Top News :
Home » » Tragedi Paris, Rangkaian Agenda Terselubung Kaum Zionis (3/Habis)

Tragedi Paris, Rangkaian Agenda Terselubung Kaum Zionis (3/Habis)

Posted on Saturday, 21 November 2015 | garis 02:16

Muslimedianews.com ~
Perkembangan Islam di Eropa seperti Prancis mulai berkembang dari tahun ke tahun. Dakwah Islam yang dibawakan thariqah sufiyah dan para habaib mulai merambah di Eropa. Islam di Eropa seperti Prancis mulai merasuk ke dalam masyarakat dengan jalur sufistik (spritualitas). Hal ini menjadi ketakutan dan ancaman bagi Freemason dan Illuminati yang anggota kelompoknya berada di sana yang selama ini mengendalikan roda pemerintahan Eropa. Karena itulah mereka inginkan ciptakan Islamophobia. Agar masyarakat Prancis membenci Islam, maka dibuatlah skenario sebagaimana kasus 11 September terulang kembali.

Islam Sufi (Tasawuf) dan Thariqah yang Paling Ditakuti Zionis

Saya kasih contoh besarnya pengaruh dakwah Islam melalui jalur tasawuf sufi. Sebelum kasus 11 September muncul Maulana Syaikh Hisyam Kabbani sudah berdakwah ke Amerika Serikat di tahun 90-an, banyak warga Amerika yang satu persatu menjadi Muallaf Muslim. Perkembangan Islam kian hari kian meningkat, setiap hari ada saja warga Amerika Serikat yang memeluk Islam (menjadi muallaf). Namun perkembangan itu berusaha dihentikan dan dihambat oleh Zionisme yang didukung faham Wahabi dengan menuduh tasawuf sufi adalah sesat, padahal di Amerika Serikat banyak nonM-uslim menjadi muallaf lewat tangan guru-guru tasawuf sufi.

Karena khawatir dan takut semakin berkembangnya Islam di Amerika dengan jalur tasawuf (spritualitas) mereka para Freemasonry dan Illuminati mulai melakukan konspirasi yang disebut serangan 11 September. Akibat serangan 11 September tersebut akhirnya para penganut Muslim di Amerika diintimidasi dan dilecehkan, kebanyakan Muslim di Amerika Serikat adalah mereka yang menerima dan masuk Islam oleh tangan Syaikh Hisyam dan murid-muridnya. 11 September adalah upaya konspirasi untuk menghantam laju perkembangan ummat Islam yang mulai beranjak naik di Amerika Serikat.

Nah, serangan di Paris juga bertujuan untuk itu, untuk menghantam dan membendung laju pertumbuhan warga Prancis yang mulai menerima dan memeluk Islam. Paris yang dijuluki kota Mode, kini mulai melirik fashion Mode Hijab/Jilbab dan pakaian Islam Modern. Alasannya karena semakin banyaknya minat warga Prancis dengan pakaian yang menutupi aurat untuk wanita yang terlihat lebih elegan dan terhormat. Dan pakaian itu tak hanya diminati kaum Muslim Prancis, tapi juga diminati oleh kaum non-Muslim (Nasrani, Yahudi) seperti Kristen Ortodok dan Yahudi Ortodok.

Pidato Raja Abdullah II yang Menggemparkan Uni-Eropa

Beberapa bulan lalu Raja "Husein" Abdullah II Yordania berbicara di depan perwakilan Uni-Eropa. Raja "Husein" menjelaskan dan memaparkan apa itu Islam dan bagaimana sikap seorang Muslim baik dengan sesama Muslim maupun non-Muslim. Pidato yang mengundang decak kagum dan membuka mata perwakilan Uni-Eropa tentang Islam akhirnya mengubah paradigma negatif yang selama ini menjadi momok menakutkan masyarakat non-Muslim di Eropa.

Namun apakah semua perwakilan Uni-Eropa menerima pemaparan dan penjelasan tentang Islam yang disampaikan Raja "Husein" Abdullah II? Tidak! Tidak 100 persen, tidak semua perwakilan Uni-Eropa menerima. Dalam video yang dapat Anda saksikan di youtube, terdapat ada beberapa orang perwakilan Uni-Eropa yang tidak mau menerima dan tetap pada pendirian mereka bahwa Islam adalah sumber kekacauan yang ada di dunia. Di mata mereka yang tak mau menerima penjelasan dan pemaparan Raja "Husein" Abdullah II, Islam dianggap agama barbar, keji, bengis dan kejam yang melahirkan berbagai macam teror.

Untuk mementahkan dan mematahkan penjelasan dan pemaparan tentang Islam yang disampaikan oleh Raja "Husein" Abdullah II dari Yordania, mulailah Zionisme melakukan konspirasi keji yaitu dengan melakukan propaganda yang berujung dengan peristiwa "Tragedi Paris Friday 13th". Mereka menggunakan "tanduk setan" untuk melakukan teror pembunuhan dan pemboman di Paris lewat tangan ISIS yang mengaku pembawa panji Islam padahal mereka adalah panji hitam gadungan buatan Freemason dan Illuminati.

