Top News :
Home » » Mengkritisi Syi'ah Melalui Fikih Tahawwulat

Mengkritisi Syi'ah Melalui Fikih Tahawwulat

Posted on Friday, 13 November 2015 | garis 08:38

Muslimedianews.com ~

BENARKAH SEMUA SAHABAT NABI KAFIR?
Study Komprehensip dan Analisa Melalui Perspektif Fiqh Tahawwulat

Agama islam ini hadir diantara kita tentunnya melalui rangkaian mata rantai Perguruan dari para Ulama kepada para Tabi'in lalu kepada para Sahabat Nabi yang mana mereka semua adalah penerus perjuangan islam. mengenai keistimewaannya sudah tidak dieagukan lagi baik ditinjau dari segi fakta sejarah ataupun dalil Nash Quran dan Hadits.

Namun Dewasa ini hadir kembali sebuah pemikiran yang mengatakan bahwa semua sahabat nabi adalah Kafir kecuali tiga 3 orang saja. tentu saja pemikiran ini berasal dari Sekte "Syiah" diantaranya kutipan pernyataan mereka mengenai kemurtadan para sahabat dalam kitab syiah: al-Kafi (al-Kulaini), jilid 8, hlm.245 :

 عن صبان عن ابيه ابي جعفر : وكان الناس اهل الردة بعد  النبي ا? ث?ثة وهم مقداد ابن اسود ، ابو ذر الغفاري، سلمان الفارسي ."
"Sesungguhnya orang-orang semua murtad pasca wafatnya Nabi kecuali 3 orang yaitu Miqdad ibni Aswad, Abu dDzar al Ghifari, dan Salman al-Farisi."

Berangkat dari sinilah saya tertarik untuk mengulas keabsahan kepemimpinan sahabat melalui Prespektif Fiqh Tahawwulat.

Rosululloh S.A.W bersabda : عليكم بسنتي وسنة  الخلفاء الراسدين المهديينيين "Hendaknya atas kalian agar berpegang teguh dengan Sunnah-Ku dan Sunnah Kholafa' Ar-Rasyidin Al-Mahdiyyin."

Pengertian "Sunnah" disini menurut Ahli ushul adalah Perkataan nabi, perbuatan, dan penetapan Nabi Muhammad S.A.W."

Sementara menurut pandangan Fiqh Tahawwulat seperti Yang dijelaskan Oleh Al mufakkir Islami dalam kitab Al-Usus Wal-Muntholaqot Juz.1 Hal.105: "Pemahaman Sunnah dalam fiqh tahawwulat sedikit berbeda dengan ulama ushul yaitu, Sunnah Nabi dan Para khalifah dalam aspek menyikapi perbedaan dan pengabdiannya. seperti contoh yang dilakukan Sayyidina Umar dalam menangani kasus orang yang melarang zakat."

Adapun pengertian dari "Khulafa'ur Rasyidin", fiqh Tahawwulat memiliki pandangan sendiri seperti yang ada di Kitab Al-Fitan Hal. 103 ; "Khulafaurrosidin adalah mereka yang memerintah kebaikan dan mencegah kemungkaran, dialah Kholifah Allah dimuka bumi, juga khalifah Kitabullah dan Rasul-Nya."

Sementara berkaitan durasi berakhirnya Khalifah fiqh Tahawwulat beranggapan bahwa era ke-Khalifahan berakhir pada masa Sayyidina Hasan memandang adanya hadits dalam Sunan Tirmidzi 2226:

" الخ?فة في امتي ث?ثون سنة ثم ملك بعده "
"Masa Khalifah adalah 30 tahun lalu selanjutnya kerajaan."

