Top News :
Home » » Halaqah Membumikan Islam Nusantara Melalui Dakwah Islam yang Santun Sukses Digelar

Halaqah Membumikan Islam Nusantara Melalui Dakwah Islam yang Santun Sukses Digelar

Posted on Tuesday, 22 September 2015 | garis 14:54

Jakarta, Muslimedianews.com ~ SARKUB dan PAC IPNU Kec. Jatinegara menggelar Halaqah dengan mengangkat tema “Membumikan Islam Nusantara Melalui Dakwah Islam yang Santun", Ahad (20/9/2015) di Gedung NU Jatinegara.

Islam Nusantara yang berwatak toleran, moderat, dan mengutamakan kemaslahatan umat ini diharapkan dapat menjadi pola pikir dan pijak para kader NU didalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun narasumber dalam halaqah ini adalah Rois Syuriah MWC NU Kec. Jatinegara, KH Ahmad Fatchuri, S.Pd.I., Koordinator SARKUB Propinsi Papua, Gus Abdul Wahab. serta Ahmad jaelani Pengurus Cabang IPNU Kab. Tegal Acara ini dimoderatori oleh Abdul Ghofar yang juga menjabat sebagai sekretaris IPNU PAC Jatinegara.

Dalam pembukaannya, Ahmad Nur Mustofa mengatakan, bahwa Islam Nusantara bukan hanya tentang sebuah pemikiran, tetapi juga agenda aksi terkait pembumian Islam yang ramah, toleran, moderat, dan maslahah.

“Islam Nusantara yang diusung oleh NU berusaha mewujudkan keharmonisan hubungan antara negara, agama, dan budaya sehingga mampu menciptakan kemaslahatan,” ujar Mustofa.

Pengurus IPNU Kabupaten Tegal Ahmad Jaelani. dalam sambutanya mengatakan Akhir-akhir ini Islam Nusantara jadi wacana publik. Tak hanya di kalangan warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin), tetapi seluruh masyarakat Indonesia juga ikut memperbincangkannya. Seolah-olah ada anggapan bahwa Islam Nusantara adalah hal baru. Hal ini wajar karena Nahdlatul Ulama (NU) adalah ormas terbesar bangsa ini. Jika terjadi perubahan di dalam organisasi ini, pengaruhnya segera dirasakan oleh seluruh negeri. Karena itu, bentuk apresiasi publik seperti ini sangatlah positif, baik bagi NU maupun bagi negeri ini. “Untuk itu perlu dibuat sebuah forum halaqoh sebagai wahana silaturrahmi, berdikusi bersama, saling memahami apa itu Islam Nusantara",ujarnya.

Tema yang diusung dalam halaqoh ini adalah Membumikan Islam Nusantara Melalui Dakwah Islam yang Santun. Menurut KH Ahmad Fatchuri, S.Pd.I. , Islam Nusantara bukanlah hal baru bagi kita. Islam Nusantara adalah Islam Ahlussunnah Waljamaah al-Nadliyyah. Mengapa di sini perlu penyifatan al-Nahdliyyah? Jawabnya adalah karena banyak kalangan lain di luar NU yang juga mengklaim sebagai pengikut Ahlussunnah Waljamaah (disingkat Aswaja), tetapi memiliki cara pikir, gerakan, dan amalan yang berbeda dengan NU, hal inilah yang perlu kita diskusikan bersama, Ungkapnya

Gus Abdul wahab sebagai salah satu Narasumber beliau menyampaikan ada tiga pilar lanndasan Islam Nusantara. Pertama Fiqrah, kedua Harakah dan ketiga Muamalah. Abdul Wahab yang juga menjadi pengurus IPNU Jakarta Pusat  menjelaskan satu persatu landasan Islam Nusantara. Menurut dia, dalam  berpikir, Islam Nusantara tidak tekstualis, tidak radikalis dan liberalis. Ia mejelaskan jika seeorang memaknai sebuah  ayat secara tekstualis maka dampaknya bisa menjadi radikalis. 

"Pemahaman  terhadap ayat seara tekstualis sangat berbahaya, selain bisa menjadikan seseorang radikal juga bisa  menjadikan seseorng menganut paham Mujassimah (orang yang berkeyakinan bahwa Tuhan itu mempunyai jasad/bentuk fisik)," ujar Abdul Wahab.

Islam Nusantara juga tidak liberal. Islam Nusanatara harus berada pada cara berpikir Aqidah Asy'ariyah. 

Dari sisi harakahnya (gerakan), Islam Nusantara adalah gerakan perbaikan . Karena harakatul ulama (gerakan ulama) adalah memperbaiki umat. Gerakan NU adalah agama dan kemasyarakatan, ekonomi, politik dan  budaya. dalam melakuan berbagai Harakahnya Islam Nusantara mengedepankan Akhlakul Karimah. Cara bergeraknya soft (lembut). Tidak keras, tidak kasar, kesukarelaan, tidak main paksa.

Ia bercrita bagaimana komunitas SARKUB dalam mengahadapi beredarnya buku-buku tulisan H. Mahrus Ali di berbagai tempat di wilayah Indonesia. Buku yang ditulis benar-benar sangat meresahkan ummat Islam. Setelah tim SARKUB menerima berbagai laporan, tim yang di pimpin langsung oleh KH Thobary Syadzily melakukan harakah silaturrahim ke rumah kediaman H. Mahrus Ali di Tambakwaru Sidoarjo, Surabaya  Jawa Timur, untuk  dialog dan diskusi meminta penjelasan langsung mengenai buku-buku tulisannya yang meresahkan masyarakat dan menyesatkan itu.

"Itulah Islam Nusantara walaupun dengan orang berbeda paham. dalam menghadapi perbedaan Islam Nusantara lebih mengedepankan dialog dan diskusi,"  ujar Abdul Wahab dihadapan peserta Halaqoh.
Keempat dari sisi amaliyahnya. Islam Nusantara mengamalkan shalawat, istighotsah, maulidan, tahlilan, slametan, memperingati maulid Nabi, memperingati Isra Mi’raj dan lain-lain. 

“Islam Nusantara  ya Islam Ahlussunah wal Jamaah," pungkasnya.

Kemudian Abdul Wahab  yang juga Alumnus Pon Pes Attauhidiyyah bercerita tentang dakwah SARKUB ala Islam Nusantara yang sangat diterima di bumi Papua. Sebelum ditutup, acara dilanjutkan dengan diskusi.

Peserta Dalam halaqah ini, IPNU-IPPNU Ranting se-Kec. Jatinegara Sekretariat IPNU-IPPNU di lembaga Pendidikan Ma’arif NU Se_Kec. Jatinegara dan para aktifis muda.



Red: Ibnu Akhis/ Tim Sarkub.



Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News