Pada serangan itu ISIS sengaja membawa identitas dan pasport milik tentara Suriah dengan tujuan dan alasan agar publik menyangka ISIS yang menyerang Paris saat itu adalah tentara Suriah yang merupakan anak buah Basyar Assad dan berujung pada opini propaganda agar menyangka ISIS buatan sekte Syiah. Mereka sengaja melakukan itu untuk membuat masyarakat Eropa berparadigma negatif tentang Islam, menjatuhkan wibawa dan citra Islam, dan berusaha menjatuhkan wibawa Raja "Husein" Abdullah II dan sebagai serangan untuk mementahkan pemaparan dan penjelasan Raja "Husein" Abdullah II di Uni-Eropa yang sempat menggegerkan perwakilan Uni-Eropa.

Mereka para Zionisme berharap dengan adanya serangan konspirasi tersebut ummat Islam yang berada tinggal di Uni-Eropa akan dihabisi dan intimidasi oleh masyarakat non-Muslim Uni-Eropa. Mereka berharap agar perkembangan Islam di Uni-Eropa menjadi terhenti dan berharap para muallaf kembali menjadi murtad bila ditampilkan "Wajah Islam" seperti yang dilakukan ISIS yang mengatasnamakan Islam.

Mengapa Paris Dipilih untuk Tragedi Friday 13th?

Lalu dari sekian banyak negara di Eropa mengapa Paris yang dipilih sebagai target serangan konspirasi Zionisme? Ada berapa jawaban tentang hal itu diantaranya:
1. Paris adalah salah satu negara Eropa yang menjadi Icon.
2. Paris adalah salah satu negara Eropa yang perkembangan pasar ekonominya cukup pesat.
3. Prancis memiliki sejarah tragedi yang menewaskan Knight Templar yang murtad dan dianggap Kafir karena terpengaruh ajaran Baphomed.

Pepatah Arab mengatakan, "Jika kau ingin terkenal maka kencingilah air zamzam". Ini salah satu icon kota Mekkah. "Bila kau ingin memprovokasi dan berorasi lakukan di pasar dan tempat keramaian", pasar adalah tempat dimana transaksi dan keramaian berkumpul. "Taumatis akan muncul kembali bila kita mengulang kembali", mengulang tragedi adalah suatu cara membangkitkan kembali traumatis dan luka lama.

Jadi karena Prancis atau Paris adalah salah satu icon di Eropa, dan juga salah satu pasar ekonomi Eropa serta memiliki sejarah tragedi kelam yang dapat dikait-kaitkan, karena itulah Paris dipilih menjadi target flag false operation yang melahirkan tragedi Paris Froday 13th sebagaimana Knight Templar yang dieksekusi pada hari Friday 13th.

Mengutip pernyataan Habib Ali al-Jufri: "Musuh kalian sebenarnya adalah yang meyakinkan bahwa sesungguhnya kalian saling bermusuhan." Jika kalian pernah membaca buku harian Hempher sampai tuntas maka kalian akan dapati sebuah dialog pernyataan petinggi Freemason kepada Hempher yang berbunyi kurang lebih: "Hei Mr. Hempher, tugasmu bukan mencari tahu bagaimana mereka bisa bersatu, tapi kau harus mencari cara memecah-belah mereka, menciptakan jurang pemisah yang dalam di antara mereka."

Lalu selanjutnya petinggi Freemason berkata kepada Jempher: "Perlu Anda ketahui Mr. Hempher, bahwa perselisihan dan konflik adalah sebuah hal yang tak akan pernah berubah sejak zaman perselisihan Habil dan Qabil hingga datangnya sang Mesias. Jadi kita harus menjaga perselisihan dan konflik itu sampai hari dimana datangnya sang Mesias." Artinya, Freemason dan Illuminati memang selalu menginginkan agar konflik dan perperangan terus terjadi dan bergulir hingga akhir zaman dan dimana saja, sebagai pengabdian mereka kepada sang Mesias yaitu al-Masih Dajjal.

Tahukah kalian apakah yang ditakuti oleh para Zionisme Freemason dan Illuminati terhadap Islam? Apakah karena senjatanya? Tidak! Senjata mereka jauh lebih canggih dari kita. Lalu apakah sistem perekonomiannya? Tidak! Justeru mereka menguasai roda perekonomian yang menjerat manusia dengan Riba yang mereka ciptakan. Lalu apakah karena pengetahuan yang dimiliki Islam? Tidak! Justeru mereka telah mencuri pengetahuan dari Islam. Lalu apa yang mereka takutkan dan khawatirkan dari Islam?

Jawabannya adalah, mereka takut terhadap dakwah Islam yang membuat non-Muslim tertarik dengan Islam, dan perlahan-lahan ada saja yang menjadi muallaf. Kekuatan Islam terletak pada dakwahnya dan kecintaan pada Nabinya, Muhammad Saw., yang menarik seseorang dari kegelapan menuju cahaya kebenaran, yang mengubah perilaku seseorang yang mulanya dari tempat "kotor" dan "hina" menjadi pribadi yang senantiasa mensucikan diri dan beradab, yang menjadikan sesama manusia untuk saling mengasihi. Itulah kekuatan Islam yang ditakuti mereka.

Islam tidak akan hancur oleh Yahudi, Nasrani, Majusi atau Atheis sekalipun. Tapi Islam dapat mereka hancurkan lewat Islam ciptaan mereka sendiri yang kita kenal dengan "Tanduk Setan". (Oleh: Jefri Nofendi/Jefri Leeboy Aswaja bidang IT).

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News