Top News :
Home » , » Bersurban, Tapi Bahasa Keseharian Tetap 'Sampean'

Bersurban, Tapi Bahasa Keseharian Tetap 'Sampean'

Posted on Thursday, 8 October 2015 | garis 07:30

Muslimedianews.com ~
Dulu surban, gamis, jubah dan peci putih di Nusantara ditempatkan sangat mulia. Sebab itu adalah pakaianya Rasulullah Saw. dan para sahabatnya, meskipun tidak menafikan Abu Lahab dan Abu Jahal juga memakainya. Hingga kuli dan supir, bahkan non-Muslim pun di sana (Arab) juga memakainya, sebab itu busana adat mereka.

Tetapi karena Rasulullah juga memakai, di sini pakaian itu dijadikan pakaian 'kehormatan dan ciri khas' Ulama. Jadi tempo dulu kalau di masjid kita ketemu orang bersurban, gamis dan jubah, tak perlu ragu itu pasti Ulama/Kyai. Begitu juga 'peci putih', itu pasti 'Haji'. Demikian cara Ulama Nusantara memperlakukan 'busana Rasulullah' di bumi pertiwi ini.

Begitu juga dengan bahasa Arab, tidak hanya Akhi, Ukhti, Ana dan Antum. Tetapi nahwu-sharaf diajarkan sejak kanak-kanak plus kitab-kitab yang dipelajari langsung berbahasa Arab, bukan sekedar terjemahan. Namun dalam bahasa sehari-hari tetap menggunakan 'Sampean, Njenengan, dst'. Jadi bagaimana bisa ISLAM NUSANTARA dituduh anti Arab? (Gus Zimam Hanif)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News