, darimana itu? dari Ijm'ul Ulama. darimana Bu..?!! itu baru shalat, baru satu itu contohnya.

Kalau ada orang belum pernah shalat, ada orang belum bisa shalat, belajar shalat, hanya baca Qur'an dan hadits, potong leher saya kalau (orang itu) bisa shalat, sembelehi aku le' iso nek ono wong dari Qur'an dan Hadits, potong leher saya kalau bisa, itu baru contoh shalat, belum haji, belum masalah lain-lain, tidak bisa kalau tanpa mengikuti ijmaul ulama. Hanya beda-beda dikit, kalau Imam Hanafi takbir santai, "Allahu Akbar.. (posisi tangan santai)", kalau Imam Malik malah tidak sedekap (membiarkan tangannya kebawah), kalau Imam Syafi'i tengah-tengah, kalau Imam Hanbali rodo nyekek, kayak wahabi-wahabi itu.. yang kalau shalat takbire ngene (mempraktekkan) terus kakinya harus ketemu satu sama lain, gak boleh ada ruang antara kaki, kenapa? nanti iblis disitu tempatnya, kalau saya Alhamdulillah iblis bisa ikut shalat... jadi kaki harus ketemu, antara satu dengan yang lain kakinya harus rapat, jangan sampai ada ruangan sedikit (antara kaki), kenapa? iblis nanti situ (cela antara kaki). Saya Alhamdulillah kalau iblis mau jama'ah....."
Berikut Video yang lengkap :
Potongan video yang disabotase oleh pengikut wahhabi (kumpulan munafiqin) aslinya adalah video berdurasi lebih dari 2 jam. Video tersebut merupakan ceramah Kiai Said pada Harlah NU ke 92. Berikut lengkapnya :




Website Wahhabi Penebar Fitnah :
Diantara situs wahhabi yang menebarkan fitnah adalah situs jurnalmuslim alias jurnal Wahhabi.

http://www.jurnalmuslim.com/2015/09/tidak-mau-merapatkan-shalat-seperti-wahabi-said-aqil-lebih-memilih-shalat-bersama-iblis-video.html

Fitnah tersebut dikutip dari situs Wahhabi yang menggunakan nama Syi'ah yaitu syiahindonesia.com. Situs ini dikelola oleh wahhabi tetapi menggunakan nama Syi'ah. Dalam hal ini, pengelola situs Wahhabi tersebut bertaqiyyah.

Facebooker Penebar Fitnah yang Perlu Diwaspadai :
Fitnah dalam situs wahhabi (syiahindonesia dot com) dan jurnal muslim disebarkna di jejaring sosial faceboo oleh pengikut-pengikut fitnah, diantaranya :

https://www.facebook.com/azzam.asadulloh



https://www.facebook.com/alisamanlc

 Wahhabi seperti dua orang diatas cukup banyak bertebaran difacebook sehingga umat Islam perlu mewaspadai hal tersebut. Fenomena tersebut disebabakan adanya umat Islam yang terjangkiti virus Wahhabi sehingga dilanda kebodohan beragama tetapi hebat dan bersemangat menebarkan fitnah.

HARUSKAH BERADU KAKI ?
Berangkat dari pertanyaan awal, apakah mata kaki ”harus” menempel dalam shaf shalat?

Ada dua pendapat; pertama yang mengatakan harus menempel. Ini adalah pendapat Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H). Bahkan beliau mengatakan bahwa yang mengatakan tidak menempel secara hakiki itu lebih jelek dari faham ta’thil sifat Allah.

Pendapat kedua, yang mengatakan bahwa menempelkan mata kaki itu bukan tujuan utama dan tidak harus. Tujuan intinya adalah meluruskan shaf. Jikapun menempelkan mata kaki, hal itu dilakukan sebelum shalat, tidak terus menerus dalam shalat. Ini adalah pendapat Utsaimin. Dikuatkan dengan pendapat Bakr Abu Zaid.

Sampai saat ini, penulis belum menemukan pendapat ulama madzhab empat yang mengharuskan menempelkan mata kaki dalam shaf shalat.

Merapatkan dan meluruskan shaf tentu anjuran Nabi. Tapi jika dengan menempelkan mata kaki, malah shalat tidak khusyu’ dan mengganggu tetangga shaf juga tidak baik.

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1420891824&=haruskah-mata-kaki-jamaah-saling-menempel-sepanjang-shalat.htm
Kesimpulannya adalah Kiai Said tidak pernah mengatakan tidak mau merapatkan shaf. Pernyataan fitnah bahwa kiai Said tidak mau merapat shaf berasal dari Wahhabi, bahkan pengikut Wahhabi salah paham terhadap hadits merapatkan shaf. Sebab dalam hadits yang dibawakan oleh wahhabi dalam situs syiahindonesia dan jurnal muslim tidak ada menyebut tentang menempelkan kaki, tetapi perintah merapatkan shaf.

red. Ibnu Manshur


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News