Top News :
Home » » PM Manuel Valls: Wahabisme dan Salafisme Ancaman Nyata Prancis

PM Manuel Valls: Wahabisme dan Salafisme Ancaman Nyata Prancis

Posted on Monday, 23 November 2015 | garis 05:29

Muslimedianews.com ~ Dunia Barat umumnya hanya mengenal Islam Sunni dan Islam Syi'ah. Konflik di Timur Tengah mulanya diklaim sebagai konflik Sunni-Syi'ah. Hal itu disebabkan ketidak-tahuan dunia Barat mengenai Sunni sehingga kelompok Wahhabi radikal pun dianggap bagian dari Sunni. Padahal kelompok Wahhabi sendiri dianggap telah keluar dari mainstream Sunni (Ahlussunnah wal Jama'ah) oleh kalangan Sunni yang lurus.

Tetapi belakangan dunia Barat mulai bisa membedakan bahwa aksi-aksi radikal banyak didalangi oleh kalangan Wahhabi. Meskipun bisa membedakan, tetapi Barat masih menganggap Wahhabi bagian dari Sunni.


Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mewacanakan pelemahan kelompok Islam radikal di Prancis dengan menggencarkan pengenalan budaya dan pendidikan sekuler barat. Dengan demikian, ia berharap kelompok Islam radikal akan lebih diterima masyarakat masyarakat Prancis.

"Perang melawan ancaman di masyarakat kita, Islam radikal harus melewati sekolah dan budaya yang mendukung sekularisme," kata Valls dilansir dari Ibtimes pada Selasa (17/11). Cara ini diyakini dia akan membuat Islam dan muslim akan lebih diterima masyarakat Prancis.

Dia mengingatkan, ancaman Muslim radikal bukan hanya membahayakan masyarakat Prancis, tapi juga mencoreng muslim Prancis. Valls berharap muslim Prancis dapat melawan paham ideologi radikal yang terbukti telah menewaskan 129 orang pada tragedi di Paris.

Ideologi radikal yang menjadi ancaman tersebut, kata dia diantaranya adalah Wahabi dan Salafi. "Wahabisme dan Salafisme telah mengubah wajah Islam, ini bahaya nyata bagi Muslim dan Prancis," kata Vall. Valls mengatakan dua ideologi ini berpaham ultra konservatif dalam Sunni Islam yang selalu menekankan pendekatan kekerasan.

Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve, menyambut baik langkah ini. Ia menyetujui  perang melawan ekstrimisme harus dilakukan dengan dua cara, selain kekuatan intelejen keamanan, juga harus dilakukan dengan cara lebih lembut.

     sumber via republika/ibnu manshur

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News