Top News :
Home » » Ini Penyebab Dibalik Konflik Bernuansa Agama

Ini Penyebab Dibalik Konflik Bernuansa Agama

Posted on Saturday, 21 November 2015 | garis 11:00

Muslimedianews.com ~ Konflik bernuansa agama yang belakangan pecah di Indonesia selain disebabkan sempitnya wawasan si pemeluk dan kurangnya sikap toleransi di masyarakat, juga lantaran ada pihak yang berkepentingan dengan konflik itu.

Demikian kata Sekretaris PWNU Imron Rosyadi dalam diskusi kebangsaan bertajuk "Membincang Kembali Toleransi Beragama" di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Tidak hanya itu, kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agama dan toleransi, juga diduga menjadi salah satu pemicu timbulnya konflik agama di Indonesia. Pemicu lain adalah timbulnya kecurigaan masing-masing pemeluk agama dan kejujuran pihak lain baik internal umat beragama maupun antar umat beragama.

"Toleransi sudah diajarkan oleh Rasulullah hingga ada perang yang dikarenakan pihak ketiga yaitu kafir Quraisy," katanya, Kamis (19/11).

Menurutnya, toleransi telah dicontohkan dengan baik oleh Wali Songo melalui pilihan untuk menggunakan pendekatan budaya dalam berdakwah. Dalam konteks Indonesia, toleransi itu kemudian rusak oleh sekelompok orang pengganggu.

Para pengganggu ini tiada lain adalah para pemilik kepentingan. "Adanya ISIS juga bukan karena agama, melainkan kepentingan. Kepentingan materi saja.  Kalau tidak pakai agama tidak laku dagangannya," ujarnya.

Dialog agama pada hakikatnya  adalah suatu percakapan  bebas, terus terang, dan bertanggung jawab, yang didasari oleh saling pengertian dalam menanggulangi masalah kehidupan bangsa,baik material maupun spiritual.

Kegiatan ini diadakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar selalu merawat harmoni hubungan antarumat beragama dan berkeyakinan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara harus dijaga.

Hadir dalam forum ini Engkos Kosasih (Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan) dan Rosihon Anwar (Dekan Fakultas Ushuluddin). Sebagai pembicara hadir Abdul Syukur (antropolog dari UIN SGD Bandung) dan  Miftah Fauzi Rakhmat (kepala sekolah Muthahhari Bandung dan anggota Dewan Syuro IJABI).

Diskusi Kebangsaan yang dilaksanakan di gedung Multi Puspase ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta, dari mahasiswa UIN Bandung sendiri maupun undangan dari luar kampus. (Ahmad Damar Samana/Mahbib)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News