Top News :
Home » » Tragedi Paris, Rangkaian Agenda Terselubung Kaum Zionis (1)

Tragedi Paris, Rangkaian Agenda Terselubung Kaum Zionis (1)

Posted on Monday, 16 November 2015 | garis 01:28

Muslimedianews.com ~
Friday 13th, adalah peristiwa eksekusi yang menjadi kebiasaan ritual kaum Freemason dan Illuminati bagi mereka yang dianggap Kafir dan telah murtad. Ritual Friday 13th ini terjadi sebagai wujud sakit hati dan dendam kaum Freemason dan Illuminati terhadap kesatria kebanggaannya Knight Templar yang kalah dalam pertempuran perang Salib II melawan pasukan Shalahuddin al-Ayyubi.

Knight Templar dituduh Murtad dan Kafir oleh petinggi gereja Freemason dan Illuminati, karena telah terpengaruh ajaran Baphomed. Dalam bahasa Prancis arti kata Baphomed artinya Mohammed atau Muhammad. Jadi Knight Templar dituduh Murtad dan Kafir karena telah terpengaruh ajaran Muhammad yang diperkenalkan dan dijelaskan oleh Sultan Shalahuddin al-Ayyubi.

Pada saat akhir perang Salib II terjadi dialog antara Knight Templar dengan Sultan Shalahuddin. Sang Sultan memperkenalkan dan menjelaskan Islam kepada Knight Templar. Islam yang tadinya dianggap agama Barbar, yang senang membunuh dan tak beradab, ternyata berbanding terbalik dengan tuduhan selama ini. Justeru Islam adalah agama yang beradab dan penuh kasih sayang sebagaimana ajaran Yesus (Isa As.).

Sejak saat itulah sebagai aksi balas dendam dan sakit hati, karena tidak terima pasukan kebanggaannya Knight Templar menjadi Murtad dan menjadi Kafir, akhirnya mereka memiliki kebiasaan ritual membunuh dan bom bunuh diri di hari suci (hari Jum'at), di tempat suci (masjid).

Baphomed, Lambang Iblis untuk Menghina Nabi Muhammad

Bila kita perhatikan sejarah, terdapat bukti dan fakta bahwa Sultan Shalahuddin al-Ayyubi adalah Muslim beraqidah Asy'ariyah yang merupakan seorang penganut tasawuf sufi yang memiliki guru spritual seorang Sufi. Sang Sultan memperkenalkan dan menjelaskan Islam yang sebenarnya kepada Knight Templar hingga Knight Templar terbuka pikirannya sampai-sampai mereka memuji pengetahuan dan peradaban Islam.

Ketika Knight Templar dijatuhi hukuman mati karena dianggap Murtad dan Kafir sebab menolak doktrinitas Yesus itu adalah Tuhan, ditemukan benda-benda peninggalan Knight Templar berupa lambang Bulan Sabit dan Bintang. Para petinggi Freemason dan Illuminati menyatakan bahwa Knight Templar telah dirasuki ajaran sesat Baphomed. Sejak itulah dibuatlah lambang Baphomed yang merupakan ilustrasi sosok Baphomed  yang dianggap sebagai Iblis, padahal lambang itu adalah lambang wujud penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw.

Bila kita perhatikan lambang Baphomed, yang dianggap lambang setan, dengan sikap duduk bersila, memakai mahkota, berjanggut dan dengan mata teduh menunduk ke bawah adalah sikap dan kebiasaan Rasulullah Saw. dan kebiasaan ulama tasawuf, yang menggunakan Turban sebagai Mahkota. Sikap duduk bersila dalam adab dzikir, dan ulama tasawuf sufi senantiasa memelihara janggut dan menundukkan pandangannya.

Untuk menghadang laju pertumbuhan Islam mereka para Freemason dan Illuminati membuat lambang palsu untuk menuduh Islam ajaran Baphomed adalah aliran sesat yang dulunya mempengaruhi Knight Templar kesatria kebanggaan mereka. Inilah awal flag false operation (modus operasi membuat lambang palsu untuk menciptakan Fitnah).

