Top News :
Home » » Menakar Esensi Hari Sumpah Pemuda ke-87 di Era Globalisasi

Menakar Esensi Hari Sumpah Pemuda ke-87 di Era Globalisasi

Posted on Thursday, 29 October 2015 | garis 08:24

Muslimedianews.com ~ Pada hari ini, rabu, 28 Oktober 2015 seluruh komponen bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Berbagai organisasi dan instansi baik organisasi atau instansi pemerintah maupun swasta melakukan kegiatan upacara bendera, yang hal ini  di lakukan serentak di seantero jagat Indonesia.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda, sejatinya tidaklah hanya sekedar rutinitas, ceremonial dan simbolis belaka. Namun di balik itu, kita harus bisa mengambil hikmah, manfa’at, intisasi, dan makna yang terdalam dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ini.

 Dimana sumpah pemuda adalah satu pijakan utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar sumpah pemuda yang dulu di kumandangkan pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu yang digaungkan oleh para pemuda dari berbagai latar belakang organisasi di seluruh Indonesia telah bertekad untuk menyatukan visi dan misi agar penjajah di Indonesia hengkang dari bumi pertiwi ini. Penggalan kalimat ikrar "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia"  adalah sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Dengan demikian, begitu antusiasnya dan semangatnya para pemuda zaman dulu, untuk membawa negara Indonesia ke gerbang kemerdekaan. Semangat dan antusias inilah yang kemudian kita patut untuk meneladani. Begitu gigih, solid dan rasa kebersamaan yang muncul dan yang ada di jiwa para pemuda, untuk melawan para penjajah agar Indonesia bisa merdeka.

Wajah Pemuda di Era Globalisasi
Di era globalisasi, tampaknya para pemuda kita sudah terlena dengan situasi dan kondisi yang sudah enak dan aman. Bahkan sebagaian pemuda, sudah lupa sejarah dengan para pemuda dulu, yang telah susah payah melawan para penjajah.

Sehingga kini, para pemuda sudah hilang kontrol, dimana mereka sudah merasa sangat asyik menikmati segalanya yang ada. Tak berpikir panjang terhadap akibat yang akan timbul di kemudian hari. Peristiwa tawuran, mengkonsumsi narkoba , pergaulan bebas sudah menjadi hal wajar di tengah-tengah masyarakat. Hal ini membuktikan, pemaknaan essensi hari sumpah pemuda masih bias. Bukankah seharusnya para pemuda lebih giat untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif ?.

Imam Syafii pernah mengatakan tidaklah dikatakan seoarang pemuda,  orang yang mengatakan inilah bapak saya ( inilah harta bapak saya, inilah vila sewa bapak saya, inilah rumah mewah bapak saya, inilah jabatan bapak saya, inilah mobil mahal bapak saya ), akan tetapi seoarang pemuda adalah orang yang mengatakan inilah saya ( inilah prestasi saya, inilah kreatifitas saya, inilah hasil kerja keras saya).

Pemuda yang baik adalah pemuda yang bisa memanfaatkan hari mudanya untuk hal-hal yang baik (belajar,mencari ilmu,beribadah) sebelum datang masa tuanya.Pemuda yang baik adalah pemuda yang hatinya bertakholluk (menggantungkan hatinya) ke rumah Allah (masjid) untuk selalu beribadah dan berdzikir serta rajin membaca Al-Quran.

Tantangan Pemuda di Era Globalisasi
Tantangan pemuda di era globalisasi tidaklah seberat seperti pemuda di zaman dulu, yang harus mengangkat senjata di medan pertempuran. Akan tetapi, tantangan pemuda di era globalisasi adalah sebagai berikut :
  1. Narkoba.
  2. Pergaulan Bebas.
  3. Perjudian.
  4. Tawuran.
  5. Minum-minuman.
  6. Bergaya hidup mewah.
Jadilah Pemuda Ideal
Pemuda ideal adalah pemuda yang mampu memanfaatkan waktu mudanya untuk meraih kebaikan dan tidak membuat stigma yang negatif yang akan timbul pada dirinya.

