BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, October 21, 2015

Puasa Tasu'a 9 Muharram, Keinginan Nabi yang Tak Sempat Terlaksana (Sunnah Hammiyah)

Muslimedianews.com ~ Biasa kita mengenal Sunnah Nabi Saw. diartikan dengan perkataan (qauliyah), perbuatan (fi'liyah) dan ketetapan (taqririyah) yang berasal dari Nabi Saw.

Taqririyah merupakan sikap diam Nabi atau bentuk persetujuan Nabi atas perbuatan atau perkataan para sahabat, baik yang dikerjakan dihadapan Nabi maupun dikerjakan tidak dihadapan Nabi.

Selain dari Qauliyah, Fi'liyah, dan Taqririyah, juga dikenal Sunnah Hammiyah, yaitu sesuatu yang dikehendaki (diinginkan) Nabi lalu disampaikan kepada para sahabat sehingga sahabat itu mengetahui, tetapi beliau Saw belum sempat melaksanakan.

Sunnah Hammiyah dapat dikatakan sebagai rencana Nabi Saw yang belum sempat dilaksanakan.  Contohnya seperti puasa tanggal 9 Muharram atau puasa Tasu'a.

عن  عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، يَقُولُ : حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ، صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ " ، قَالَ : فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ ، حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .
"Ketika Rasulullah Saw berpuasa pada hari 'Asyuro dan memerintahkan puasa 'Asyuro, para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ini diagungkan oleh Yahudi dan Nashara". Rasulullah berkata: "Apabila berjumpa pada tahun depan, Insyaallah, kita akan berpuasa pada hari ke-9 (Tasu'a)". Tapi tidak sampai tahun berikutnya, Rasulullah Saw. sudah wafat." (HR. Imam Muslim)

Ibnu L' Rabassa
« PREV
NEXT »

No comments