Top News :
Home » » IPNU berharap sejarah perjuangan santri masuk dalam kurikulum

IPNU berharap sejarah perjuangan santri masuk dalam kurikulum

Posted on Monday, 26 October 2015 | garis 08:07

Muslimedianews.com ~ Keputusan presiden No. 22 tahun 2015 mengenai ketetapan hari santri nasional yang ditetapkan pada tanggal 22 Oktober 15 dengan langsung ditanda tangani dan dibacakan oleh jokowi harus dijadikan sebagai momentum yang sebaik-baiknya.

Momentum yang sangat baik ini, membuat PW IPNU DKI Jakarta mengajukan wacana agar sejarah perjuangan para ulama dan santri bisa dimasukan dalam mata pelajaran sejarah.

Ada beberapa alasan, diantaranya sebagai berikut:

Pertama sejarah mencatat, dalam masa peperangan menegakkan kemerdekaan, ada sebanyak 20 Batalyon dari 64 Batalyon yang dipimpin oleh para kiai pesantren. Inilah peran besar kaum santri dalam perjuangan kemerdekaan RI yang termotivasi dari fatwa Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 (NU Online, 15/10)

Kedua, resolusi jihad pada tanggal 22 oktober 1945, juga menjadi pemicu semangat santri dalam mempertahankan kemerdekan dan menginspirasi perlawanan para ulama serta santri melawan NICA pada tanggal 10 November.

Ketiga, kontribusi santri dalam membentuk dan mempertahankan bangsa ini tidak bisa dilupakan begitu saja, peranan santri terhadap bangsa ini sangat  lah besar. Meskipun pada akhirnya, setelah kemerdekaan peranan santri terus terlupakan. Apalagi pada masa orde baru, santri sangat dipinggirkan, tidak mendapat perhatian oleh pemerintah dianggap kaum yang marjinal, sangat dipinggirkan oleh pemerintahan orde baru.

Keempat, setelah masa orde baru berakhir, memasuki masa reformasi Peranan  para santri masih terus berlanjut dengan mempromosikan moderasi islam di tengah budaya dan etnik yang masif menciptakan perdamaian di negara ini.
Oleh karena besarnya peranan santri dan ulama terhadap bangsa ini, Pengurus PW. IPNU DKI Jakarta mengusulkan kepada KEMENDIKBUD agar sejarah perjuangan dan peranan ulama serta santri dimasukan kedalam kurikulum pendidikan pada mata pelajaran sejarah.

Muhammad Said mengatakan, sejarah perjuangan santri dan ulama banyak yang dikaburkan oleh sejarahwan, bahkan tidak masuk dalam buku pelajaran sejarah SD, SMP dan SMA. Seharusnya sejarah perjuangan santri bisa masuk kedalam pelajaran sejarah, agar para pelajar SMP dan SMA bisa mengambil hikmah dari sejarah tersebut.

“Besar harapan kami, dari PW IPNU DKI Jakarta agar sejarah perjuangan santri dan peristiwa resolusi jihad NU bisa dimasukan kedalam mata pelajaran sejarah” ucap Muhammad Said selaku ketua PW IPNU DKI Jakarta.

Dengan memasukan sejarah dibalik Hari Santri Nasional kedalam kurikulum, maka pelajar-pelajar indonesia bisa menjadi pelajar yang mempunyai jiwa kepahlawanan yang tinggi dan kecintaan yang sangat dalam terhadap negara ini sebagaimana para santri, dan menjadi aset negara yang bisa mewujudkan cita-cita negara” ujar Adam, ketua Dept. Kaderisasi. (kowi/hafiz)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News