Di bidang ibadah :
1. Rajin sholat 5 waktu. Karena di sholatlah pemuda ini bisa tawajjuh kepada Allah dan bisa komunikasi. Dan sholat pula adalah pondasi agama, apabila sholatnya baik maka baiklah agamanya.

2. Rajin mengaji / menghadiri majelis – majelis ta’lim. Karena di dalam pertemuan majelis ini segala ilmu agama bisa di kupas tuntas, sehingga  pemuda bisa tau persoalan-persoalan agama. Mana yang hak dan mana yang batil. Hal ini pula menjadi sumber pijakan  pemuda untuk melangkah ke depan dan ini akan menjadi sebuah filter  pemuda dalam setiap bergerak.

3. Berbakti kepada orang tua. Karena berbakti kepada orang tua adalah sebagai penebus dari beberapa dosa. Ridho Allah tergantung dengan ridhonya kedua orang tua dan murkanya Allah tergantung juga dengan murkanya orang tua. Jangan pernah  pemuda mengangkat tangannya untuk memukul salah satu dari kedu orang tuanya, karena hal ini akan mengakibatkan  pemuda nantinya akan di ikat tangannya pada hari kiamat dengan ikatan rantai dilehernya.Untuk kemudian  pemuda juga jangan sekali-kali sampai memukul diantara kedua orang tuanya, jikalau hal ini terjadi, maka tangan  pemuda tersebut akan di potong ketika mau melewati jembatan shirotol mustaqim sembari sambil di pukuli oleh beberapa malaikat.Jangan sekali-kali  pemuda memanggil orang tua dengan nama aslinya, barangsiapa memanggil kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya maka neraka adalah tempatnya.

4. Rajin melestarikan budaya para leluhur ( ziarah ke orang tua / sesepuh ).
5. Rajin Silaturahmi baik antar sesama maupun para alim dan ulama.

Di Bidang Teknologi :
1. Rajin belajar, gemar membaca dan mau menulis. Karena belajar adalah jendela utama memperoleh ilmu pengetahuan. Dengan membaca akan jadi tau hal yang belum tau. Dengan menulis akan melatih hati menjadi lembut.
2. Mampu memanfaatkan teknologi untuk hal – hal yang lebih positif. Tidak sekedar bermain facebook, tweeter, YM, WA untuk sekedar up date status. Namun lebih ke hal – hal yang edukatif yang bernilai mendidik.
3. Mampu membaca arus informasi untuk kemaslahatan umat. Dengan kata lain bisa membaca segala berita dan informasi dengan teliti dan mampu memahaminya dengan lengkap.
4. Mampu menggunakan teknologi dengan cermat dan tepat. Cermat dalam memahami kontekstualitas dari teknologi itu sendiri dan tepat untuk mendayagunakan teknologi kepada fungsi yang sesungguhnya.

Di Bidang Sosial :
1. Suka menolong antara sesama.
2. Peka terhadap kejadian sekitar.
3. Gemar memberikan kontribusi sesuai kemampuan diri.
4. Tidak mengenal dan menggunakan narkoba. Karena Narkoba adalah musuh yang nyata, musuh yang bisa menjerumuskan penggunanya ke lembah kenistaan selama – lamanya baik ketika masih hidup di dunia maupun kelak di alam akhirat. Narkoba yang merupakan jenis kejahatan yang luar biasa / ekstra ordinary crime ini adalah kejahatan lintas negara yang harus di musuhi bersama-sama.

Demikinalah uraian singkat dari Menakar Essensi Hari Sumpah Pemuda Ke-87 di Era Globalisasi, semoga ada faedahnya. Selamat dan Sukses Hari Sumpah Pemuda Ke – 87.  Majulah Seluruh Pemuda Indonesia !!!

Penulis : Ust.Hadi Mulyanto, S.Pd.I., M.Pd.I
Dosen Pendidikan Agama di Kampus POLTEK HARBER Kota Tegal

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News