Top News :
Home » » Saat NU Menjadi Partai: Kampanye Politik Ala Kiai Marzuqi dan Kegundahan Para Kiai

Saat NU Menjadi Partai: Kampanye Politik Ala Kiai Marzuqi dan Kegundahan Para Kiai

Posted on Friday, 13 November 2015 | garis 17:50

Muslimedianews.com ~
Setelah diaksanakannya Muktamar NU ke 19 di Palembang pada tahun 1952 M, NU menjadi partai politik sendiri setelah lama melebur ke dalam partai Masyumi. Semenjak itu, para kiai begitu bersemangat mengkampanyekan partai NU pada masyarakat, terlebih menjelang pelaksanaan pemilu pertama tahun 1955 M. Saking semangatnya, sampai-sampai KH. Abdul Wahab Hasbullah selaku Rais Aam NU saat itu, dalam membacakan talqin saat meninggalnya Almaghfurlah KH. Abdul Karim Lirboyo, menyisipkan kata-kata yang cukup mengundang tawa. Yakni sebuah pesan agar apabila malaikat menanyakan tentang apa partaimu jawab saja NU, "Kiai Abdul Karim, menawi malaikat tangklet punopo partai sampean, jawab kanti tegas, partai kulo NU".

Bahkan konon KH. Marzuqi Dahlan Lirboyo yang dikenal sangat wira'i pun tidak mau ketinggalan mengkampanyekan NU, meski tidak melalui panggung kampanye. Beliau datangi rumah-rumah warga yang beliau kenal. Lalu dengan santun dan lembut beliau bepesan singkat, padat, tetapi sangat mengikat: "Nek pengen slamet dunyo akhirot, sampean milih NU mawon geh" (Jika ingin selamat dunia-akhirat, kamu pilih NU saja).

Namun pada kenyataannya, pada pemilu 1955 NU hanya menduduki urutan ketiga di bawah PNI dan Masyumi. Sebenarnya capaian NU itu sudah cukup signifikan menurut para pengamat politik pada masa itu, mengingat usia NU sebagai partai politik baru seumur jagung. Tetapi bagi sebagian para kiai, terlebih bagi kiai-kiai NU Kediri, hasil itu dirasa kurang memuaskan atau bisa dibilang mengecewakan, disamping karena pelaksanaan pemilu yang belum maksimal.

Mereka pada Muktamar NU di Palembang tahun 1952 di bawah pimpinan KH. Mahrus Ali selaku Rais Syuriah NU Kediri saat itu, ikut mempelopori keluarnya NU dari Masyumi dan menjadi partai politik sendiri. Karenanya mereka berusaha keras lahir dan batin agar NU bisa memenangkan pemilu. Tetapi kekecewaan itu justru lebih mendekatkan mereka kepada Yang Maha Kuasa. Mereka menjadi semakin rajin berziarah ke makam-makam Auliya' yang ada di Kota Kediri dibandingkan sebelum itu, terlebih ke makam Syaikh Washil Setonogedong yang berada di jantung Kota Kediri. Setiap selesai berziarah, biasanya mereka berkumpul di masjid Setonogedong yang waktu itu masih berupa langgar (surau) kecil yang sangat sederhana, untuk istirahat, membicarakan perkembangan politik dan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.

Setelah beberapa pertemuan, salah satu dari mereka mengusulkan bagaimana jika pertemuan itu dijadikan pengajian rutin agar lebih bermanfaaf dan maslahat. Kontan saja semua mengamini dan serempak meminta KH. Mahrus Ali yang memimpin pengajian tersebut, karena disamping beliau menjabat Rais Syuriah NU Kediri saat itu beliau juga dipandang yang paling mumpuni dibandingkan kiai-kiai lainnya. Jadilah sebuah pengajian rutin malam Selasa yang selalu diikuti oleh para kiai Kota Kediri dan sekitarnya.

Itulah kiai-kiai kita dahulu, ketika mereka menemukan realitas politik yang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan mereka, tidaklah serta merta mereka menyalahkan pihak-pihak tertentu atau bahkan menuntutnya lewat sebuah pengadilan. Tetapi mereka serahkan dan adukan semuanya pada Yang Maha Kuasa dengan berziarah dan bertawassul melalui kekasih-kekasih (Auliya') Allah Swt. Karenanya Allah Swt. pun menggantinya dengan sesuatu yang lebih lebih berkah dan manfaat baik di dunia maupun akhirat, yaitu terwujudnya Majelis Ilmu.

Dan alhamdulillah, Majelis Ilmu Pengajian Malam Selasa di Masjid Setonogedong masih terus berlangsung hingga kini dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Kediri, yang dipimpin oleh putra Almarhum Kiai Mahrus Ali, yaitu KH. Abdullah Kafabihi Mahrus Ali. (Oleh: AN Ang-hab).

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News