Top News :
Home » » Topeng Monyet Pembangunan Budaya

Topeng Monyet Pembangunan Budaya

Posted on Friday, 16 October 2015 | garis 14:22

Semarang, Muslimedianews.com ~ Komunitas Sastra (KOMSAS) dan RIC Karya Kota Semarang turut peduli dalam dunia pendidikan. Kepedulian tersebut terwujud dalam bentuk karya sastra berupa puisi yang dibukukan dengan judul, “Topeng Monyet Pendidikan.” Bahwa setiap orang yang terdidik memiliki kewajiban untuk mendidik, itulah sepenggal kalimat buku puisi yang ditulis oleh mahasiswa, guru dan pelajar.

Peluncuran buku antologi puisi Topeng Monyet Pendidikan di Kedai Kopi ABG Patemon – Gunungpati dengan menghadirkan budayawan Eko Tunas dan sastrawan Gunawan Budi Susanto atau yang biasa dikenal dengan panggilan Kang Putu. Dihadiri dari berbagai elemen baik guru, dosen, pelajar, mahasiswa, Kumandang Sastra dan tentunya para sastrawan dari berbagai kota Semarang, Demak dan Kendal, Rabu (14/10)

Dalam peluncuran buku puisi tersaji beragam para penampil seperti pembacaan puisi oleh anggota Komunitas Sastra, Ahmad Fauzi, Indri Yuswandari dari Kendal, Rifad Petir dari Demak, dan monolog oleh Fransiska Ambar Kristyani. Dan bahkan kegiatan bernuansa sastra tersebut ada nilai lebih dengan peragaan senam kesehatan oleh Titin Dwi Ambarwati pemilik Sanggar Senam Titin Fun Fit Club.

Budayawan Eko Tunas mengatakan bahwa puisi memiliki kekuatan besar untuk melakukan perlawanan dan pendidikan. Bahwa puisi menjadi kekuatan merangsang otak kanan.

“Pembangunan bangsa ini cenderung otak kiri sehingga semua diukur dengan ekonomi materi. Seharusnya pembangunan dilandasi dengan otak kanan melalui puisi tersebut untuk pembangunan bangsa yang berbudaya,” imbuhnya

Senada dengan itu Gunawan Budi Susanto menuturkan bahwa puisi memiliki tempatnya sendiri. Ketika kita sudah membuat karya tersebut biarkan puisi tersebut menemukan kehidupannya sehingga kita menjadi manusia yang memiliki kesadaran membaca yakni membaca buku maupun lingkungan sekitar.

Diakhir acara Lukni Maulana Ketua RIC Karya Kota Semarang mengatakan bahwa kita akan terus peduli dengan pendidikan. Setelah penerbitan buku antologi puisi Topeng Monyet Pendidikan, selanjutnya akan mengumpulkan puisi dari para penyair dan menerbitkannya dengan mengusung tema descooling atau masyarakat tanpa sekolah. (Ric Karya)



Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News