BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, November 08, 2015

Sunnah Tasyri'iyyah dan Sunnah Non-Tasyri'iyyah (Bagian 4)

Pontianak, Muslimedianews ~ Kategorisasi sunnah tersebut didasarkan pada hadis Nabi SAW. Ketika Beliau tiba di Madinah penduduknya lagi sedang menyerbuk kurma. Nabi SAW bertanya: "Apa yang kalian lakukan?" Mereka menjawab: "Kami melakukan sesuatu yang biasa kami lakukan, yaitu menyerbuk kurma". Lalu Nabi SAW bersabda: "Apabila kalian tidak melakukannya, itu lebih baik". Maka mereka pun tidak melakukannya lagi, dan ternyata kurma mereka hasilnya tidak baik. Apa yang mereka alami ini disampaikan kepada Nabi SAW. Maka Beliau bersabda: "Saya hanya manusia, apabila saya perintahkan kalian mengenai agama kalian, maka ambillah (pegangilah). Apabila saya perintahkan kalian mengenai sesuatu dari pendapat (pribadi)ku, maka saya ini manusia. (HR. Muslim).
Kalimat "Apabila saya perintahkan mengenai agama kalian, maka ambillah (pegangilah)". Dalam hal inilah yang dikategorikan sebagai Sunnah Tasyri'iyyah. Terutama dalam masalah ibadah mahdhah. Dalam masalah inilah yang tidak boleh ada tambahan dan kreasi yang baru. Dalam konteks inilah berlaku istilah bid'ah.

Adapun kalimat "Apabila saya perintahkan mengenai sesuatu dari pendapat (pribadi)ku, maka saya ini manusia". Sama pengertiannya dengan hadis Nabi lainnya "Kalian lebih tahu mengenai urusan dunia kalian". (HR. Muslim). Dalam hal inilah yang dikategorikan sebagai Sunnah Non-Tasyri'iyyah. Manusia diberi pilihan untuk melakukannya atau menciptakan kreasi baru sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu dan budaya serta sosial masyarakat. Dalam konteks ini tidak berlaku istilah bid'ah. Sangat tidak bijak dalam beragama apabila terlalu menggenaralisasi semua yang tidak pernah dilakukan Nabi SAW adalah bid'ah. Makanya perlu mengenali Sunnah Tasyri'iyyah dan Sunnah Non-Tasyri'iyyah. (Bersambung .....).


Oleh:Dr Wajidi M.Ag., Dosen IAIN Pontianak, Ketua Majlis Fatwa MUI Kalbar, Wakil Rais Syuriah PWNU Kalbar.


« PREV
NEXT »

No comments