Top News :
Home » » Persis: Betapa Sulitnya Berdakwah di Akhir Zaman

Persis: Betapa Sulitnya Berdakwah di Akhir Zaman

Posted on Tuesday, 24 November 2015 | garis 14:00

Muslimedianews.com, Jakarta ~ Ketua Umum Persis periode 2016-2020 Aceng Zakaria menegaskan fokus jihad Persis ke depan yakni bidang dakwah dan tarbiyah. Titik beratnya peningkatan kualitas pesantren dan juga pembangunan perguruan tinggi.

Ustaz Aceng menjelaskan pesantren-pesantren Persis meluluskan sekitar tiga ribu mualimin. Namun Persis masih kekurangan perguruan tinggi guna menampung para mualimin.

Padahal dakwah saat ini membutuhkan da'i yang cerdas dan berkompeten, karena dakwah merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Kemudian ustaz Aceng menganalogikannya dengan sebuah anekdot.

Ada orang tua yang menyekolahkan anaknya yang satu di Eropa jurusan kedokteran dan satu lagi disekolahkan di Mesir sebagai da'i. Lalu ketika keduanya sudah menyelesaikan studinya dan kembali ke Tanah Air, pada suatu hari sang ayah sakit dan langsung diobati oleh anak pertamanya.

Setelah sembuh si ayah berpikir bahwa tidak sia-sia menyekolahkan anaknya hingga ke Eropa. Tidak puas dengan itu, si ayah kemudian memanggil anak keduanya.

"Kakakmu telah berhasil mengobati ayah dari sakit, sekarang apa hasil sekolahmu jauh-jauh ke Mesir?," tanya sang ayah. Lalu si anak berkata, "Ayah kan sudah memiliki cukup banyak rezeki, jadi sebaiknya ayah membayar zakat dan menginfakkan sebagian rezekinya kepada yang berhak."

Saat itu pula, sang ayah murka karena merasa sia-sia telah menyekolahkan anaknya jauh-jauh ke Mesir. Akhirnya si anak kedua mengajak bicara kakaknya dan mengadukan sikap ayahnya tersebut. Keduanya sepakat membius ayahnya dan membawa ke tempat gelap, dan mereka berlaku seolah-olah menjadi malaikat Munkar dan Nakir.

"Man robbuka," kata mereka, kemudian pada saat itu pula sang ayah meminta untuk dikembalikan ke dunia untuk bertaubat. Barulah mereka membius ayah mereka kembali dan membawa ayah mereka ke tempat semula.

Ketika ayah mereka sadar, sang ayah lalu berkata kepada anaknya bahwa dia bersedia membayar zakat dan bersedekah. Kisah tersebut menandakan betapa sulitnya berdakwah di akhir zaman seperti ini.

smber republika

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News