لقد اتى عن النبى قوله خلفه بعدي ثلثون انق ‏(الصديق ا?كبر ص 150;

Wafatnya baginda Rosululloh S.A.W Merupakan musibah terbesar bagi ummat islam ini, dan ummat Islam harus memulai Era baru yaitu perpindahan 'Amanah Risalah Nubuwwah' Menuju 'Amanah Khilafah Ummah'. Namun tentu saja ini adalah tugas yang sangat berat dan harus memenuhi persyaratan sebagai Leader yang Memiliki kecerdasan ISQ, EIQ serta memiliki integritas dan kemampuan dalam metode ijtihad yang akan dilakukan. Dalam hal pemasrahan amanah agung ini Nabi Muhammad SAW Memberikan isyarat yaitu melalui sebuah hadits :

وورد : لما بنى رسول الله صل الله عليه وسلم مسجد  المدينة جاء ابوا بكر بحجر فوضعه ثم جاء عمر بحجر فوضعه ثم جاء عثمان بحجر فوضعه . فقال رسول الله : " هوء?ء يلون الخ?فة بعدي "
"Saat Nabi membangun masjid Nabawi datang Abu Bakar membawa batu dan meletakkannya, lalu umar datang membawa batu dan meletakkannya, dan datang utsman membawa batu dan meletakkannya. lalu Nabi berkata : 'Merekalah yang kelak akan menjadi Khalifah setelahku'." (Al-Fitan Hal. 258-259).

Tentu saja berbicara seorang kholifah dan sahabat pastilah tak lepas dari keistimewaan beliau beliau. Mulai dari perjuangan bersama nabi, kesetiaan dalam kondisi apapun, juga pengorbanan mereka jiwa dan raga. Alloh S.W.T berfirman dalam surat al-Fath ayat 29 yang artinya :

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendakmenjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada oran. dst

Sementara dalam hadits banyak sekali yang menerangkan keistimewaan sahabat diantaranya mengenai keistimewaan sahabat dimata Nabi keistimewaan abu bakar dalam Shohih Muslim 532 :

لو كنت متخذا خليلالاتخذت أبا بكر

Keistimewaan umar dalam Shahih Muslim 2396 :

والذي نفسي بيده ما لقيك الشيطان قط سالكا فجا إلا سلك فجا غير فجك

Keistimewaan Utsman dalam Shahih Muslim 2401-2403:

( تستحي منه ال?ئكة ‏) و ‏(بشره بالجنة على بلوى تصيبه )

Dan Larangan membenci sahabat secara global dalam Shahih Muslim 3541:

لا تَسُبُّوا أَصْحَابِي ، فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلا نَصِيفَهُ

Keistimewaan sahabat telah disepakati oleh Para Ulama seperti yang dijelaskan dalam kitab "Aunul Murid" juz.2 Hal.859 : "Ulama ahlussunnah wal jamaah bersepakat bahwa paling istimewanya sahabat adalah sayyidina Abu Bakar, lalu Sayyidina Umar, lalu Sayyidina Utsman, lalu Sayyidina Ali, lalu 10 orang yg yang dijanjikan surga, lalu ahli badar, lalu ahli uhud, lalu ahli Bai'at ridhwan, lalu sisa sahabat lainnya."

Dari konteks ini kita bisa simpulkan sementara bahwa sahabat istimewa. lalu selanjutnya apakah benar syiah mengkafirkan sahabat hanya gara gara tidak menjadikan sayyidina Ali sebagai kholifah setelah nabi.??? yang perlu digaris bawahi semua ulama ahlussunnah sepakat bahwa Sayyidina Ali adalah khalifah nabi namun mengenai waktu kepemimpinannya saja yang tidak harus pertama.

وصفة الترتيب بين الخلفاء # ? تنقض الفضل لمخصوص ولي ‏)منظومة الرضا 125

Sebab kalau kita ungkap fakta historis sejarah dalam Fiqh siroh syeh romadlon buthi memaparkan bahwa proses pemilihan sahabat melalui metode Ahlul Hilli Wal Aqdi yang dilakukan para pembesar islam. baik saat abu bakar, umar maupun utsman.

