Top News :
Home » » Sunnah Tasyri'iyyah dan Sunnah Non-Tasyri'iyyah dan implikasi Penerapannya (Bagian 1)

Sunnah Tasyri'iyyah dan Sunnah Non-Tasyri'iyyah dan implikasi Penerapannya (Bagian 1)

Posted on Tuesday, 27 October 2015 | garis 04:34

Pontianak, Muslimedianews ~ Ini judul makalah yang disampaikan dalam diskusi ilmiah dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak. Tema ini dianggap perlu dibahas dengan alasan antara lain dalam pengamatan di masyarakat muslim umumnya cenderung menggeneralisasi sunnah sebagai syariat atau kebenaran mutlak dan mengikat atau sebuah keharusan. Cara pandang seperti ini melahirkan sikap menjadikan sunnah sebagai harga mati yang tidak dapat ditawar lagi, tidak membedakan mana sunnah yang bersifat mutlak, universal dan abadi, misalnya masalah akidah dan ibadah, dan mana sunnah yang bersifat relatif, lokal dan temporal, misalnya bidang muamalah, pergaulan hidup sosial, adat kebiasaan setempat yang mencerminkan tradisi yang terikat oleh ruang dan waktu. Bahkan ada yang menganggap yang menyalahi sunnah berarti bid'ah. Pasti implikasinya berdampak pada kehidupan agama, sosial dan budaya. 

Dalam hadis disebutkan Nabi SAW. masuk masjid lalu shalat dua rakaat sebelum duduk. (HR. Bukhari). 

Dalam hadis lainnya, Nabi SAW. dalam masjid tidur berbaring telentang sambil meletakkan kakinya yang satu di atas kaki lainnya. (HR. Bukhari).

Dua hadis ini menunjukkan dua perbuatan yang sama-sama dilakukan Nabi SAW dalam masjid. Apakah semuanya sunnah tasyri'iyyah?

Perbuatan Nabi shalat dua rakaat adalah shalat sunnat tahiyat masjid adalah sunnah tasyri'iyyah dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Rasul dan didasarkan pada wahyu. Perbuatan ini bersifat universal dan abadi.

Sedangkan tidur berbaring telentang dalam masjid bukanlah sunnah tasyri'iyyah dilakukan dalam kapasitasnya sebagai manusia biasa yang boleh jadi karena lelah atau capek. Tidak ada keharusan bahwa setiap masuk masjid disunnahkan berbaring telentang. (Bersambung ...).


Oleh:Dr Wajidi M.Ag., Dosen IAIN Pontianak, Ketua Majlis Fatwa MUI Kalbar, Wakil Rais Syuriah PWNU Kalbar.



Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News