BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, November 08, 2015

Sunnah Tasyri'iyyah dan Sunnah Non-Tasyri'iyyah (Bagian 5)

Pontianak, Muslimedianews ~ Kategorisasi Sunnah tersebut selain didasarkan pada hadis seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, juga didasarkan pada pendapat sahabat Nabi SAW. Abu Thufail mengatakan kepada Ibnu Abbas: "Kaummu menganggap bahwa Nabi SAW berkeliling antara Shafa dan Marwa dengan mengendarai unta dan menganggap perbuatan Beliau adalah sunnah? Ibnu Abbas menjawab: "Mereka benar karena memang Nabi SAW berkeliling antara Shafa dan Marwa dengan naik unta. Tetapi mereka salah karena perbuatan mengendarai unta tersebut bukan perbuatan sunnah. Perbuatan Beliau mengendarai unta agar para jamaah tidak mendahului atau ketinggalan. Disamping itu, juga agar ucapan Beliau dapat terdengar oleh mereka dan agar mereka tidak berusaha menggapai tangan Beliau. (HR. Ahmad).

Apakah sekarang kita bisa melakukan Sai dengan mengendarai unta, sebagaimana contoh praktek Nabi SAW?

Berdasar hadis ini bahwa melakukan sai antara shafa dan marwa adalah Sunnah Tasyri'iyyah. Sedang mengendarai unta ketika sai adalah Sunnah Non-Tasyri'iyyah. Nabi mengendarai unta ketika sai karena ada tujuan kondisional, bukan menjadi keharusan dicontoh, apalagi dengan kondisi sekarang jutaan umat yang sangat padat bersai. Hal ini bisa menjadi pelajaran agar tidak memaksakan diri hanya karena alasan bahwa Nabi pernah melakukannya. Seperti memaksakan diri melontar jamrah pada waktu duha atau sebelum duhur dengan alasan lebih afdhal karena Nabi melakukannya pada waktu itu. Padahal dalam kondisi sekarang bisa membahayakan karena kondisinya sangat padat. Pada zaman Nabi, jamaahnya sedikit dan sepi, tidak sepadat sekarang. Maka kita bisa memilih waktu yang lebih maksimal bisa menjalankan ritual ibadah haji. (Bersambung .......)

Oleh:Dr Wajidi M.Ag., Dosen IAIN Pontianak, Ketua Majlis Fatwa MUI Kalbar, Wakil Rais Syuriah PWNU Kalbar.


« PREV
NEXT »

No comments