Dendam Kesumat atas Ajaran Nabi Muhammad

Kebencian dan dendam kekalahan mereka pada Perang Salib II dan dengan murtad dan kafirnya kesatria Knight Templar menjadi tamparan keras dan memalukan bagi kaum Freemason dan Illuminati. Kebencian mereka menjadi-jadi ketika Islam menang gilang-gemilang hingga menaklukkan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad al-Fatih hingga berdirilah Kekhalifahan Ottoman yang menaungi semua agama samawi.

Mereka para Zionis Freemason dan Illuminati berusaha keras mencari cara celah bagaimana menghancurkan Islam dan peradabannya. Karena itulah mereka berusaha keras menyusupkan agen-agennya untuk menyamar dan mempelajari Islam. Mereka berusaha keras menciptakan agama baru dan sekte baru yang berlabelkan Islam agar Islam dianggap agama Barbar dan tidak berperikemanusiaan.

Dan keinginan mereka akhirnya berhasil melalui kaki tangannya yang bernama Hempher, dengan "kuda tunggangannya" bernama Muhammad bin Abdul Wahab. Di Indonesia mereka menempatkan agennya yang bernama Snouck Hourgene yang menyamar berpura-pura masuk Islam untuk mencari cara menghancurkan kerajaan Islam di Aceh yang menewaskan banyak para ulama Aceh.

Adalah kalian ketahui sejak masa Sultan Shalahuddin hingga Kekhalifahan Ottoman kebiasaan Maulid Nabi Muhammad Saw. adalah salah satu upaya menyatukan ummat Islam di seluruh dunia. Para Freemason dan Illuminati ini tahu bahwa Maulid Nabi adalah suatu upaya gerakan menyatukan ummat Islam, karena itulah mereka membenci Maulid Nabi.

Fakta sejarah menyatakan, bahwa Maulid Nabi Muhammad Saw. menjadi penggerak hati para mujahid hingga meraih kemenangan Perang Salib II. Sampai detik ini para kaum Freemason dan Illuminati amat benci dengan peringatan Maulid Nabi yang dianggap syiar Islam yang mengalahkan mereka.

Mereka kaum Freemason dan Illuminati ini akhirnya menugaskan Hempher untuk menyusup ke Islam dan mencari tahu celah kelemahan Islam. Dan gayungpun bersambut dengan kabar gembira bahwa mereka telah mendapatkan "kuda troya" yang dapat menjadi senjata atau tanduk untuk menghancurkan kekuatan dan kekhalifahan Islam. "Tanduk" itu bernama Muhamad bin Abdul Wahab.

Tiga Muhammad sebagai Tandingan Nabi Muhammad

Kaum Freemason dan Illuminati adalah kaum Setan, ketika mereka berhasil mendapatkan "tanduk" atau "alat" untuk menyerang kekuatan dan kekhalifahan Islam mereka bergembira dan bersukacita. Utuk memuluskan misi mereka akhirnya menyuruh Hempher dan temannya yang menjadi "tanduk" bagi mereka untuk memproklamirkan agama baru ciptaan mereka yang bernama Wahabi.

Selain itu dalam agenda Freemason dan Illuminati mereka meminta Hempher agar agama ciptaan mereka untuk memusuhi dan melawan peringatan Maulid Nabi yang merupakan letak syiar kekuatan Islam. Mereka tidak ingin adanya kekalahan yang sama yang pernah mereka dapatkan waktu Perang Salib II. Lalu dan akhirnya impian itu terwujud dengan lahirnya pembunuhan dan pemberontakan oleh kaum Wahabi (yang sekarang berganti nama dan mengaku sebagai Salafi) terhadap Kekhalifahan Islam Dinasti Ottoman yang saat itu tengah berjaya.

Pemberontakan itu dipelopori oleh 3 orang yang berinitial Muhamad; yaitu Muhamad al-Majmu'i (Hempher), Muhamad bin Abdul Wahab dan Muhamad Su'ud. Maka sungguh genap dan tepatlah bila Muhamad bin Abdul Wahab dijuluki dan disebut sebagai Tanduk Setan. Dia menjadi alat serang kaum Setan untuk menanduk Islam dari dalam.

