Top News :
Home » » Jika Ditanya tentang 'Allah Bersemayam Diatas 'Arsy', Begini Jawabannya

Jika Ditanya tentang 'Allah Bersemayam Diatas 'Arsy', Begini Jawabannya

Posted on Wednesday, 18 November 2015 | garis 09:33

Muslimedianews.com ~ Didalam al-Qur'an, terdapat firman Allah الرحمن على العرش استوى "Tuhan Yang Maha Pengasih Bersemayam Diatas 'Arsy". Dalam memahami ayat ini, ada diantara umat Islam yang terjebak pada pemahaman kaum Musyabbihah (golongan yang menyerupakan Allah dengan makhluk), mereka beranggapan bahwa Allah bertempat atau memiliki tempat diatas 'Arsy. Dengan kata lain, pemahaman mereka adalah Allah butuh pada 'Arsy. Sedangkan 'Arsy adalah salah satu makhluk (ciptaan) Allah.

Pemahaman bathil diatas, belakangan ini disebarkan oleh beberapa pihak kepada orang-orang awam atau orang yg kurang mengerti mengenai tauhid yang benar sehingga mereka terjebak pada tasybih (penyerupaan Allah dengan makhluk).

Diantara yang biasa mereka kemukakan untuk membenarkan pemahaman tasybih mereka adalah ayat الرحمن على العرش استوى. Padahal ayat tersebut tidak berarti bahwa Allah bertempat di 'Arsy.

Imam Abu Bakar al-Baqillah, penghulu ulama tauhid Ahlussunnah wal Jama'ah memberikan penjelasan didalam Al-Inshaf bila ada yang bertanya tentang ayat tersebut, sebagai berikut:

فإن قيل اليس قد قال الرحمن على العرش استوى قال بلى قد قال ذلك ونحن نطلق ذلك وامثاله على ما جاء فى الكتاب والسنة لكن ننفى عنه امارة الحدوث ونقول استواؤه ﻻ يشبه استواء الخلق وﻻ نقول ان العرش له قرار وﻻ مكان ﻻن الله كان وﻻ مكان فلما خلق الخلق لم يتغير عما كان

Jika di tanya: bukankah Alloh telah berfirman ''Tuhan yang maha pengasih beristiwa di atas arasy''? Maka jawab:'' ia benar, Alloh telah berfirman demikian, dan kami mengatakan hal itu dan yang serupa dengannya sesuai dengan apa yang ada di dalam Al Qur'an dan hadits.

Akan tetapi kami meniadakan sifat sifat makhluk dari-Nya. Dan kami katakan: istiwa'nya Allah tidak sama dengan istiwa'nya makhluk. Dan kami tidak beranggapan bahwa 'arasy merupakan kediaman dan tempat-Nya. Karena Allah itu ada sebelum adanya tempat, kemudian setelah Dia menjadikan makhluk, Dia tetap tidak berubah dari keadaanNya (tetap tidak bertempat)". (Al-Inshaf, 12)


M. Salim Nur Ahmad/Ibnu L' Rabassa


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News