Top News :
Home » » Orang Ini Bilang Ziarah Habaib Baca Qur'an di Kuburan tasyabbuh dengan Yahudi

Orang Ini Bilang Ziarah Habaib Baca Qur'an di Kuburan tasyabbuh dengan Yahudi

Posted on Wednesday, 25 November 2015 | garis 10:00

Musliemdianews.com ~ Seorang pengguna sosial faebook bernama Uda Vino (Abu Ardan) alias jaisyullah.alfath menuduh ziarah kubur dengan membaca al-Qur'an dikuburan sebagai tasyabbuh (menyerupai) amalan orang Yahudi. (21/11/2015)

Menurutnya, amalan tersebut banyak dilakukan oleh jama'ah habaib (habib). Hal itu dikatakan dalam sebuah kolom komentar pada salah satu gambar yang diuploadnya.

"Ziarah itu sunnah. . namun yang menjadi masalah adalah bentuk ziarah yang di lakukan. . para ulama menyebutkan bahwa tujuan ziarah itu hanya ada 2 yaitu : 1. Untuk dzikrul maut ( mengingat kematian) 2. Mendoakan si mayyit.

Adapun ziarah yang banyak terjadi saat ini sperti yang di lakukan oleh jamaah habaib/habib mrka berziarah di kuburan dengan membaca alquran di sana kemudian tahlilan disna. . pdahal kuburan bukanlah tempat membaca alquran. . . krn membaca alquran di kuburan berarti tasyabuh dgn amalannya orang yahudi. .
Kemudian untuk kuburannya di bangun dgn megah dan di hiasi bunga bak kamar penganten. . pdahal jelas bahwa islam melarang membangun di atas kuburan. . . dan kuburan yang sesuai sunnah adalah hnya sejengkal tinggi tumpuk an tanahnya . . tak boleh lebih."

Demikian dikatakan oleh Uda Vino yang didalam facebooknya diketahui masih menempuh kuliah jurusan PAI di STAI PTDII Jakarta sejak 2012, dan alumni Pesantren Darusy Syahadah.

Dalam facebooknya, Uda Vino mengupload gambar penghinaan terhadap jama'ah Majelis Rasulullah yang sedang berziarah ke makam Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa (pendiri Majelis Rasulullah). Aktifitas ziarah berjama'ah itu disebutnya sebagai tasyabbuh dengan Yahudi dan Syi'ah.

Ketika ada yang bertanya Habib itu apa, uda Video mengatakan bahwa Habib adalah kelompok orang yang mengatas namakan Ahlussunnah wal Jama'ah, suka dzikir rame-rame dilapangan, dan ziarah kubur rombongan.

"Habib itu panggilan untuk mrka yang mengaku dari dzuriyah (keturunan rasul) wlwpun secara fakta nasab belum bisa di buktikan apakah mrka benar keturunan rasul. . Habib itu sebuah kelompok yang mngatasnamakan ASWAJA yang suka dzikir rame2 di lapangan trus suka ziarah kubur rombongan. ." tulis remaja kelahiran tahun 1990 tersebut.

Membaca Qur'an Dikuburan Tasyabbuh Dengan Yahudi ?

Tuduhan semacam ini merupakan bentuk kejahilan yang jelas, sebab membaca al-Qur'an dikuburan memiliki dasar yang jelas didalam agama Islam, bahkan ulama Ahlussunnah wal Jama'ah menganjurkan membaca al-Qur'an ketika berziarah. Ulama yang menganjurkan dan membolehkan tersebut adalah Ahlussunnah wal Jama'ah, bukan Wahhabi, bukan pula Syi'ah.

Membaca al-Qur'an merupakan amaliyah Ahlussunnah wal Jama'ah sejak dahulu hingga sekarang, sejak generasa salafush shaleh, bahkan sahabat Nabi Saw.

Baca :

 Terkait dengan dzikir bersama, justru sangat dianjurkan, bahkan perkumpulan dzikir disebut sebagai taman surga / riyadlul jannah oleh Nabi Muhammad SAW. Sedangkan ziarah rombongan bukan hal yang dilarang oleh agama, sebab ziarah boleh dilakukan siapa saja, baik sendirian maupun bersama-sama. Nabi Saw pernah menziarahi makam ibundanya bersama para sahabat, saat Nabi menangis di makam tersebut, maka orang-orang disekitarnya (para sahabat) pun turut menangis.


Baca Pula : 

Meninggikan Kuburan Sejak Masa Salafush Shaleh
Berikut data-datanya:

عَنْ كَثِيرِ بْنِ زَيْدٍ الْمَدَنِىِّ عَنِ الْمُطَّلِبِ قَالَ لَمَّا مَاتَ عُثْمَانُ بْنُ مَظْعُونٍ أُخْرِجَ بِجَنَازَتِهِ فَدُفِنَ أَمَرَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلاً أَنْ يَأْتِيَهُ بِحَجَرٍ فَلَمْ يَسْتَطِعْ حَمْلَهُ فَقَامَ إِلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَحَسَرَ عَنْ ذِرَاعَيْهِ – قَالَ كَثِيرٌ قَالَ الْمُطَّلِبُ قَالَ الَّذِى يُخْبِرُنِى ذَلِكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ – كَأَنِّى أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِ ذِرَاعَىْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حِينَ حَسَرَ عَنْهُمَا ثُمَّ حَمَلَهَا فَوَضَعَهَا عِنْدَ رَأْسِهِ وَقَالَ « أَتَعَلَّمُ بِهَا قَبْرَ أَخِى وَأَدْفِنُ إِلَيْهِ مَنْ مَاتَ مِنْ أَهْلِى ».
“Dari Katsir bin Zaid al-Madani, dari al-Muththalib berkata: “Ketika Utsman bin Mzh’un meninggal, jenazahnya dikeluarkan, lalu dimakamkan, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh seorang laki-laki membawakan sebuah batu besar. Ternyata laki-laki tersebut tidak mampu mengangkatnya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi batu tersebut, lalu membuka kedua lengannya. Katsir berkata: “Al-Muththalib berkata: “Telah berkata orang yang mengabarkan hal itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Seakan-akan aku melihat putihnya kedua lengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika membuka keduanya, kemudian membawa batu itu, lalu menaruhnya di kepala kuburan itu dan beliau bersabda: “Aku tandai dengan batu itu, kuburan saudaraku, dan aku akan menguburkan keluargaku yang meninggal ke situ.” (HR. Abu Dawud [1641], Ibnu Majah [1651], Ibnu Abi Syaibah (3/334) dan al-Baihaqi (3/412).

Dalam hadits di atas, menunjukkan bolehnya menaruh tanda makam seseorang di atas tanah makamnya. Tanda tersebut tentu lebih tinggi dari permukaan tanah.

أخبرنا إبراهيم بن محمد عن جعفر بن محمد عن أبيه أن النبي صلى الله عليه وسلم رش على قبر إبراهيم ابنه ووضع عليه حصباء، والحصباء لا تثبت إلا على قبر مسطح
“Telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Muhammad, dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memercikkan air pada makam Ibrahim putranya, dan meletakkan kerikil-kerikil.” Imam al-Syafi’i berkata: “Kerikil tidak akan tetap kecuali di atas kuburan yang diratakan.” (Musnad al-Imam al-Syafi’i [599] dan al-Umm (1/273).

عَنِ الْقَاسِمِ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ فَقُلْتُ يَا أُمَّهْ اكْشِفِى لِى عَنْ قَبْرِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَصَاحِبَيْهِ رضى الله عنهما فَكَشَفَتْ لِى عَنْ ثَلاَثَةِ قُبُورٍ لاَ مُشْرِفَةٍ وَلاَ لاَطِئَةٍ مَبْطُوحَةٍ بِبَطْحَاءِ الْعَرْصَةِ الْحَمْرَاءِ قَالَ أَبُو عَلِىٍّ يُقَالُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مُقَدَّمٌ وَأَبُو بَكْرٍ عِنْدَ رَأْسِهِ وَعُمَرُ عِنْدَ رِجْلَىْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
“Al-Qasim berkata: “Aku memasuki rumah Aisyah, lalu berkata: “Wahai bunda, bukakanlah untukku makam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan kedua sahabatnya.” Lalu beliau membukakan untukku tiga makam, yang tidak terlalu tinggi dan tidak rata dengan tanah, dibentangkan dengan kerikil halaman yang merah.” (HR. Abu Dawud [1564]).

عَنْ سُفْيَانَ التَّمَّارِ أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ رَأَى قَبْرَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسَنَّمًا
“Sufyan at-Tammar telah bercerita telah melihat makam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditinggikan (seperti punuk)”. (HR al-Bukhari dalam Shahih-nya [1390]).

وَقَالَ خَارِجَةُ بْنُ زَيْدٍ رَأَيْتُنِي وَنَحْنُ شُبَّانٌ فِي زَمَنِ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَإِنَّ أَشَدَّنَا وَثْبَةً الَّذِي يَثِبُ قَبْرَ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ حَتَّى يُجَاوِزَهُ
“Kharijah bin Zaid berkata: “Aku melihat diriku, ketika kami masih muda pada masa Utsman radhiyallahu ‘anhu, bahwa orang yang paling kuat lompatannya di antara kami, adalah dia yang mampu melompat makamnya Utsman bin Mahz’un, hingga melewatinya.” (HR. al-Bukhari dalam Shahih-nya [1360]).

عن عبد الله بن أبي بكر قال رأيت قبر عثمان بن مظعون مرتفعا
“Abdullah bin Abi Bakar berkata: “Aku melihat kuburan Utsman bin Mazh’un, tinggi.” (HR Ibnu Abi Syaibah, al-Mushannaf [11746]).

Dalam hadits di atas, menunjukkan bahwa makam ‘Utsman bin Mazh’un itu ditinggikan, sehingga menjadi tempat ujian kekuatan lompatan anak-anak pada masa mudanya Kharijah bin Zaid. Hal ini membuktikan bahwa tingginya makam Utsman bin Mazh’un tidak kurang dari lima atau enam jengkal.

Beberapa riwayat di atas menunjukkan bahwa meninggikan kuburan telah berlangsung sejak masa sahabat, bukan dibuah-buat oleh orang Syi'ah, apalagi dituduh tasyabbuh dengan Yahudi, dan sebagainya.  
penghinaan Uda Vino https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1069572889774277&set=a.113312285400347.16181.100001647295683&type=3#
Ibnu L' Rabassa


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News