BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, November 25, 2015

Sunnah Tasyri'iyyah dan Sunnah Non-Tasyri'iyyah (Bagian 9)

Pontianak, Muslimedianews ~ Seorang sahabat namanya Miswar menceritakan: "Saya mendengar Nabi SAW bersabda di atas mimbar: "Sesungguhnya Bani Hasyim bin al-Mugirah meminta izin kepadaku untuk menikahkan anak perempuan mereka dengan Ali bin Abi Thalib (berpoligami). Maka Aku tidak izinkan, Aku tidak izin, Aku tidak izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib mau menceraikan anakku Fatimah dan menikahi anak mereka. Fatimah adalah bagian dari diriku, Aku menderita karena penderitaannya dan Aku tersakiti apabila hatinya tersakiti. (HR. Bukhari).

Secara tekstual hadis ini melarang poligami. Apakah hadis ini berlaku umum universal bagi umat Islam sebagaimana syariat ibadah? Atau berlaku khusus, lokal, dan temporal? 

Kalau berlaku khusus, mengapa disampaikan di atas mimbar, di depan orang banyak dan diulangi hingga 3 kali. Mengapa tidak disampaikan di ruang keluarga yang terbatas?

Kalau dipahami hadis ini berlaku umum sebagai syariat universal dan abadi, maka dianggap bertentangan dengan al-Qur'an surat an-Nisa' ayat 3 yang mengizinkan poligami. Demikian juga praktek para sahabat Abu Bakar, Umar, Usman, dan para sahabat umumnya berpoligami dan tidak dilarang oleh Nabi SAW.

Para ulama lebih memahami larangan poligami ini bersifat khusus bagi Ali bin Abi Thalib saja karena yang dimadu adalah putri Rasulullah SAW. dan calon yang akan dimadu adalah putri Abu Jahl, musuh Islam, musuh Islam. (Bersambung ..... ).


Oleh: Dr Wajidi M.Ag., Dosen IAIN Pontianak, Ketua Majlis Fatwa MUI Kalbar, Wakil Rais Syuriah PWNU Kalbar.


« PREV
NEXT »

No comments