Top News :
Home » » Pengalaman Menyekolahkan Anak, Mempertanyakan Kualitas Guru Masa Kini?

Pengalaman Menyekolahkan Anak, Mempertanyakan Kualitas Guru Masa Kini?

Posted on Wednesday, 18 November 2015 | garis 06:16

Muslimedianews.com ~ Pengalaman menyekolahkan anak-anak di SD Negeri, SDI Swasta, MTs Negeri, dan MAN, saya memperhatikan kualitas guru-guru saat ini yang berbeda dengan kualitas guru-guru pada tahun 1990-an. Guru-guru tahun 1990-an, kebanyakan lulusan SPG dan PGA tahun 1970-an dan 1980-an. Meskipun kebanyakan bukan orang yang berprestasi dari aspek akademis, namun mereka mempunyai perhatian terhadap pendidikan. Itu dibuktikan dengan kemampuan mereka memberi motivasi kepada para pelajar untuk berprestasi walaupun pada saat itu fasilitas pengajaran demikian terbatas.

Adapun guru-guru saat ini kebanyakan adalah alumni SMA tahun 1990-an dan alumni S-1 tahun 2000-an, yang telah menikmati gemerlapnya fasilitas pendidikan---khususnya di Jakarta---tapi miskin dengan ruh pengajaran. Survey kecil-kecilan yang saya lakukan di beberapa sekolah, menunjukkan hasil yang membuat saya kaget. Di beberapa MTs Negeri dan MA Negeri di Jakarta Sekatan, ditemukan guru-guru yang tidak menguasai materi pelajaran yang diampu, seperti materi fiqih, bahasa Indonesia, IPS. Kondisi serupa juga ditemukan di beberapa SD Negeri di Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan. Mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS dan Agama Islam, merupakan mata ajar yang belum dikuasai dengan baik oleh para pengajarnya.Ujian Madrasah dan Ujian Nasional adalah alat ukur yang cukup digunakan untuk menilai kemampuan guru-guru yang dimaksud.

Pertanyaannya, kenapa guru-guru dengan kualitas apa adanya itu bisa diterima sebagai pengajar? Jawabannya bisa dilihat dari berbagai sisi. Untuk guru-guru PNS di lingkungan Kemenag DKI, bisa dilihat dari kultur kelembagaannya yang sulit terhindar dari KKN. Sedangkan untuk guru-guru di sekolah swasta (menengah kebawah), bisa dilihat dari kemampuan sekolah yang bersangkutan untuk menggaji guru. Guru-guru yang mempunyai kualitas bagus tentu akan mencari sekolah-sekolah yang mampu membayar mereka dengan gaji tinggi. Akibatnya, sekolah-sekolah swasta berbiaya murah, hanya mendapatkan tenaga residu. Di samping itu, iming-iming besarnya takehome pay yang didapat guru dari pemerintah dengan adanya tunjangan sertifikasi, BOS, BOP dan TKD---khusus di Propinsi Jakarta, mendorong banyak lulusan S-1 untuk berbondong-bondong melamar menjadi guru. Sayangnya, motivasi kebanyakan pelamar itu adalah karena besarnya pendapat, bukan dedikasi untuk kemajuan pendidikan.

Akibatnya, yang saya jumpai di beberapa sekolah, kebanyakan guru menjadikan sekolah sebagai lahan proyek untuk menambah pendapatan dan mengabaikan kualitas pendidikan. Seorang kepala madrasah malah pernah berkata, " ya, buat apa serius-serius ngajari anak-anak pak. Wong, nanti menghadapi UN, anak-snak tinggal ikut bimbel di tempat lain." Bukan rahasia lagi, jika sekolah-sekolah kini menjadi sapi perah para pejabat di level kotamadya seperti kasie atau kepala kantor. Beberapa tahun lalu, saya pernah diundang ceramah di hadapan para kepala SMP se-kotamadya Jakarta Timur. Sebelum bercetamah, seorang pejabat memberi sambutan. Di dalam sambutannya itu, dia berkata, "kalau bapak-bapak bikin saya senang, urusan pun jadi lancar" sambil tertawa-tawa. Di Kemenag, malah semakin parah. Seorang pegawai di salah satu MTs Negeri pernah menyampaikan bahwa setiap kepala madrasah wajib setor persentase dana DIPA kepada salah seorang oknum di kantor wilayah jika ingin tetap bertahan jabatannya.

Miris dan prihatin melihat potret pendidikan yang demikian menyeramkan. Mungkin tidak semua seperti itu. Saya yakin bahwa masih ada orang-orang di Republik ini yang mempunyai nurani untuk kemajuan pendidikan.

Ust. Abdi Kurnia Djohan

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News