Top News :
Home » » Mbah Fadhol Senori: Berani Mengaji Harus Berani Menjalani

Mbah Fadhol Senori: Berani Mengaji Harus Berani Menjalani

Posted on Thursday, 12 November 2015 | garis 23:18

Muslimedianews.com ~
KH. An'iem Falahuddin Mahrus, kiai muda nan tampan yang sekarang menjadi anggota DPR RI fraksi PKB dari Kediri ini pernah bertutur: "Abah Dim (panggilan akrab kepada KH. Dimyathi Rois Kaliwungu) suatu hari pernah menceritakan kenangan beliau tatkala mondok untuk mengaji kitab Ihya' Ulumiddin pada Mbah Fadhol Senori Tuban yang sudah begitu dikenal akan kealimanya. Abah Dim berangkat menuju Senori bersama dengan teman beliau.

Sesampainya di Senori, beliau berdua sowan kepada Mbah Fadhol untuk mengutarakan maksudnya. Teman beliau yang matur lebih dahulu: "Saya ingin mengaji kitab kitab, Kiai."

"Kitab apa?" tanya Mbah Fadhol.

"Kitab Ihya', Kiai," jawab teman Abah Dim.

"Sanggup mengamalkanya?!" tanya Mbah Fadhol serius.

Tentu saja teman Abah Dim sangat terkejut dan terdiam, tak bisa menjawab pertanyaan yang tak terduga itu dan tidak pernah diajukan oleh seorang kiai ketika dimintai untuk membacakan kitab selama ini. Karena tidak ada jawaban, maka Mbah Fadhol tidak mau membacakan kitab Ihya' kepadanya.

Abah Dim yang duduk di belakang temannya itu jadi berfikir: "Kalau aku nanti matur, dan ditanya kesanggupan seperti itu dan aku tidak memberikan kesanggupan, tentu Mbah Fadhol tidak akan mau membacakan kitab kepadaku juga. Padahal jauh-jauh datang ke sini ya semata-mata untuk mengaji."

Karena itu ketika teman beliau beringsut mundur, Abah Dim segera maju dan mengutarakan maksud beliau, yaitu minta dibacakan kitab Ihya'. Mbah Fadhol pun mengajukan pertanyaan yang sama persis: "Sanggup mengamalkanya?!"

"Insya Allah sanggup, Kiai", jawab Abah Dim yang memang sudah menduga akan ada pertanyaan seperti itu.

Karena ada kesanggupan itulah, Mbah Fadhol akhirnya membacakan kitab Ihya' pada Abah Dim.

Melihat hal itu, esoknya teman Abah Dim yang kemarin sudah ditolak oleh Mbah Fadhol, sowan kembali. Agar tidak kentara, ia minta dibacakan kitab Shahih Bukhari. Dan ketika ditanya: "Sanggup mengamalkannya?!" Ia pun menjawab: "Insya Allah sanggup, Kiai." Mbah Fadhol pun kemudian membacakan kitab itu padanya.

Sepintas, sikap Mbah Fadhol seperti itu terkesan aneh dan kaku, meski sedikit lucu juga. Tetapi barangkali beliau ingin mengingatkan kepada kita semua, bahwa ilmu syariat bukanlah sekedar ilmu pengetahuan yang hanya cukup untuk diketahui dan difahami saja. Tetapi lebih dari itu ilmu-ilmu syar'i harus diwujudkan dalam bentuk amaliah semampu mungkin. Karena memang pengamalan itulah yang menjadi tujuan utama dari ilmu-ilmu syar'i. Karenanya bagi seorang yang ingin mempelajarinya, semenjak awal harus menanamkan niat yang kuat dalam hatinya untuk mengamalkannya. Terlepas apakah nantinya dia betul-betul bisa mengamalkan ataukah tidak, setidaknya dia sudah mendapatkan pahalanya niat.

نية المؤمن خير من عمله

"Niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya."

Disamping sesuatu akan menjadi baik biasanya selalu diawali dengan niat yang benar dan baik pula. Dan hanya orang-orang yang punya kesungguhan mengamalkanlah yang pada akhirnya bisa mengamalkan ilmunya. Al-Habib Zein bin Smith dalam kitabnya, al-Manhaj as-Sawi, mengatakan:

واعلم انه لابد لطالب العلم من حسن النية في تعلم العلم، اذالنية هي الاصل في جميع الافعال لقوله صلى الله عليه وسلم انما الاعمال باالنيات، فينبغي ان يقصد به وجه الله والعمل نه واحياء الشريعة الخ

"Ketahuilah, wajib bagi penuntut ilmu berniat baik dalam menuntut ilmu, karena niat itu menjadi dasar setiap amal perbuatan. Sabda Nabi Saw.; 'Setiap amal perbuatan sesuai dengan niatnya'. Seharusnya penuntut ilmu bertujuan mendapat ridha Allah, bertujuan mengamalkanya, menghidupkan syariat..." (Oleh: AN Ang-hab).

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News