Top News :
Home » » Hukum Menangisi Orang Mati Menurut Islam

Hukum Menangisi Orang Mati Menurut Islam

Posted on Tuesday, 24 November 2015 | garis 12:09

Muslimedianews.com ~ 1) Bagaimanakah menurut Islam hukum menangisi seseorang yang telah meninggal dunia?

2) Menangis adalah fitrah manusia ketika mengalami kesedihan. Demikian juga pada saat ditinggal seseorang, terutama yg dihormati & dicintai.

3) Maka wajar jika kesedihan menjelaga jiwa. Oleh sebab itu agama mentolerir hal tersebut. Dr. Muhammad Bakar Isma'il berkata:

4) Menangis untuk orang yg meninggal itu boleh meskipun dg suara keras asal tidak disertai jeritan histeris, menempeleng pipi, menyobek baju, mengucapkan sumpah serapah, memohon celaka, binasa dan sebagainya yang diharamkan oleh syariat yg mulia.

5) Ada beberapa hadits yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menangisi kepergian putra beliau Ibrahim RA.

6) Di saat putra Rasulullah SAW Ibrahim RA wafat, beliau menangis.

7) Salah seorang penta'ziyah berkata kepada Rasulullah SAW: "Ya Rasul, engkau adalah orang yg paling berhak mengagungkan hak-hak Allah SWT..

8) lalu Rasulullah menjawab, "sesungguhnya air mata dan hati bisa susah. Dan kami tidak mengeluarkan kata-kata yg dimurkai Tuhan kami..

9) Sesungguhnya kami sedih sebab berpisah denganmu wahai Ibrahim RA." Kata Rasulullah SAW. (Sunan Ibnu Majah [1578]).

10) Rasulullah SAW juga menangis ketika berziarah ke makam ibundanya. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA.

11) "Nabi Muhammad SAW menziarahi makam ibundanya lalu beliau menangis dan membuat orang-orang di sekitarnya menangis".

12) Akan tetapi tidak boleh menangis sampai berteriak dan histeris, karena Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: "Bukan termasuk umatku seseorang yg menangis sambil memukul pipi, merobek bajunya dan menjerit seperti yg dilakukan orang-orang Jahiliyah".

13) Dengan demikian, selama dalam batas kewajaran, menangisi orang yg meninggal dunia diperkenankan karena itu merupakan manusiawi.

14) Berbeda jika sampai melewati batas, yang mengesankan tidak menerima dan tidak ridha takdir Allah SWT, maka demikian itu haram hukumnya.

15) sekian kultwit malam ini, sampai bertemu di kultwit berikutnya. Semoga bermanfaat, Allahumma Shalli Ala Habibina wa Mawlana Muhammad.

Kultwit Pondok Pesantren MHI @ppmhi, 21 November 2015




Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News