Inilah awalnya kekalahan dan runtuhnya kekhalifahan ummat Islam yang dilakukan 3 serangkai konspirasi ciptaan Freemason dan Illuminati. Maka tak usah heran bila nama Hijaz diganti dengan Saudi, dan disana ditemukan simbol mata satu. Ini adalah perjanjian terikat mereka dengam kaum Freemason dan Illuminati.

Dari Baphomed ke Bintang David

Setelah mereka berhasil membuat simbol palsu berupa Baphomed yang merupakan penghinaan dan penistaan terhadap Nabi Muhammad Saw., kini mereka telah berhasil membuat agama palsu yang membenarkan Fitnah dan Tuduhan mereka yang mencitrakan agama Islam adalah Barbar, bengis dan kejam, yaitu lahirnya Wahabi sebagai buah konspirasi mereka.

Ketika mereka berhasil menghancurkan Kekhalifahan Ottoman dan mengkudetanya, dan melakukan banyak pembunuhan terhadap Sayyid dan Syarif di Kota Mekkah dulu serta mengusir klan Bani Hasyim melalui kaki tangannya yang merupakan tanduk mereka yang bernama "Wahabi", ternyata tujuan mereka tidak sampai di situ saja. Mereka akhirnya mensupport dan memberikan dukungan agar para Zionis Yahudi memproklamirkan diri sebagai Negara Israel dan mengklaim mereka satu-satunya keturunan Bani Israel dengan menggunakan lambang Bintang Daud sebagai simbol negara mereka. Ini bohong dan distorsi sejarah.

Sejatinya, lambang Star David (Bintang Daud) adalah lambang milik ummat Islam. Lambang ini sudah lebih dulu ada sebelum para Zionis Yahudi itu menggunakannya. Bahkan jauh sebelum negara Israel berdiri, di Pulau Jawa sendiri terdapat lambang-lambang Star David di beberapa monumen kuno. Dalam kitab kajian tasawuf ternyata ada lambang yang bertuliskan "La Ilaha Illallah Muhammadun Rasulullah". Bila kita tarik garis pada tiap sudutnya akan membentuk lambang Star David. Inilah flag false operation yang sejatinya menciptakan lambang, simbol dan gerakan palsu untuk mendistorsi sejarah.

Tidak hanya itu, sejarah pemimpin kaum Indian di Amerika yang ternyata seorang Muslim mereka tutup-tutupi dan kaburkan. Cerita "Tanah yang Dijanjikan Allah" dihembuskan para Freemason dan Illuminati agar menyangka Palestina adalah tanah yang diklaim sebagai "Tanah yang Dijanjikan" sehingga mengumpulkan para Yahudi di seluruh dunia untuk melakukan genosida dan penyerangan terhadap Palestina. Padahal tanah yang dijanjikan Allah Swt. kepada kaum Bani Istael adalah tanah kosong tak bertuan. Sedangkan Palestina bukan tanah kosong tak bertuan bahkan penduduk asli Palestina saat itu sudah ada. Inilah awal konflik Israel-Palestina yang tak berujung. Konflik yang dipicu cerita palsu "Tanah yang Dijanjikan" dan klaim keturunan Bani Israel palsu.

Agenda Hempher Menggandeng Wahabi dan Syiah Rafidhah

Runtuhnya Kekhalifahan Ottoman juga berimbas pada Iran. Dulu saat Kekhalifahan Ottoman berkuasa, Sunni-Syiah hidup damai dan berdampingan dengan memiliki wilayah kekuasaan masing-masing, bahkan agama lain pun dilindungi. Namun perlu diketahui keruntuhan Kekhalifahan Ottoman juga terjadi akibat pengkhianatan kaum Syiah sendiri, tapi Syiah yang mana? Mereka adalah golongan Syiah minoritas yang tak terima dan sinis pada pemerintahan Kekhalifahan Ottoman yang dipegang oleh Sunni. Mereka adalah golongan Syiah Rafidhah.

Hempher bekerjasama dengan Syiah Rafidhah ini dan berjanji akan menempatkan pimpinan pilihan mereka bila berhasil meruntuhkan Kekhalifahan Ottoman. Bahkan Hempher juga menyusupkan ajaran Syiah Rafidhah kepada Muhamad bin Abdul Wahab.

