Top News :
Home » , » Yang Mungkin Terlupa dari Muhammadiyah Sekarang

Yang Mungkin Terlupa dari Muhammadiyah Sekarang

Posted on Monday, 19 October 2015 | garis 00:26


Muslimedianews.com ~ Hari Santri milik siapa? Hari Santri adalah milik Indonesia, terutama milik umat Islam Indonesia, khususnya Muhammadiyah dan NU. Tidak ada yang menolak Hari Santri, bahkan keluarga besar PKI tidak ada yang menolak Hari Santri. Keluarga besar Kompeni Belanda, keluarga serdadu Jepang, keluarga NICA, tidak ada yang menolak Hari Santri. Kabar bahwa Muhammadiyah menolak Hari Santri pastilah kabar burung. Tidak mungkin ada tokoh Muhammadiyah yang menolak Hari Santri. Sudahlah, lupakan kabar burung itu.

Yang benar adalah, KH. Mas Mansur, Ketua PP Muhammadiyah (1937-1941). Adalah pejuang pembela bangsa yang rela mundur dari PP Muhammadiyah saat Jepang menyerang, untuk memimpin PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) bersama Bung Karno, Bung Hatta dan Ki Hajar. Tapi beliau bukan seorang yang mudah tunduk, dan beliau pun mengundurkan diri.

Sejak tahun 1944 hingga 1945 beliau kembali ke Surabaya dan berjuang merebut kemerdekaan. Saat Kiai Hasyim mengeluarkan fatwa jihad 22 Oktober 1945, maka Kiai Mansur turut berjuang walau tengah sakit. Perang Surabaya 10 November 1945, tidak bisa dilepaskan dari beliau. Tahun 1946, Kiai Mansur ditangkap NICA dan dipaksa berpidato untuk menghentikan perlawanan rakyat terhadap sekutu/Inggris di Surabaya, tetapi beliau menolak hingga dijebloskan ke dalam tahanan dan akhirnya meninggal dunia dalam tahanan pada tanggal 25 April 1946.

Tolong, hentikanlah upaya-upaya untuk mengerdilkan Muhammadiyah, baik yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah sendiri, maupun oleh tokoh Nahdlatul Ulama. Tolong Muhammadiyah meningkatkan kajian sejarah dan jangan pernah lagi untuk meneruskan siasat menghapus sejarahnya sendiri. Hari Santri adalah milik Muhammadiyah dan NU. Dengan adanya Hari Santri itulah kita kenang perjuangan generasi pendahulu kita. Kita ingat sejarah Muhammadiyah yang sahamnya begitu besar bagi kemerdekaan, dan itu kita tandai dengan Hari Santri. (Ust. Mochammad Ali Shodiqin, penulis buku Muhammadiyah itu NU).

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News