Namun tetap saja Fanatisme dan Idealisme buta yang mengatas namakan cinta ahlul bait, mereka mengkafirkan semua sahabat nabi dan melakukan tabarri (tabarra–yakni menyatakan sikap berlepas diri dan tidak mempunyai hubungan kasih sayang) terhadap mereka.seperti yang dikatakan oleh Muhammad Baqir al Majlisi dalam kitab al Aqo'id :

ان الثلاثة الذين اقاموا بوظائف الخلافة من بين الصحابة كانوا من المتهمين بالنفاق في زمن النبي فغصبوا الخلافة  بعده عمن نص الله تعالى ورسوله . والحاصل ان هوءلاء وان كانوا من اصحاب النبي ومنتسبين الى الاسلام والى المصرة محمد ولكنهم كانوا اعداء للاسلام في الحقيقة يظهرون شيآ من شعائر الاسلام كما حصل عليهم بصنمي قريش
"Sesungguhnya tiga orang yang melaksanakan tugas khalifah diantara sahabat (Abu Bakar, Umar, Utsman) sejatinya adalah orang yang dianggap munafiq dizaman nabi mereka merebut kekuasaan setelah nabi dari yang telah ditetapkan Allah s.w.t dan Rosulnya. wal hasil mereka walaupun sahabat nabi dan bertendensi Islam dan membantu nabi Muhammad tetapi mereka sebenarnya adalah musuh islam. mereka berpura pura menampakkan syiar islam padahal mereka seperti dua berhala Quraish."

Tuduhan mereka atas kafirnya Abu bakar dan Umar memiliki misi untuk menghancurkan ke absahan dan keaslian al-Quran. Hal ini terbukti mereka menuduh Abu bakar dan Umar telah melakukan perubahan terhadap al Quran. Mengapa mereka mengatakan seperti itu?? jawabannya karena mereka tidak punya dalil pasti akan ke khalifahan Sayyidina Ali Ra, oleh karena itu mereka harus menghancurkan al Quran agar bisa membuat al Quran palsu. Al-Quran versi mereka 17.000 ayat.

Untuk menjawab tuduhan ini Syaikh Ramadlan al Buthi sudah menjelaskan secara Eksplisit dalam kitabnya "Al-Qur'an La Ya'tihil Bathil" Bab 1 dan 2 mengenai tuduhan al Quran telah di-ubah dan al-Quran adalah karangan Sayyidina Umar r.a. Kebencian mereka (Syiah) tidak berakhir disini. Mereka mengatakan dalam kitab Biharul Anwar yang artinya : "Peringatan!!! ketahuilah Bahwa semulia mulianya tempat, waktu, dan kondisi yang paling pas untuk melaknat dan mengutuk mereka (sahabat) yaitu disaat kalian berada di toilet dan sedang bersuci, berbebas dari kotoran, beristinjak. dan katakan : 'Semoga Allah melaknat Umar, Utsman, Muawiyah, Yazid, Aisyah, Khofsoh dan Sahabat lainnya'."

Seharusnya dari dalil dan fakta yang ada kita harus korelasikan. Bukankah sayyidina ali disaat kholifah abu bakar sudah termasuk orang yang membai'atnya? Banyak dalil tentang hal itu. Begitu juga keikut sertaan Sayyidina Ali dalam mengawasi adanya daulah Khilafah dan mengikuti setiap kegiatan kaum muslimin. Seperti saat jama'ah dan pencetusan hukum adalah bukti atas persetujuannya kepada kholifah Abu Bakar??

Inilah akidah syiah yang perlu kita kritisi mengapa faktor khilafah saja mereka jadikan pemicu kekafiran seorang muslim tanpa ada hadits ataupun ayat yang jelas. bukankah ini menggambarkan kerakusan mereka terhadap kepemimpinan dan kedengkian.??? lalu jika semua sahabat nabi dikatakan kafir, murtad, dan ahli neraka secara tidak langsung mengatakan Dakwah Nabi Muhammad S.A.W GAGAL ???!!. jika benar sahabat itu kafir lalu agama ini juga diragukan kebenarannya??? semua pertanyaan ini untuk syiah dan menjadi renungan kita semua agar kembali kejalan yang benar.

Wallohu A'lam
Penulis : : Moh Nasirul Haq
Santri Rubat Syafii Yaman, Tarim 6 November 2015

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News