Dan tatkala Kekhalifahan Ottoman runtuh, ternyata benar mereka memilih boneka mereka yang bernama Reza Shahlevi sebagai pemimpin Iran. Akibatnya banyak kaum Syiah Iran saat itu hidup miskin, tertindas dan dibungkam. Di Turki, mereka memilih bonekanya yang bernama Kemal at-Tarturk yang mengintimidasi ajaran Islam terutama tasawuf, hingga adzan dalam bahasa Arab pun dilarang. Maka tak usah heran dulu hubungan Saudi-Iran begitu akrab dan harmonis, sebab klan Su'ud dan Reza Shahlevi adalah pimpinan boneka pilihan mereka.

Iran berubah menjadi Revolusi Iran sejak Ayatullah Khomenei melawan kedzaliman, kediktatoran dan keserakahan Reza Shahlevi. Jadi kehancuran Kekhalifahan Ottoman menjadi awal petaka konflik Sunni-Syiah, dimana Wahabi mengaku Sunni dan Rafidhah mengaku Syiah.

Upaya Penghabisan Pewaris Tahta dan Klan Bani Hasyim

Tatkala mereka Freemason dan Illuminati ini berhasil menumbangkan Kekhalifahan Ottoman, mereka juga berniat menghabisi pewaris tahta Kekhalifahan Ottoman yaitu Raja Abdullah I. Sejarah mencatat bahwa Raja Abdullah I menentang Turki Utsmani yang dipegang oleh Kemal at-Tarturk, sebab beliau adalah penerus kekhalifahan yang sah. Beliau dan klan Bani Hasyim diusir dari Mekkah oleh Dinasti Saud lalu berpindah ke Trans-Yordania. Namun beliau akhirnya berhasil memerdekakan Trans-Yordania yang saat itu wilayah boneka Britania, dan memakai gelar Raja Jordania.

Grand Syaikh Abdullah Faiz ad-Daghestani pernah berwasiat dan mengirimkan surat pesan ke Raja Abdullah I melalui muftinya agar dia tidak menghadiri shalat Jum'at di Masjidil Aqsha. Firasat dan wasiat Grand Syaikh Abdullah Faiz sepertinya terlupa oleh Raja Abdullah I, dan takdir pun terjadi Raja Abdullah I akhirnya tewas terbunuh oleh seorang Nasionalis Arab (salah seorang suruhan Freemason dan Illuminati) di hari Jum'at di Masjidil Aqsha, pada hari eksekusi Friday 13th, sedangkan Raja Abdullah II selamat dari percobaan pembunuhan tersebut.

Grand Syaikh Abdullah Faiz ad-Daghestani sudah mendapat firasat spiritualnya bahwa Raja Abdullah I hendak dibunuh oleh kaum Freemason dan Illuminati, mereka hendak menghabisi pewaris tahta dan klan Bani Hasyim. Saat itu Raja Abdullah I hendak mengakhiri ketegangan Israel-Palestina, sebab beliau memegang hak tahta Syam yang meliputi Yerussalem yaitu Israel-Palestina.

Dahulu sebelum berdirinya Israel, wilayah Israel-Palestina masih dalam kekuasaan Kekhalifahan Ottoman, karena itu sang khalifah merasa bertanggungjawab mengakhiri konflik tersebut dengan mengungkapkan fakta sebenarnya. Namun Raja Abdullah I terbunuh hingga ketegangan Israel-Palestina kian memanas dan tidak menemukan titik temu damai.

Walaupun Raja Abdullah I telah terbunuh, namun upaya percobaan pembunuhan terhadap Raja Abdullah II terus berlanjut. Sudah beberapa kali Raja Abdullah II selamat dari upaya percobaan pembunuhan terhadap dirinya.

Freemason dan Illuminati tidak menginginkan adanya kemenangan dan penaklukan Konstantinopel jilid 2. Mereka tidak menginginkan kekalahan yang sama di masa lalu. Karena itulah mereka telah menyiapkan modus operasi Flag False Operation yaitu menciptakan Panji Hitam Palsu dan Khilafah Islam Palsu. Bersambung... (Oleh: Jefri Nofendi).

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News