Top News :
Home » » Menyoal Liberalisme, Klarifikasi Atas Tuduhan Liberal

Menyoal Liberalisme, Klarifikasi Atas Tuduhan Liberal

Posted on Friday, 16 October 2015 | garis 19:36

Muslimedianews.com ~ Tepat hari Jum’at tanggal 02/10/2015, sebuah media online http://www suara news com/2015/10/yang-sopan-masaktivis-islam-nusantara.html memberitakan bahwa saya kerap mengampanyekan ide-ide nakal yang keluar dari dogma agama Islam, serta merupakan salah satu dari aktivis Islam Liberal tanpa melakukan tabayyun terlebih dahulu.

Maka, sebagai langkah klarifikasi atas tuduhan tersebut, sedikit saya akan mengulas terlebih dahulu maksud dari paham liberalisme dan apa kaitannya dengan ide-ide kritik terhadap agama, yang mungkin tidak dipahami oleh sebagian orang, terlebih para aktivis Indonesia Tanpa JIL atau ITJ.

Dalam hal ini, tuduhan yang dilontarkan oleh aktivis ITJ kepada saya di media online tersebut, ibarat melemparkan wacana pemikiran yang mana mereka sendiri tidak mengetahuinya secara pasti, baik pada wilayah etimologis, terminologis, atau bahkan mungkin pada wilayah epistemologisnya. Dengan kata lain, pemahaman tentang liberalisme menurut mereka seolah ditarik pada kesimpulan Islam Liberal saja.

Padahal jika ditelisik lebih jauh, konsep liberalisme tidak hanya masuk pada pembahasan Islam Liberal semata. Karena pada kenyataannya, ada Kristen Liberal, Ekonomi Liberal, Politik Liberal dan lain sebagainya. Berbicara liberalisme dalam ruang lingkup akademik, maka akan ditarik sebuah pemahaman bahwa konsep liberalisme yang cenderung disalahpahami oleh Aktivis ITJ tersebut, erat kaitannya dengan teori kefilsafatan dan positivisme logis.

Sejauh yang saya ketahui dan yang saya pahami, kedua term tersebut sebenarnya memuat kritik terhadap validitas dan keabsahan nilai-nilai dasar agama. Gampangnya adalah bahwa krtitik terhadap ide-ide keagamaan tidak bisa dilepas dari pola pikir liberalisme yang dipadu dengan pemikiran positivisme logis, eksistensialisme, marxisme, evolusionisme dan bahkan psikoanalisis ala Sigmund Freud.

Sebenarnya isu liberalisme dalam wacana pemikiran Islam kontemporer bagi saya pribadi bukan hal yang baru. Maksudnya adalah kecenderungan berfikir dalam konteks positivisme logis, eksistensialisme, dan liberalisme yang saya sebutkan di atas, tidak lain ibarat makanan yang tidak perlu dipertautkan ke dalam ranah akidah dan keimanan. Artinya adalah bahwa hal tersebut di atas merupakan hasil pemikiran manusia. Bukan firman Tuhan yang perlu disakralkan apalagi sampai dikaitkan dengan tuduhan kafir dan murtad.

Mengutip pendapat Muhammad Arkaun, salah seorang tokoh pemikir muslim kenamaan, bahwa: “Taqdis al-Fikr al-Din”, menyakralkan pemikiran yang lahir dari ide-ide manusia, berarti telah membuat agama baru.  Inilah yang harus dipahami bersama bahwa tidak mudah mengklaim seseorang dengan tuduhan sebagai aktivis Islam Liberal tanpa mengklarifikasi lewat tabayyun langsung kepada yang bersangkutan dalam suatu forum.

Adapun ungkapan penantangan terhadap beberapa tokoh semisal Ustadz Yusuf Mansur dan KH. Abdullah Gimnastiar, atau mungkin ungkapan: “lebih baik masuk neraka daripada berdamai dengan aktivis ITJ”. Hal itu sebenarnya ungkapan sarkastik, satire, atau mungkin sindiran kepada aktivis ITJ untuk mengaminkan ajakan saya agar supaya berani diskusi di forum yang lebih terhormat. Bukan malah nyinyir dan menyebar-luaskan kebencian di time line Twitter.

Saya rasa ajakan untuk berdiskusi secara ilmiah di forum terbuka, jauh lebih mulia daripada mengungkapkan ketidak-setujuan atas pemikiran seseorang di timeline twitter. Dengan demikian, arus fitnah yang tidak berkesudahan setidaknya bisa diminimalisir. Hal yang patut dicontoh adalah tabayun tingkat tinggi yang dilakukan oleh Forum Kyai Muda Jawa Timur beberapa tahun yang lalu. Di mana kritik terhadap ide pemikiran seseorang bisa langsung dituang dengan adab dan sopan santun tanpa perlu menyebar kebencian. Semoga di kemudian hari ada aktivis ITJ yang siap berdiskusi secara langsung, agar fitnah di dunia maya tidak berkelanjutan. Aamiin.


Jakarta, 02 Oktober 2015
Mohammad Khoiron (@MohKhoiron)
Wakil Ketua IPNU DKI Jakarta


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News